We are hiring!
Undang demo
×

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Dagang dan Fungsinya

Merintis bisnis sering kali dijadikan sebagai jalan keluar untuk memperoleh penghasilan, baik itu untuk penghasilan utama maupun tambahan. Bisnis pun tak hanya terbatas pada kegiatan memproduksi barang, tetapi Anda juga bisa melakukan yang namanya bisnis dagang.

Jika memilih bisnis dagang, Anda tak perlu repot-repot membuat barang lalu menjualnya, tetapi cukup membelinya dari supplier. Ini yang disebut perusahaan dagang. Perusahaan dagang merupakan kegiatan membeli barang dari supplier, kemudian menjualnya lagi ke konsumen tanpa mengubah bentuk dan karakteristik dari barang tersebut. Walaupun kegiatannya lebih terbatas dibanding wirausaha yang memerlukan proses produksi, Anda tetap perlu memperhatikan pengelolaan keuangan agar perusahaan dagang Anda dapat berjalan lancar. Salah satu caranya adalah dengan rajin menyusun laporan keuangan perusahaan dagang secara berkala.

Berikut empat contoh laporan keuangan perusahaan dagang.

Laporan keuangan perusahaan dagangApa saja jenis-jenis laporan keuangan perusahaan dagang? (Source: Pexels.com)

  1. Laporan Neraca

    Laporan perusahaan dagang yang pertama adalah neraca. Setelah Anda selesai membuat laporan pada buku besar, kini saatnya memindahkan akun-akun yang ada pada buku besar tersebut ke neraca perusahaan dagang. Akun-akun tersebut digolongkan menjadi dua kelompok, yakni debit dan kredit. Oleh sebab itu, neraca terdiri dari dua kolom tersebut yang mana jumlahnya nominal keduanya harus seimbang. Jika neraca yang Anda buat tidak sama jumlahnya antara kolom debit dan kredit, itu artinya ada kesalahan dalam mencatat nominal atau peletakan akun dari buku besar. Dengan membuat neraca dagang perusahaan, Anda jadi tahu kondisi aset, utang, piutang, serta modal saat ini.

    Baca juga: Cara Membuat Neraca Keuangan (Balance Sheet) bagi Perusahaan Anda

  2. Laporan Laba Rugi

    Inti dari serangkaian proses pembukuan yang Anda lakukan terdapat pada laporan laba rugi. Laporan keuangan perusahaan dagang yang satu ini dibuat pada periode tertentu dengan menghitung semua pendapatan dan dikurangi dengan biaya seperti biaya operasional, biaya penyusutan, biaya administrasi, dan biaya lain yang harus dikeluarkan dalam rangka mendapatkan pendapatan tersebut. Contoh laporan laba rugi perusahaan dagang misalnya “Laporan Laba Rugi per 31 Desember” atau “Laporan Laba Rugi bulan Februari”. Untuk perusahaan dagang, karena kegiatan utamanya adalah menjual barang, maka akun pendapatannya terdiri dari semua penjualan. Jika jumlah pendapatan lebih banyak dari total biaya, maka perusahaan dagang Anda mengalami laba, sedangkan jika jumlah pendapatannya lebih kecil dari biaya yang harus dikeluarkan, maka artinya perusahaan dagang mengalami kerugian.

Laporan keuangan perusahaan dagangLaporan keuangan perusahaan dagang juga berperan penting dalam menarik investor. (Source: Pixabay)

  1. Laporan Arus Kas

    Untuk memantau kondisi perusahaan dagang yang Anda jalankan, perlu membuat yang namanya laporan arus kas. Dari laporan arus kas, Anda bisa melihat berapa banyak jumlah kas masuk dan kas keluar. Laporan arus kas berpengaruh dalam hal yang berkaitan dengan investasi atau penambahan modal. Karena biasanya perusahaan yang akan melakukan peminjaman modal, maka ia harus memiliki arus kas yang mampu meyakinkan investor untuk membantunya. Sedangkan fungsi laporan arus kas untuk internal perusahaan sendiri adalah mengetahui jumlah penerimaan dan pengeluaran kas secara lebih detil.

    Baca juga: 5 Tips Penting Laporan Cashflow Perusahaan bagi Bisnis UMKM

  2. Laporan Perubahan Modal

    Dalam memulai bisnis, Anda pasti memerlukan yang namanya modal. Selanjutnya, modal ini juga harus tetap diperhatikan perhitungannya ketika bisnis Anda sudah berjalan. Salah satunya dengan menyusun laporan perubahan modal. Laporan keuangan perusahaan dagang ini fungsinya untuk mengetahui besarnya modal yang dimiliki oleh perusahaan dagang pada suatu periode tertentu. Contoh ekuitas atau modal yang dimasukkan ke dalam perhitungan ini adalah modal awal, jumlah rugi, jumlah laba, dan investasi tambahan. Cara menghitung laporan perubahan modal adalah dengan menjumlahkan modal awal dan laba, kemudian dikurangi dengan jumlah rugi yang ditambah investasi tambahan.

Dengan membuat empat laporan keuangan perusahaan dagang di atas, Anda dapat memantau kondisi perusahaan dagang Anda dan menyusun rencana untuk ke depannya. Agar lebih mudah dan praktis, Anda bisa menggunakan software seperti Sleekr Accounting yang telah berbasis sistem cloudSelain untuk mengetahui apakah bisnis Anda mengalami rugi atau laba, laporan keuangan juga berguna untuk menentukan investasi.