Cara Membuat Neraca Keuangan (Balance Sheet) Bagi Perusahan Anda

Salah satu tantangan yang paling sering dihadapi oleh para pelaku bisnis UKM adalah menyusun laporan keuangan. Neraca keuangan perusahaan, atau yang sering pula disebut dengan balance sheet, memiliki peran penting dalam bisnis UKM Anda. Selain berisi informasi keuangan yang jelas, laporan ini juga kelak akan membantu Anda dan calon investor dalam mengambil keputusan keuangan perusahaan Anda. Hal ini biasa terjadi karena tidak semua pelaku bisnis UKM memiliki latar belakang akuntansi. Namun, tahukah Anda bagaimana cara membuat neraca yang benar bagi perusahaan?

Baca juga : Bagaimana Cara Membaca Laporan Keuangan Yang Benar?

Jika Anda termasuk salah satu pelaku UKM yang belum mampu membuat laporan keuangan, berikut beberapa cara membuat neraca yang dapat dilakukan oleh perusahaan.

  1. Cara Membuat Neraca dengan Kertas Kerja

    Pada umumnya, neraca memiliki tujuan dasar untuk menginformasikan tentang kekayaan dan sumber kekayaan perusahaan kepada beberapa pihak pengguna informasi tersebut. Sama seperti ketika Anda menyusun laporan laba-rugi atau perubahan modal, pembuatan neraca juga dapat Anda lakukan dengan bantuan kertas kerja.

    Baca juga : Tips Untuk Maksimalkan Laporan Keuangan Perusahaan Anda

    Neraca dibuat dengan mengutip saldo akun rill, yakni akun harga atau akun aktiva dan akun utang pada kertas kerja. Pada akun modal, yang dikutip hanya laporan perubahan modal karena yang ditampilkan dalam neraca adalah modal akhir. Sedangkan, dalam kertas kerja hanya tercantum modal awal sehingga untuk akun modal, Anda mengutip dari laporan perubahan modal.

    Atau ketika Anda ingin menghitung modal akhir secara mandiri, Anda dapat menghitungnya dengan cara menambah modal awal pada kertas kerja dengan laba periode itu serta mengurangkannya dengan saldo prive (jika kondisi laba). Namun, jika kondisi perusahaan Anda sedang mengalami kerugian, maka modal akhir dihitung dengan cara: modal awal-rugi-prive.

    Baca juga: Mengapa Aktiva Tak Berwujud Juga Harus Dicantumkan pada Laporan Keuangan Akuntansi?

Cara membuat neracaNeraca berfungsi untuk menginformasikan kekayaan dan sumber kekayaan perusahaan. (Source: score.org)

  1. Klasifikasi Neraca

    Terdapat tiga kelompok pos/akun di dalam neraca, yakni aktiva, kewajiban, dan ekuitas. Di dalam setiap kelompok pos tersebut terdapat beberapa sub kelompok, dan di setiap sub kelompok itu terdapat pula beberapa pos/akun/rekening. Kelompok aktiva tersebut adalah aktiva lancar, aktiva tetap, dan aktiva tak berwujud. Aktiva lancar terdiri dari kas, investasi jangka pendek, piutang, persediaan, beban bayar di muka, dan investasi jangka panjang. Sedangkan, kelompok aktiva tetap terdiri dari tanah, bangunan, mesin dan peralatan, serta properti. Sementara itu, aktiva tak berwujud terdiri dari good will, paten, lisensi, merek dagang, dan juga biaya pengembangan.

    Aktiva yang dimaksud tersebut adalah manfaat ekonomi yang mungkin akan diperoleh di masa depan atau dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lampau.

    Baca juga : 4 Tips Untuk Maksimalkan Laporan Keuangan Perusahaan

    Di sisi lain, kewajiban adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan. Ia berasal dari kewajiban berjalan entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lampau.

    Sedangkan, ekuitas adalah kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas setelah dikurangi dengan kewajiban-kewajibannya. Dalam sebuah entitas bisnis, ekuitas merupakan kepentingan kepemilikkan.

    Baca juga: 3 Perbedaan Biaya dan Beban dalam Akuntansi Bisnis

Kepemilikkan neraca atau laporan keuangan dalam suatu perusahaan sangat penting karena dapat membantu para pebisnis dan pengusaha menentukan keputusan bisnisnya. Pasalnya, neraca merupakan laporan keuangan utama di samping laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas. Penyusunan neraca dapat dilakukan dengan mudah jika Anda menyusunnya berdasarkan data yang nyata dan jujur.

Mengikuti perkembangan zaman, kini sudah tersedia sistem akuntansi yang dapat memudahkan Anda untuk membuat seluruh jurnal dan laporan keuangan secara otomatis. Salah satunya adalah Jurnal. Lengkap dengan berbagai analisis perusahaan seperti analisis rasio, break event, point analysis, berbagai grafik, dan juga laporan interaktif dan menarik, Anda pun tanpa perlu memahami ilmu akuntansi terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Coba rasakan fiturnya dengan menghubungi Jurnal di sini!

WhatsApp WhatsApp Sales