5 Alasan Bisnis UKM Gagal dan Tidak Menghasilkan Profit

March 21, 2018 Bisnis

Terdapat sebuah penelitian dari U.S Bank kalau ternyata 82% bisnis gagal karena alasan yang sebenarnya jarang diperhatikan, Arus Kas. Menurut U.S Bank ada 6 alasan, tetapi jika disesuaikan dengan keadaan UKM di Indonesia, 5 alasan dibawah adalah yang masuk akal dan terkadang lebih sering ditinggalkan dan tidak terlalu diperhatikan, alasannya adalah:

82% GAGAL karena Manajemen Kas yang BURUK
79% GAGAL karena mulai dengan uang yang sangat sedikit
78% GAGAL karena kurangnya business plan yang baik dan kurang analisis sebelum memulai
77% GAGAL karena pricing yang kurang strategis
70% GAGAL karena tidak paham apa yang seharusnya dilakukan dan tidak mencari SOLUSI akan hal itu

Coba kita fokus akan poin 1 dan poin 5, memang terkesan tidak terlalu penting, tetapi ternyata hal itu KRUSIAL bagi bisnis Anda.

“Selama barang saya banyak di gudang, saya bisnisnya berhasil”

Pernyataan tersebut Salah. Kenapa? Tahukah Anda alasannya? ARUS KAS.

 

bisnis gagal, tidak profit, rugi, profit

Hal utama yang sering Anda abaikan padahal ini penting untuk menentukan untung dan rugi di bisnis Anda. Berikut 3 fungsi utama arus kas di bisnis Anda:

1. Arus kas untuk memantau kondisi keuangan secara rutin
2. Arus kas untuk mengelola utang dengan baik
3. Arus kas untuk membantu mengambil keputusan dalam berbisnis

Apa hal lainnya? Kurang Analisis sebelum memulai. Iya, analisis penting, tapi tidak hanya analisis market (pasar) loh. Anda menjalani bisnis tentunya perlu untuk punya resources yang baik, dari segala sisi, terutama KEUANGAN dan SUMBER DAYA MANUSIA.

Salah satu tolak ukur kesuksesan bisnis adalah bagaimana bisnis tersebut bertahan dalam persaingan. Ada banyak hal yang harus dilakukan agar bisnis Anda BERTAHAN, seperti melakukan pengelolaan keuangan, menjalankan promosi, meningkatkan kualitas, dan yang tidak boleh ditinggalkan adalah mengelola sumber daya manusia atau HR.

  1. Apa Peran akuntansi keuangan?

    1. Menyediakan Informasi dan Jawaban Terkait Keuangan
    Peran akuntansi dalam bisnis yang paling mendasar tentu saja adalah kemampuannya dalam menyediakan berbagai informasi dan jawaban yang berhubungan dengan segala macam kegiatan keuangan. Segala data terkait keuangan akan tercatat dalam sistem akuntansi, memudahkan Anda dan karyawan untuk mengukur kondisi perusahaan. Untuk itu, sebaiknya Anda menyusun pembukuan dan rutin meng-update datanya. Hal ini akan lebih mudah dilakukan apabila Anda menggunakan software khusus seperti Sleekr Accounting yang sudah menerapkan sistem cloud. Dengan begitu, setiap karyawan atau tim akuntansi bisa mengakses data akuntansi secara real time kapan pun dan di mana pun mereka berada.

    2. Alat Pengontrol dan Pengendali Keuangan
    Melalui akuntansi, Anda dapat mengetahui segala data terkait keuangan. Dari data tersebut, informasi apa saja yang Anda dapatkan? Apakah ternyata keuntungan perusahaan mengalami peningkatan selama beberapa tahun belakangan ini? Atau justru malah mengalami penurunan? Apakah seluruh klien telah melakukan pembayaran tepat waktu? Berapa jumlah saldo yang Anda miliki sekarang? Informasi-informasi tersebut secara tidak langsung menempatkan akuntansi sebagai alat pengontrol dan pengendali keuangan. Melalui identifikasi informasi keuangan yang didapat, Anda jadi bisa melakukan evaluasi atau menilai performa bisnis Anda selama ini.

    3. Membantu untuk Mengambil Keputusan
    Berkat adanya hasil identifikasi dan evaluasi informasi keuangan, Anda bisa langsung melakukan pengambilan keputusan yang tentunya objektif. Anda harus paham mengenai data keuangan bisnis Anda dan tentunya laporan keuangan penting, karena dengan ini Anda bisa menilai untung-rugi nya perusahaan dan keadaan bisnis perusahaan. Anda harus paham bagaimana memanfaatkan informasi keuangan untuk menangani masalah yang terjadi di bisnis Anda.

