5 Motivasi Kerja untuk Menjaga Produktivitas Karyawan di Bulan Ramadan

June 4, 2018 Human Resources (HR)

Selama bulan Ramadan, karyawan yang beragama Islam diharuskan untuk berpuasa selama lebih dari dua belas jam. Karena seharian tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman, sangat wajar apabila tubuh jadi merasa lebih lemas saat kerja di kantor sehingga produktivitas karyawan terancam turun.

Padahal, menjelang lebaran, bisnis biasanya justru mengalami peningkatan sehingga Anda dan anggota tim dituntut untuk memberikan performa kinerja terbaik. Kabar baiknya, produktivitas karyawan selama bulan Ramadan bisa ditingkatkan dengan berbagai cara. Berikut adalah beberapa di antaranya!
produktivitas, motivasi kerja, kinerja, bulan ramadan, produktivitas karyawan, kinerja karyawan, HR, HRD, karyawan, human resourcesMeski energi menurun saat Ramadan, produktivitas karyawan tetap harus dijaga demi memberikan performa terbaik. (Source: Unsplash)

  1. Susun rencana kerja bersama tim, utamakan yang urgent

    Bulan Ramadan sebenarnya memberi kesempatan kepada Anda dan anggota tim untuk melatih efisiensi dan efektivitas kerja. Pasalnya, karena tenaga yang berkurang, Anda dituntut untuk bisa menggunakan tenaga tersebut seefektif mungkin demi menghasilkan kinerja yang tetap prima. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menyusun rencana kerja selama seminggu.

    Ajak anggota tim Anda untuk ikut menyusun rencana kerja bersama. Dengan begini, Anda bisa tahu pekerjaan mana yang sifatnya paling urgent, memiliki deadline paling dekat, dan yang paling sulit untuk diselesaikan. Buat skala prioritas agar bisa mengutamakan pekerjaan yang paling urgent terlebih dulu. Hal ini bisa membantu Anda dan tim untuk bekerja secara lebih terstruktur selama seminggu ke depan sehingga memacu produktivitas karyawan.

  2. Pastikan tim disiplin mengaplikasikan rencana kerja

    Rencana kerja dibuat sebagai patokan untuk bekerja secara terstruktur selama seminggu ke depan. Namun, hal tersebut akan percuma apabila Anda tidak disiplin dalam menerapkannya. Pada kebanyakan kasus, biasanya rencana kerja hanya diaplikasikan pada 2-3 hari awal setelah penyusunan, lalu setelahnya karyawan akan lupa dan cenderung mengabaikan rencana kerja tersebut.

    Oleh sebab itu, Anda sebagai orang yang in-charge terhadap anggota tim harus bisa memberi contoh yang baik. Lakukan update setiap hari untuk memantau progress atau kemajuan pekerjaan para anggota tim Anda, misalnya setiap sore hari sebelum pulang. Dengan adanya pemantauan, anggota tim pasti akan merasa lebih bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline. Jika memang misalnya harus lembur, usahakan untuk menemani anggota tim. Hitung-hitung Anda bisa sekaligus buka puasa bersama, bukan?

  3. Bergantian tidur siang sebentar dengan tim

    Selama bulan Ramadan, kebanyakan perusahaan biasanya akan mengurangi waktu istirahat agar karyawan bisa pulang lebih cepat sebelum buka puasa. Nah, karena tidak makan siang, Anda bisa memanfaatkan waktu istirahat kerja ini untuk tidur siang sebentar. Istilahnya, napping.

    Coba pejamkan mata selama 15-20 menit. Saat bangun, Anda pasti akan merasa lebih segar sehingga berpengaruh positif terhadap produktivitas kinerja Anda. Terlebih, napping juga dapat membantu menyimpan energi yang bisa Anda alokasikan untuk bekerja lebih efektif. Anda bisa bergantian dengan anggota tim untuk melakukan napping sehingag setiap orang bisa merasa fresh dan lebih semangat bekerja.

  4. Ingatkan tim untuk makan menu sehat saat buka puasa dan sahur

    Puasa seharian penuh biasanya rentan membuat orang lapar mata. Alhasil, asupan makanan dan minuman yang masuk ke tubuh pun cenderung tak terkontrol. Padahal, makanan dan minuman yang Anda konsumsi saat buka puasa dan sahur sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Misalnya, jika setiap buka puasa Anda makan gorengan dan minum es, tentu lama kelamaan tubuh Anda akan bereaksi seperti sakit tenggorokan. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi produktivitas karyawan di kantor.

    Oleh sebab itu, usahakan untuk mengonsumsi menu sehat saat buka dan sahur. Makanlah sayur dan buah-buahan demi menjaga kebugaran tubuh Anda selama berpuasa. Lalu, jangan lupa memenuhi kebutuhan air mineral dalam sehari. Saat berbuka puasa, Anda bisa minum dua gelas air mineral, tiga gelas saat malam hari, dan dua gelas lagi saat sahur. Jika perlu, tidak ada salahnya mengonsumsi vitamin demi menjaga daya tahan tubuh. Ingatkan para anggota tim Anda tentang hal-hal tersebut agar mereka juga terus menjaga kesehatan selama Ramadan.

  5. Ingatkan tim untuk selalu tidur cukup

    Tips motivasi kerja satu ini mungkin memang terdengar sepele, padahal manfaatnya cukup besar dalam memengaruhi produktivitas kerja di kantor. Tidur yang cukup bisa meminimalisir rasa kantuk saat di kantor sehingga performa kerja Anda pun dapat stabil. Jika ada anggota tim yang sering merasa mengantuk di kantor sehingga tidak konsentrasi dalam bekerja, kemungkinan besar ia tidak tidur cukup. Hasil kerja pun jadi tak maksimal.

    Nah, ingatkan kepada anggota tim bahwa pola tidur selama bulan Ramadan mengalami perubahan. Mengingat Anda dan anggota tim harus bangun lebih pagi untuk sahur, maka cobalah untuk memajukan jadwal tidur Anda juga. Usahakan agar Anda bisa tidur selama 7-8 jam setiap harinya. Anda bisa tidur setelah melaksanakan ibadah tarawih, sekitar pukul 20:00-21:00, lalu bangun untuk sahur pada pukul 03:00-04:00.

Selain kelima tips motivasi kerja di atas, ada satu hal lagi yang bisa Anda lakukan untuk menjaga produktivitas karyawan selama bulan Ramadan, yakni dengan memanfaatkan bantuan teknologi seperti Sleekr HR. Software berbasis cloud ini dapat membantu mengelola berbagai pekerjaan terkait administrasi HR secara otomatis, mulai dari slip gaji, cuti, hingga lapor pajak. Dengan begitu, pekerjaan bisa selesai dengan lebih mudah dan cepat sehingga produktivitas pun meningkat. Coba gratis Sleekr HR sekarang juga!