Cara Hitung Gaji Karyawan dengan Pajak Nett, Gross, dan Gross Up Sesuai PPh 21

April 25, 2018 Human Resources (HR)

Sistem penggajian karyawan di sebuah perusahaan pada dasarnya tidak dapat dilakukan dengan asal-asalan. Hal ini dikarenakan gaji karyawan adalah bagian lain dari upaya perusahaan dalam memberikan penghargaan atas kerja keras yang telah diselesaikan karyawan dengan kurun waktu tertentu. Selain itu, melalui penggajian yang layak dan sesuai dengan peraturan negara, yaitu PPh 21, maka motivasi kerja para karyawan pun akan meningkat setiap harinya.
pph 21, gaji karyawan, pajak, pajak nett, gross, gross up, penggajian, hitung gaji, HR, human resourcesPenghitungan gaji karyawan bisa dilakukan menggunakan metode pajak nett, gross, dan gross up. (Source: Unsplash)

  1. Metode Hitung Gaji Karyawan Sesuai PPh 21

    Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 tentang Pajak Penghasilan Pasal 21, PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran dalam bentuk apapun terkait pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh subyek pajak dalam negeri. Secara garis besar, terdapat tiga cara menghitung gaji karyawan sesuai PPh 21 sebagai berikut:

    Nett, yaitu metode penggajian karyawan melalui pemotongan pajak karyawan yang ditanggung oleh perusahaan.

    Gross, yaitu metode penggajian di mana pemotongan pajak karyawan ditanggung sendiri oleh karyawan tersebut sejumlah pajak penghasilannya.

    Gross Up, yaitu metode penggajian dengan potongan pajak yang mana perusahaan memberikan tunjangan pajak yang jumlahnya sama besar dengan jumlah pajak yang dipotong dari karyawan bersangkutan.

    Perhitungan PPh 21 sendiri pada dasarnya menyesuaikan dengan aturan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, yaitu:

    pph 21, gaji karyawan, pajak, pajak nett, gross, gross up, penggajian, hitung gaji, HR, human resources

  2. Metode Penggajian Melalui Perhitungan Pajak Nett

    Pada dasarnya, metode penggajian karyawan melalui perhitungan pajak nett sedikit lebih rumit jika dibandingkan dengan cara hitung gaji karyawan lainnya. Pasalnya, di dalam perhitungan pajak nett penyusunan anggaran perusahaan lebih sulit dilakukan sebab pihak HR harus menghitung subsidi pajak terlebih dahulu.

    Dalam perhitungan nett, perusahaan akan menjanjikan suatu nominal tertentu yang akan diterima oleh seorang karyawan setiap bulannya sebagai penghasilan bersih. Apabila perusahaan menggunakan metode penggajian dengan cara hitung nett, maka perusahaan wajib memberikan subsidi pajak sebesar pajak penghasilan karyawan. Dengan demikian, melalui perhitungan nett perusahaan akan membayar lebih dari apa yang dijanjikan.

    Misalnya, Risa bekerja di perusahaan XYZ dengan total penghasilan bersih sebesar Rp 3.800.000,- setiap bulannya. Penghasilan Risa dalam satu tahun kurang dari Rp 54.000.000. Maka, pajak penghasilannya hanya sebesar 5%, yaitu (Rp 3.800.000 x 12) x 5% = Rp 2.280.000,- per tahun. Jadi, setiap bulan pajak penghasilan yang harus dibayarkan Risa adalah sebesar Rp 2.280.000 รท 12 = Rp 190.000,-

    Dalam hal perhitungan pajak nett, otomatis perusahaan XYZ akan memberikan subsidi pajak sebesar Rp 190.000,- kepada Risa. Perhitungan gaji Risa sebagai karyawan di perusahaan XYZ dapat dituliskan sebagai berikut:

    pph 21, gaji karyawan, pajak, pajak nett, gross, gross up, penggajian, hitung gaji, HR, human resources

  3. Cara Hitung Gaji dengan Pajak Gross

    Seperti yang sudah dijelaskan di awal tulisan ini, dalam penggajian berdasarkan cara hitung pajak gross, pemotongan pajak karyawan ditanggung sendiri oleh karyawan tersebut sejumlah pajak penghasilannya. Dapat dikatakan perhitungan gross ini lebih adil. Pasalnya, pihak perusahaan tidak dibebani pajak yang menjadi kewajiban karyawan. Sedangkan, karyawan yang bersangkutan itu sendirilah yang akan bertanggung jawab atas pajak penghasilannya.

    Dalam perhitungan gross, perusahaan akan menjanjikan suatu nominal tertentu yang akan diterima oleh seorang karyawan setiap bulannya sebagai penghasilan bersih. Apabila perusahaan menggunakan metode penggajian dengan cara hitung gross, maka perusahaan wajib memberikan potongan pajak sebesar pajak penghasilan karyawan. Dengan demikian, melalui perhitungan gross karyawan akan menerima gaji yang sudah dipotong pajak.

    Masih menggunakan contoh kasus yang dialami oleh Risa, dalam perhitungan pajak gross, otomatis perusahaan XYZ akan memotong gaji pokok untuk pembayaran pajak sebesar Rp 190.000,- kepada Risa. Perhitungan gaji Risa sebagai karyawan di perusahaan XYZ dapat dituliskan sebagai berikut:

  4. Metode Hitung Gaji dengan Pajak Gross Up

    Apabila dalam perhitungan Pajak Gross total penghasilan yang diterima karyawan setiap bulannya akan dipotong pajak, maka dalam metode hitung gaji dengan pajak gross up, karyawan diberi tunjangan pajak. Artinya, gaji karyawan dinaikkan sebesar jumlah pajak penghasilan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Dalam kasus Risa, maka perhitungan gajinya akan menjadi:

    pph 21, gaji karyawan, pajak, pajak nett, gross, gross up, penggajian, hitung gaji, HR, human resources

Ingin proses penggajian karyawan lebih mudah dan cepat? Manfaatkan sistem payroll yang ada di Sleekr HR. Sleekr Payroll mengintegrasikan semua data secara otomatis. Dengan begitu, pekerjaan administratif HR berkurang drastis dan Anda pun bisa menghemat banyak waktu. Segera daftarkan perusahaan Anda untuk menggunakan Sleekr HR sekarang juga. Semoga bermanfaat!