×

4 Jenis Analisis untuk Laporan Keuangan Perusahaan

October 20, 2017 Accounting

Apa tujuan Anda dalam menyusun laporan keuangan? Tentunya untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan Anda. Namun, lebih dari itu, Anda juga perlu melakukan analisis untuk mendapatkan data yang lebih detail dari laporan keuangan. Dari data tersebut, Anda pun bisa menyusun strategi bisnis untuk langkah selanjutnya. Nah, dalam menganalisis laporan keuangan perusahaan, ternyata ada beberapa jenis yang bisa Anda terapkan. Berikut penjelasannya.

Laporan keuangan
Setidaknya ada empat jenis analisis yang bisa Anda gunakan untuk menganalisis laporan keuangan perusahaan. (Source: MichaelGaida – Pixabay)

  1. Analisis Common Size

    Idealnya, analisis common size digunakan untuk menganalisis laporan laba rugi dan neraca dengan menggunakan persentase. Jadi, semua akun laporan laba rugi dinyatakan sebagai persentase penjualan, begitu pula dengan semua akun neraca. Pada laporan laba rugi, setiap akun baris dibagi dengan penjualan. Sedangkan, pada neraca, setiap akun baris dibagi dengan total aset. Dengan menggunakan analisis common size, laporan laba rugi dan neraca bisa lebih mudah dipahami. Dibandingkan dengan menggunakan angka absolut, membuat perbandingan menggunakan persentase tentu relatif lebih mudah.

  2. Analisis Tren

    Disebut juga sebagai analisis time-series, analisis tren dapat membantu anda melihat kondisi finansial perusahaan dari waktu ke waktu. Jadi, dalam penerapannya, analisis tren didasarkan pada data historis dari laporan keuangan perusahaan dan data perkiraan dari rencana perusahaan ke depannya.

    Umumnya, kebanyakan perusahaan menggunakan rasio keuangan dalam melakukan analisis tren. Melalui rasio keuangan, Anda diharuskan untuk menghitung rasio minimal dua tahun terakhir sebagai perbandingan. Data yang dihasilkan akan semakin detail dan akurat apabila Anda menggunakan rasio keuangan lebih dari dua tahun.

    Baca juga: Sebenarnya Apa Itu Rasio Keuangan bagi Sebuah Bisnis?

Laporan keuangan
Analisis jenis mana kah yang Anda gunakan untuk menganalisis laporan keuangan perusahaan? (Source: StockSnap – Pixabay)

  1. Analisis Persentase Perubahan

    Dibandingkan dengan berbagai jenis analisis laporan keuangan yang ada, analisis persentase perubahan bisa dikatakan bersifat paling rumit. Jika menggunakan analisis ini, Anda diharuskan menghitung tingkat pertumbuhan untuk semua akun laporan laba rugi dan akun neraca relatif terhadap tahun dasar. Melalui analisis persentase perubahan, Anda pun bisa mengetahui apakah laporan laba rugi dan akun neraca relatif tumbuh atau menurun bila dibandingkan pertumbuhan atau penurunan penjualan dan total aset yang ada.

  2. Analisis Industri

    Sesuai namanya, analisis industri melibatkan perbandingan perusahaan Anda dengan perusahaan lain di industri yang sama. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana perusahaan melakukan investasi secara finansial dibandingkan perusahaan lain. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah perusahaan perlu melakukan penyesuaian dalam hal finansial.

    Mayoritas perusahaan yang menerapkan analisis industri pada laporan keuangan mereka menggunakan teknik penghitungan rasio keuangan. Jadi, Anda membutuhkan rasio rata-rata dari perusahaan lain di industri yang sama untuk dibandingkan dengan rasio bisnis Anda sendiri.

    Baca juga: 4 Tips untuk Maksimalkan Laporan Keuangan Perusahaan Anda

Apa pun jenis analisis yang Anda pilih untuk menganalisis laporan keuangan perusahaan, pastikan laporan keuangan Anda sudah baik dan tepat. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan data analisis yang akurat. Untuk itu, cobalah menggunakan software akuntansi online seperti Sleekr Accounting. Tak lagi harus menyusun laporan keuangan secara manual, Anda bahkan bisa memonitor keuangan perusahaan secara real time dari mana pun dan kapan pun. Klik di sini untuk cari tahu berbagai fitur Sleekr Accounting yang lain! Anda bisa juga mencoba demo gratis sekarang di sini!

Artikel terkait

Apa Itu Break-even Point? Bagaimana Menghitungnya Dalam Aktivitas Usaha Anda?

April 21, 2017 Accounting

Dalam menjalankan bisnis, setiap pengusaha pasti mengalami yang namanya rugi maupun laba. Laba diperoleh ketika jumlah pendapatan lebih besar daripada seluruh biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi. Sedangkan, kerugian akan dialami oleh seorang pengusaha jika seluruh hasil pendapatannya tidak mampu menutup biaya produksi yang ia keluarkan. Agar Anda terhindar dari yang namanya rugi, maka Anda…

Baca selengkapnya