We are hiring!
Undang demo
×

5 Tips Mengatasi Karyawan Underperformance

Karyawan underperformance dapat menyebabkan turunnya produktivitas dan performa perusahaan. Karyawan yang kurang siap, tidak fokus, serta tidak berperforma bagus atau underperform dapat menghancurkan kehidupan sebuah bisnis. Ketika diatur dengan baik, karyawan dapat menjadi aset terbaik dalam sebuah perusahaan. Namun bila sebaliknya, mereka justru dapat menarik perusahaan menuju jurang kegagalan.

Mengatur karyawan agar dapat kembali ke performa terbagusnya sebenarnya tidak sulit. Perlu diingat, meskipun masalah terbesar pada seorang karyawan underperformance terletak pada kelakuannya, pada dasarnya orang tersebut dipekerjakan berdasarkan kemampuan, keahlian, serta perangainya. Untuk itulah seorang pemimpin harus mampu mendekati karyawan tersebut dan membantunya kembali siap bekerja dalam performa yang maksimal. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi karyawan underperformance.

  1. Berikan Feedback yang Jelas

    Sebelum menegur seorang karyawan tentang pekerjaan mereka, berikan orang tersebut feedback sejelas mungkin. Bila kualitas pekerjaannya menurun, bicarakan hal tersebut dengan karyawan Anda. Bicarakan apa yang harus diubah, bagaimana dia dapat memperbaiki performanya, serta manajemen waktu yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Sesekali, semua orang butuh dorongan ke arah yang benar.

  2. Dengarkan Pendapatnya

    Berkomunikasi adalah jalan dua arah dan seorang pemimpin harus bersiap untuk mendengarkan apa pendapat karyawan. Apakah ada alasan kenapa perubahan kelakuan tersebut terjadi? Apakah karyawan tersebut berhenti berusaha lebih keras karena kurang senang dengan sesuatu? Kuncinya adalah menguak penyebab dari sebuah masalah.

  3. Tunjukkan Kecemasan Perusahaan

    Bila penurunan performa tersebut mampu memengaruhi lebih dari satu orang, usahakan untuk mengungkapkannya. Bila satu orang meras dibebani oleh pekerjaannya, kemungkinan besar orang di sekitarnya juga akan merasakan hal yang sama.

    Salah satu cara yang tepat untuk mengatasi situasi ini adalah mengadakan rapat dengan setiap departemen terkait untuk membicarakan budaya perusahaan: Apa yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan performa serta berapa banyak anggota dalam satu tim tersebut yang mampu menyelesaikannya? Di awal rapat, ada baiknya untuk mengatakan bahwa rapat ini merupakan forum terbuka di mana semua karyawan boleh membicarakan apapun tanpa perlu ada ketakutan akan hukuman atau sejenisnya.

    Tekankan bahwa tujuan rapat ini adalah untuk menemukan solusi kepada setiap masalah yang dimiliki, bukan kesempatan untuk curhat. Pendekatan ini akan membantu para karyawan agar merasa dihargai sekaligus sebagai bagian dari perkembangan perusahaan.

  4. Cari Tahu Apa yang Membuat Karyawan Merasa Senang

    Sangat sulit untuk mengatur seseorang tanpa tahu apa yang membuatnya merasa senang. Sempatkan untuk mengenal lebih dalam karyawan Anda: apa yang jadi tujuan jangka panjangnya, aspirasinya, serta bagaimana mereka memandang karir mereka dalam satu atau tiga tahun mendatang.

    Sering kali penurunan performa seorang karyawan muncul dari kurang dihargainya orang tersebut (sebagai akibat dari terlalu banyaknya pekerjaan yang dibebankan kepada orang tersebut atau bahkan di luar keahliannya). Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan memahami orang yang bersangkutan. Dengan mengetahui hal tersebut, Anda akan dengan mudah memastikan karyawan yang cocok untuk ditempatkan di tugas serta peran yang tepat.

  5. Membuat Tujuan Performa Bersama

    Sangat penting untuk melibatkan karyawan dalam membuat target performa individual. Tanyakan pada karyawan apa yang ingin mereka tingkatkan, apa yang mereka ingin raih, dan keahlian baru apa yang ingin mereka pelajari. Dengan mengajaknya menentukan tujuan, Anda secara tidak langsung memotivasi karyawan untuk bekerja lebih keras dan lebih giat demi hasil yang lebih baik.

Mengajak seseorang untuk kembali ke performa terbaiknya sebenarnya tidak sulit. Sebagai pemimpin, yang Anda butuhkan hanyalah pemahaman dan pengertian yang lebih terhadap karyawan. Apa yang jadi kendala serta masalah penyebab terjadinya underperformance. Atasi masalah yang muncul agar performa mereka kembali seperti sedia kala.

Sebagai Pelaku HR tentunya Anda perlu untuk memiliki sebuah sistem yang dapat memantau manajemen karyawan di perusahaan. Sistem yang memungkinkan adanya service mandiri bagi para karyawan mengenai administrasi personalianya. Software HRD dan Payroll yang terintegrasi seperti Sleekr adalah salah satu solusinya. Daftarkan perusahaan Anda secara gratis sekarang.