×

Bagaimana Penghitungan Upah Lembur Karyawan Secara Tepat?

July 28, 2017 Human Resources (HR)

Demi memaksimalkan produktivitas perusahaan, pada saat-saat tertentu karyawan akan diharuskan untuk lembur kerja. Hal ini wajar terjadi, tetapi Anda harus memastikan bahwa setiap karyawan mendapatkan upah lembur sebagai haknya. Terlebih, ketentuan mengenai kerja lembur memang telah diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 78 Ayat (1) Huruf a.

Ketentuan tersebut menyatakan bahwa pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi standar waktu kerja harus memenuhi syarat, yaitu ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan untuk mau kerja lembur. Anda juga wajib memberikan upah lembur sebagai kompensasinya. Namun, berapa jumlah upah lembur yang harus Anda berikan terhadap para karyawan?

Upah lemburBerapa jumlah upah lembur yang harus Anda berikan pada karyawan saat mereka lembur? (Source: caio_triana – Pixabay)

  1. Kriteria Waktu Kerja Lembur

    Dengan kata lain, upah lembur adalah upah yang diterima karyawan atas pekerjaannya sesuai dengan jumlah waktu kerja lembur yang dilakukannya. Untuk mengetahui jumlah upah lembur yang harus diberikan, Anda perlu mengetahui ketentuan mengenai waktu kerja lembur terlebih dulu. Hal ini telah diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP. 102/MEN.VI.2004 Pasal (1) yang menyatakan bahwa:

    –  Waktu lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 jam (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau;

    –  8 (Delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau;

    – Waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan/atau pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah.

    Dalam peraturan menteri tersebut, dijelaskan pula bahwa waktu kerja lembur tidak boleh melebihi 3 (tiga) jam per hari atau 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu. Hal ini sesuai dengan Permen KEP. 102/MEN/VI/2004/Pasal (3).

    Baca juga: Peraturan Pengupahan di Indonesia Menurut PP 78 Tahun 2015

  2. Syarat Kerja Lembur dan Kewajiban Perusahaan terhadap Karyawan

    Perusahaan tidak bisa meminta karyawannya untuk kerja lembur begitu saja. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dulu, yaitu:

    – Harus ada perintah tertulis dari pengusaha dan persetujuan tertulis dari pihak yang bersangkutan

    – Harus ada rincian pelaksanaan kerja lembur, seperti daftar nama pekerja, waktu pelaksanaan, dan lain sebagainya.

    –  Bukti tanda tangan dari kedua belah pihak.

    Jika seluruh syarat tersebut telah dipenuhi, pihak perusahaan wajib memberikan upah lembur, kesempatan untuk istirahat secukupnya, serta makanan dan minuman setidaknya sebesar 1.400 kalori apabila kerja lembur dilakukan selama tiga jam atau lebih. Hal ini telah tertuang pada Peraturan Kemenakertrans No. KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 7.

    Khusus untuk upah lembur, cara perhitungannya pun telah diantur dalam Peraturan Kemenakertrans, yaitu:

    –  Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan

    –  Cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan

Upah lemburSelain upah, idealnya perusahaan juga harus memberikan makanan dan minuman apabila karyawan lembur lebih dari tiga jam. (Source: picjumbo_com – Pixabay)

  1. Apabila Lembur Dilakukan pada Hari Kerja

    Sesuai dengan peraturan Kemenakertrans, waktu kerja lembur terbagi menjadi dua, yakni yang dilakukan pada hari kerja dan hari libur. Berikut adalah perhitungan upah jika lembur dilakukan pada hari kerja:

    Waktu kerja lembur Upah lembur Rumus perhitungan
    Jam ke-1 lembur 1,5 x Upah 1 jam 1,5 x 1/173 x Upah sebulan
    Jam ke-2 lembur dan seterusnya 2 x Upah 1 jam 2 x 1/173 x Upah sebulan
  2. Apabila Lembur Dilakukan pada Hari Libur

    Sedangkan, apabila kerja lembur dilakukan pada hari Minggu atau hari libur nasional, maka perhitungan upahnya adalah sebagai berikut.

  3. Untuk sistem kerja 7 jam per hari, 6 hari kerja dalam seminggu:

    Waktu kerja lembur Upah lembur Rumus perhitungan
    7 Jam pertama 2 kali upah per jam 7 jam x 2 x 1/173 x Upah sebulan
    Jam ke-8 3 kali upah per jam 1 jam x 3 x 1/173 x Upah sebulan
    Jam ke-9 s/d jam ke-10 4 kali upah per jam 1 jam x 4 x 1/173 x Upah sebulan
  4. Untuk sistem kerja 8 jam per hari, 5 hari kerja dalam seminggu:

    Waktu kerja lembur Upah lembur Rumus perhitungan
    8 jam pertama 2 kali upah per jam 8 jam x 2 x 1/173 x Upah sebulan
    Jam ke-9 3 kali upah per jam 1 jam x 3 x 1/173 x Upah sebulan
    Jam ke-10 s/d jam ke-11 4 kali upah per jam 1 jam x 4 x 1/173 x Upah sebulan
  5. Untuk waktu lembur pada hari istirahat mingguan/libur resmi pemerintah:

    Waktu kerja lembur Upah lembur Rumus perhitungan
    5 jam pertama 2 kali upah per jam 5 jam x 2 x 1/173 x Upah sebulan
    Jam ke-6 3 kali upah per jam 1 jam x 3 x 1/173 x Upah sebulan
    Jam ke-7 s/d jam ke-8 4 kali upah per jam 1 jam x 4 x 1/173 x Upah sebulan

Kerja lembur memang dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan produktivitas. Namun, jangan sampai Anda melupakan kewajiban untuk memenuhi hak setiap karyawan terhadap upah lembur. Dengan hak yang terpenuhi, karyawan juga pasti akan lebih semangat dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.

Artikel terkait

Bagaimana Agar Cuti Tidak Mengganggu Pekerjaan

January 29, 2015 Human Resources (HR)

Perusahaan yang baik menyadari bahwa urusan cuti merupakan bagian penting dari pengelolaan tenaga kerja mereka. Apakah terencana ataupun insidentil, ketidakhadiran karyawan karena cuti memiliki dampak besar pada produktivitas perusahaan secara keseluruhan. Bagaimana sebenarnya agar cuti tidak mengganggu pekerjaan Anda?

Baca selengkapnya