We are hiring!
Undang demo
×

Perlukah Startup Anda Melakukan Skalabilitas?

Akhir-akhir ini banyak startup, khususnya di bidang teknologi, yang mulai mengaplikasikan skalabilitas dalam bisnis mereka. Berbagai alasan muncul, mulai dari efisiensi hingga peningkatan performa bisnis. Namun satu yang jadi tujuan mereka: kemajuan startup itu sendiri.

Skalabilitas pada sebuah bisnis memang menjanjikan sebuah startup untuk dapat menghasilkan profit serta valuasi besar terhadap bisnis mereka. Sayangnya, tidak semua tipe startup harus memaksakan diri untuk memasukkan skalabilitas ke dalam startup mereka. Bahkan ada tipe startup yang justru tidak cocok untuk mengimplementasikan skalabilitas ke dalam model bisnis mereka.

Lalu, bagaimanakah cara mengetahui apakah startup Anda benar-benar butuh skalabilitas untuk mengembangkannya?

Akhir-akhir ini, mulai banyak tekanan pada pebisnis muda. Tekanan tersebut adalah usaha dalam membangun skalabilitas pada startup, bukannya fokus terhadap usaha mereka dengan menggunakan model bisnis yang lain. Padahal, belum tentu sebuah startup membutuhkan hal tersebut untuk dapat maju. Ujung-ujungnya, hal tersebut malah membuang waktu.

Memang benar bahwa banyak venture capital yang malas untuk berinvestasi kepada startup yang tidak memiliki skalabilitas. Meski demikian, asumsi ini masih diperdebatkan dan tentu semua keputusan kembali lagi ke Anda sebagai pemilik startup.

Artinya, Anda tidak perlu mengubah keaslian bisnis Anda. Perlu diingat, bahkan perusahaan venture capital bukanlah sebuah bisnis yang menerapkan skalabilitas pada model bisnis mereka.

Selalu ada pebisnis yang lebih cocok untuk membuat perusahaan web design, clothing label, atau konsultan bisnis ketimbang membuat platform software. Inilah yang menyebabkan kenapa tidak semua startup dapat mengaplikasikan skalabilitas pada setiap model bisnis mereka.

Kembali lagi ke dasar pembentukan sebuah usaha, sebenarnya apa tujuan Anda? Pada dasarnya, ada tiga hal yang harus dipikirkan sebelum memulai sebuah bisnis, antara lain:

  1. Apakah bisnis ini menghasilkan uang?
  2. Apakah bisnis yang Anda bangun akan membanggakan Anda?
  3. Apakah Anda dapat menikmati bisnis tersebut?

Tidak ada penekanan tertentu terhadap tiga poin tersebut. Mana yang lebih penting, bukan jadi persoalan. Yang jelas, ketiga pertanyaan tersebut menjadi sebuah alasan ketika membangun sebuah startup, entah itu karena Anda ingin mendapatkan keuntungan, membuat aset yang dapat dibanggakan, atau mungkin karena Anda ingin menikmati dunia Anda sendiri.

Kesimpulannya, dalam membangun bisnis, yang Anda perlukan adalah fokus terhadap pertumbuhan bisnis, bukan yang lain. Mungkin bagi Anda skalabilitas dalam startup harus Anda lakukan secepat mungkin sehingga dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Anda pun membangun bisnis tanpa memahami tujuan utama Anda. Segala hal dilakukan termasuk mempekerjakan tim dalam jumlah yang besar hingga membangun kantor cabang di mana-mana.

Mungkin hal ini akan membantu Anda untuk meningkatkan penghasilan startup di kemudian hari. Namun bila startup Anda masih belum sanggup melakukannya, jangan lakukan. Hal ini justru akan menjerumuskan startup Anda dalam jurang kehancuran. Fokuslah terhadap pertumbuhan yang konstan dengan model bisnis Anda sendiri. Cintai bisnis Anda. Skalabilitas bukanlah target utama dalam mengembangkan bisnis.

Membangun bisnis yang benar bukanlah membangun sesuatu yang semua orang inginkan, melainkan bisnis yang Anda inginkan. Bisnis ini adalah bisnis yang dapat Anda lihat perkembangannya dalam 10 sampai 15 tahun ke depan. Bisnis ini adalah bisnis di mana Anda dapat mengorbankan darah, keringat, air mata, dan waktu Anda di mana semua orang hanya pergi begitu saja. Bisnis ini adalah bisnis yang memanggil Anda.

Dalam proses skalabilitas tentunya perusahaan membutuhkan adanya sistem yang membantu berkembangnya perusahaan. Karyawan sebagai aset utama dalam hal ini juga harus dimanajemen dengan baik. Sleekr, sebagai software HR Andalan yang Dicintai Karyawan dapat menjadi solusi bagi Anda. Daftarkan perusahaan Anda secara gratis sekarang juga.