×

Resign, atau  biasa kita kenal dengan sebutan mengundurkan diri, menjadi sebuah keputusan akhir karyawan apabila karyawan tersebut merasa tidak nyaman dengan pekerjaannya.

Ica sudah bekerja selama lebih dari 3 tahun di perusahaan yang sangat dia impikan sejak dibangku kuliah. Bekerja sebuah perusahaan multinasional dengan gaji dan posisi yang cukup baik akan tetapi setelah hampir 4 tahun dia bekerja, dia memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya. Dan yang lebih mengejutkan adalah terdapat karyawan lain yang juga memutuskan untuk resign dibulan yang sama dari perusahaan tersebut, dan dia sudah memiliki posisi yang lebih tinggu dibandingkan Ica.

Setelah diselidiki, kita mengetahui bahwa terdapat 5 alasan utama mengapa karyawan di perusahaan memutuskan untuk resign, alasan tersebut adalah:

  1. Suasana Kerja yang Tidak Mendukung

    Suasana kerja yang menyenangkan akan memberikan efek yang sangat baik bagi karyawan, karena pada kenyataannya suasana kerja menjadi tolak ukur utama seorang karyawan merasa nyaman atau tidak bekerja disebuah perusahaan. Adanya suasana yang tidak nyaman dapat mendorong karyawan untuk cepat-cepat resign dari perusahannya, memang pada dasarnya tidak mungkin ada tempat kerja yang memberikan tingkat kenyamanan yang sangat tinggi namun setidaknya hal tersebut dapat diminimalisir oleh perusahaan dengan mencoba membentuk nuansa kerja yang menyenangkan.

  2. Jenjang Karir yang Tidak Sesuai

    Memang ica dan rekan kerjanya sekarang sudah memiliki posisi yang dapat dibilang cukup baik di perusahaan tersebut. Namun, ternyata dibalik itu semua sangat tidak gampang untuk sampai diposisi tersebut dan memerlukan waktu yang sangat lama. Ica menyadari apabila ia terus-terusan bekerja disitu maka jenjang karirnya akan sangat lama untuk sampai ke posisi impiannya selama ini. Oleh karena itu, dia memilih untuk mencari perusahaan yang dapat memberikan jenjang karir yang sesuai dengan dirinya.

  3. Perusahaan Mempromosikan Orang yang Salah

    Ica melakukan pekerjaannya dengan suka cita, karena memang itu merupakan passion dia selama ini, namun dibalik itu semua ica merasa tidak dihargai ketika atasannya mempromosikan orang yang salah. Padahal ica yang berkontribusi lebih besar dari orang tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa, perusahaan yang tidak bisa melihat mana karyawan yang memang kompeten dan tidak pasti tidak akan menjadi tempat kerja yang  nyaman bagi karyawannya.

  4. Pekerjaan yang Monoton

    Ica menyadari bahwa pekerjaan yang sekarang sudah sesuai passion, tapi ternyata passion saja tidak cukup, ica memerlukan adanya sebuah tantangan dalam menghadapi pekerjaannya. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya sebuah tantangan baru dalam sebuah pekerjaan, karena tantangan tersebut akan memacu karyawan untuk lebih semangat dalam bekerja.

  5. Tidak dihargai

    Karyawan akan merasa sangat senang apabila ada hasil kerjanya yang dihargai oleh atasannya. Penghargaan ini tidak harus selalu berbentuk materil, tapi penghargaan dapat diucapkan secara lisan atau dengan menerima pendapat dari karyawan tersebut. Karyawan yang sudah susah payah untuk mengerjakan sebuah pekerjaan namun tidak sedikitpun di apresiasi oleh atasan, pasti karyawan tersebut akan terdemotivasi dan merasa bahwa pekerjaannya sia-sia. Oleh karena itu, sebuah apresiasi baik itu hanya diucapkan lisan, penting untuk dilakukan oleh atasan ke bawahan agar karyawan dapat merasa nyaman dan dihargai.

Nah itu merupakan beberapa alasan ica mengapa dia memutuskan untuk resign. Bagi perusahaan cobalah untuk menghindari hal-hal diatas agar karyawan merasa betah dan dapat bekerja dengan baik di perusahaan. Hal penting lain adalah pembayaran gaji yang harus tepat waktu, nah untuk itu dapat didukung dengan solusi terbaik pembayaran gaji, yang sudah sesuai dengan perhitungan pajak pph21 di Indonesia.

Sleekr HR

Artikel terkait

Tahapan, Metode dan Pendekatan Analisis Beban Kerja di Perusahaan

March 13, 2017 Human Resources (HR)

Analisis beban kerja sangat berkaitan dengan penyusunan kebutuhan pegawai. Penyusunan kebutuhan pegawai biasanya terdiri dari tugas pokok dan fungsi, analisis, dan informasi jabatan seperti nama dan ikhtisar jabatan, uraian tugas, analisis beban kerja, kebutuhan pegawai, dan peta jabatan kebutuhan. Metode workload analysis adalah proses menghitung beban kerja suatu posisi/sub posisi dan juga kebutuhan jumlah orang…

Baca selengkapnya