×

Mencatat Transaksi Dropship Pada Perusahaan Dagang

August 31, 2015 Accounting

Sebelum dijelaskan cara mencatatnya, lebih baik kenal dulu dengan apa yang disebut dropship. Berikut ilustrasinya. Toko B menjual sepatu secara online. Suatu ketika Tn. Catur berniat membeli sepatu di Toko B. Setelah mencatat data Tn. Catur, maka Toko B akan memesan sepatu Tn. Catur ke Toko A. Selanjutnya Toko A akan mengirim sepatu langsung ke alamat Tn Catur dengan memberi label Toko B. Sehingga yang diketahui Tn. Catur adalah pengirim sepatu tetap Toko B. Tn Catur sama sekali tidak tahu menahu tentang Toko A.

Dalam contoh di atas, Toko B disebut melakukan dropship. Cirinya adalah tidak ada barang keluar ataupun masuk ke Toko B. Ini dikarenakan barang langsung dikirim oleh Toko A ke Tn Catur, tanpa singgah di Toko B. Karena tidak barang masuk ataupun keluar maka Inventory/Persediaan di Toko B tidak terpengaruh. Bagi Tn Catur, transaksi dengan Toko B adalah transaksi biasa. Di sini tidak perlu Toko B menjelaskan yang terjadi adalah dropship.

Kelebihan utama dropship adalah Penjual tidak perlu memliki atau menyimpan barang. Saat terjadi Penjualan, baru dilakukan Pembelian. Bahkan untuk transaksi online, biasanya pembayaran dilakukan terlebih dahulu. Bagi Penjual akan sangat nyaman karena tetap bisa bertransaksi meski sedang tidak ada uang. Bahkan bisa dibilang dropship adalah contoh teknik penjualan yang benar-benar modal dengkul.

Sementara kelemahan utamanya adalah Penjual tidak tahu sama sekali kondisi barang yang dikirim. Jika Pembeli protes karena barang yang diterima berkualitas buruk atau salah tipe/warna/ukuran atau apapun, maka Pembeli akan hanya protes ke Penjual. Tidak ada urusan bahwa Penjual hanya melakukan dropship.

Itu pertimbangan yang harus dipikirkan jika berniat melakukan dropship. Kalau sudah bulat tekad ber-dropship ria, maka berikutnya adalah memahami cara pencatatannya.

Yang kami lakukan :

  1. Saat terjadi pesanan, maka catat sebagai Pembelian seperti biasa. Catat juga Pembayaran yang dilakukan karena langsung dilunasi.
  2. Langsung lakukan pemesanan barang dan pembayarannya ke suplier. Catat sebagai Pembelian seperti biasa dan langsung dilunasi.
  3. Yang menjadi pertanyaan adalah dimana bedanya dropship dengan transaksi biasa. Jawabnya adalah secara akuntansi tidak ada. Bedanya hanya di proses bisnis, yakni fisik barang dagangan tidak dikelola sama sekali.
Artikel ini ditulis oleh pengguna kiper sebagai apresiasinya terhadap Kiper. Artikel ini bersumber dari pengalaman pengguna langsung, sebagai sarana berbagi kepada pengguna Kiper yang lainnya.
Penulis bernama Toto Sugiarto pemilik QM Hijab yang bedomisili di Cempaka Mas, Jakarta.

Artikel terkait

4 Langkah Mudah Untuk Melakukan Audit Perusahaan

January 23, 2017 Accounting

Salah satu hal yang membuat sebuah perusahaan dapat dikatakan sukses adalah kondisi keuangannya. Mengatur keuangan perusahaan tak hanya terbatas pada akuntansi saja. Untuk tahap pemeriksaan yang lebih kompleks, perlu dilakukan audit perusahaan. Audit keuangan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perusahaan. Laporan keuangan yang dihasilkan dari proses akuntansi saja tidak cukup karena meskipun kita merasa sudah…

Baca selengkapnya