  1. Memangnya Apa Peran Penting HR di Perusahaan

    1. Peran di lingkungan kerja
    Bayangkan bila suatu lingkungan kerja di sebuah bisnis memiliki orang-orang yang tepat dan kompeten dalam jabatan dan posisinya. Pastinya terjadi hubungan harmonis bukan? Karyawan dengan performa bagus tidak akan maksimal jika tidak didukung lingkungan kerja yang menyenangkan. Dalam hal ini, HR memegang peran untuk menjaga stabilitas dan menjaga hubungan antar karyawan tetap harmonis dan efektif untuk mencapai tujuan bisnis bersama-sama. Peran HR di lingkungan kerja ini akan membentuk sebuah budaya yang erat kaitannya dengan perusahaan, yang biasa disebut sebagai employer branding. Branding yang baik akan sangat mempermudah proses rekrutmen di sebuah perusahaan tentunya.

    2. Peran di pertumbuhan dan perkembangan bisnis
    HR memegang peran penting untuk menjaga bisnis agar berjalan efektif dan efisien. Sebuah bisnis perlu merencanakan berapa banyak karyawan yang mereka butuhkan untuk disesuaikan dengan kebutuhan bisnisnya. Dengan kata lain, pada tingkat produksi dan penjualan tertentu, divisi HR yang akan menentukan berapa banyak sumber daya manusia yang diperlukan untuk dapat mencapai target produksi dan penjualan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sebuah bisnis. Tentunya hal ini berpengengaruh pada skalabilitas perusahaan karena HR punya porsi besar dalam manajemen rekrutmen dan retensi sumber daya utama di perusahaan.

  1. Peran di kepuasan dan kenyamanan karyawan

    Hal ini merupakan hal utama yang harus dipertahankan oleh HR terutama di persaingan “karyawan berskill bagus” di perusahaan. Jika HR memiliki manajemen karyawan yang baik tentunya turnover jadi minimal. Di era digital ini, pengelolaan sumber daya manusia penting tidak hanya urusan administrasi yang kompleks dan menyita waktu HR. Merekap absensi karyawan, menghitung penggajian, serta memproses cuti atau perizinan – Meski terlihat seperti hal yang simpel, namun proses ini menyita cukup banyak waktu dan rawan akan kesalahan. Ditambah, jika karyawan yang dimiliki karyawan sangat banyak. Akibatnya, kenyamanan karyawan tidak terprioritaskan.

    Perkembangan digital memungkinakn perusahaan untuk melakukan proses pengelolaan sumber daya manusia dengan lebih mudah, yaitu dengan penerapan HRIS (Human Resource Information System) berbasis komputasi awan. Tidak serumit yang dibayangkan, justru kehadiran cloud-based HRIS dapat memudahkan perkejaan seorang HRD. Software HR tersebut memiliki tampilan yang sederhana dan berbagai fitur pengelolaan didalamnya seperti, penggajian, pengajuan klaim, cuti, dan yang lainnya.

  1. Apa Peran Digitalisasi Disini?

    Penjelasan mengenai peran penting HR dan akuntansi diatas, seharusnya dapat memberikan gambaran Anda untuk menjalankan bisnis. Saat ini dengan adanya teknologi dan otomasi, fokus Anda dalam mengembangkan bisnis sudah bukan lagi pada hal-hal administratif. Contohnya pada pengelolaan HR seperti hitung gaji, administrasi cuti, absen, dan klaim karyawan. Begitu pula pada akuntansi bisnis Anda. Pelaku bisnis masih sering direpotkan dengan pencatatan transaksi, invoicing, pembukuan, dan rekonsiliasi bank. Sleekr merupakan pilihan yang tepat untuk membantu memaksimalkan pengelolaan bisnis Anda lebih efektif dan efisien.

    HR dan Akuntansi pun sekarang sudah semakin dipermudah dengan hadirnya sistem komputasi awan, yang memungkinkan Anda untuk akses dimana saja dan kapan saja. Apa saja kelebihan komputasi awan ini?

    1. Tidak perlu investasi besar
    2. Komunikasi jadi lebih efektif, dimana saja dan kapan saja
    3. Minimalisir human error karena semua sudah di otomasi
    4. Penggunaan yang jadi lebih mudah dan fleksibel

Salah satu contoh solusi HR dan Akuntansi berbasis komputasi awan yang dapat Anda cari tau adalah Sleekr. Sleekr merupakan solusi HR dan akuntansi yang dibuat khusus untuk UKM di Indonesia, pajak dan ketentuan akuntansi sudah sesuai. Sleekr pun tidak membebankan biaya tambahan lain, hanya paket bulanan saja yang terjangkau. Anda dapat coba gratis dulu selama 14 hari untuk eksplorasi tentang Sleekr.