×

Cash flow ideal penting bagi perusahaan Anda. Arus kas (cash flow) adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang perusahaan selama periode tertentu. Apabila bisnis UKM yang Anda kelola tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan berkembang, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh cash flow yang buruk.

Di sisi lain, padahal sebenanrya bisnis UKM Anda memiliki keuntungan dengan persentase yang cukup besar, tetapi Anda justru kehabisan uang cash untuk keperluan operasional. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Cash flow ideal mungkin menjadi salah satu kunci bagi hal ini.

Hal itulah yang disebut dengan keuntungan semu, yang hanya terdapat pada hitung-hitungan di atas kertas. Sedangkan, uang sebenarnya tidak diterima sesuai waktunya. Artinya, Anda membeli barang dari supplier secara cash, namun mengolahnya menjadi produk tertentu dan menjualnya ke pelanggan dengan menerapkan sistem tempo. Cara tersebut sebetulnya wajar dilakukan, tetapi Anda harus mempertimbangkan kekuatan modal bisnis UKM Anda. Dengan begitu, Anda tidak akan berhadapan dengan masalah pada cash flow ideal.

Dikutip dari readersdigest.co.id, berikut adalah beberapa cara merancang cash flow yang ideal bagi bisnis UKM.

  1. Beli dan Jual Barang secara Tunai

    Demi memenuhi kebutuhan bahan baku atau keperluan barang yang lain, Anda pun membelinya ke supplier dalam jumlah banyak secara tunai. Nah, agar cash flow tidak mengalami masalah, olah barang tersebut menjadi produk Anda dan jual kembali kepada pelanggan dengan pembayaran tunai pula. Jangan menerapkan sistem tempo karena bisa saja pelanggan Anda tidak kunjung membayar tagihannya. Bahkan bukan tidak mungkin pelanggan Anda akan kabur dan menolak untuk melakukan pembayaran. Oleh sebab itu, sebaiknya lakukan penjualan dengan sistem pembayaran tunai. Dengan begitu, uang kas Anda juga akan berada pada angka yang stabil.

  2. Beli Barang dengan Sistem Tempo dan Jual secara Tunai

    Pada masa awal berdirinya bisnis UKM, Anda mungkin akan sedikit struggling dalam hal finansial. Untungnya, beberapa supplier biasanya memberikan batas waktu pembayaran untuk para distributornya. Artinya, Anda bisa membeli barang dari supplier dan tidak langsung membayarnya. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan bagi Anda. Setelah menerima barang dari supplier, segera jual kepada pelanggan dengan sistem pembayaran tunai. Anda pun bisa menggunakan uang tunai pembayaran dari pelanggan untuk membayar barang kepada supplier.

  3. Beli Barang dengan Tempo Panjang dan Jual dengan Tempo Lebih Singkat

    Sebagai contoh, Anda membeli barang dari supplier dengan sistem pembayaran bertempo satu bulan. Jual kembali barang tersebut secara tunai kepada pelanggan. Jika ingin menerapkan sistem tempo, Anda masih bisa melakukannya asalkan tempo yang ditetapkan lebih singkat dari yang diberikan oleh supplier kepada Anda. Karena Anda mendapat tempo selama satu bulan dari supplier, maka berikan batas waktu pembayaran kurang dari sebulan pada pelanggan, misalnya satu atau dua minggu. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa kewalahan dalam melunasi pembayaran kepada supplier. Cash flow pun berjalan lancar.

Jadi, jika Anda merasa bahwa bisnis UKM yang Anda kelola tak kunjung mengalami perkembangan, saatnya mengecek kondisi cash flow Anda. Apabila memang hal tersebut penyebabnya, Anda bisa menerapkan salah satu dari ketiga cara di atas untuk merancang cash flow yang ideal bagi bisnis UKM Anda. Keuntungan yang akan didapat pun tidak hanya sebatas perhitungan di atas kertas.

Perancangan cash flow yang ideal ini juga dapat didukung dengan adanya penggunaan software akuntansi seperti Sleekr Accounting. Sleekr dapat membantu Anda dalam merancang cash flow yang ideal bagi UKM, terlebih lagi Sleekr memberikan free trial bagi Anda. Daftarkan Perusahaan Anda sekarang!

Sleekr HR

Artikel terkait

4 Alasan Pencatatan Keuangan Penting Bagi UKM

October 14, 2016 Bisnis

Salah satu tolak ukur kesuksesan UKM adalah tingginya angka penjualan produk. Demi mencapai hal tersebut, ada banyak hal yang harus dilakukan, seperti melakukan promosi, meningkatkan kualitas, memperbanyak kuantitas produk, dan lain sebagainya. Banyaknya hal yang harus dilakukan demi mencapai tujuan tersebut akhirnya membuat Anda lupa dengan satu hal yang sebenarnya sangat penting untuk dilakukan, yakni…

Baca selengkapnya