Cara Memaksimalkan Pengaruh dan Peran HRD bagi Perusahaan

August 13, 2018 Human Resources (HR)

Setiap perusahaan tentu menginginkan kenaikan jumlah produktivitas. HRD sebagai tim yang khusus menangani sumber daya manusia (SDM) dalam perusahaan ini dianggap memiliki peranan penting untuk meningkatkan jumlah produktivitas. Caranya adalah dengan memaksimalkan pengaruh dan peran HRD bagi perusahaan.

Sebelum mengetahui bagaimana cara untuk memaksimalkan pengaruh dan peran HRD bagi perusahaan, ada baiknya untuk mengtahui definisi dan tugas HRD dalam suatu perusahaan. Simak penjabarannya pada dua poin di bawah ini.
Pengaruh HRD, peran HRD, HRD, karyawan, perusahaan, pengaruh karyawan, peran karyawanPengaruh dan peran HRD sangatlah besar terhadap perkembangan karyawan di perusahaan. (Image Source: Unsplash)

  1. Definisi HRD

    Human Resource Development atau yang lebih sering dikenal dengan HRD adalah bagian dari perusahaan yang menangani pengelolaan dan pengembangan SDM. Dalam kacamata awam, kerja HRD ini biasanya terlihat saat proses interview atau perekrutan karyawan baru. Padahal, lebih dari itu, HRD juga menangani berbagai hal lain seperti mengurus payroll dan merekap absensi karyawan.

    Untuk menunjang produktivitas perusahaan, divisi yang satu ini memiliki peranan yang sangat krusial. Alasannya, divisi ini bertanggung jawab terhadap SDM yang menggerakkan perusahaan. Tanpa adanya kinerja HRD yang bagus, maka produktivitas perusahaan juga akan dipertaruhkan.

  2. Tugas HRD dalam perusahaan

    Setelah mengetahui definisi dari HRD, Anda perlu mengetahui dengan pasti apa tugas HRD supaya tidak terjadi miskonsepsi. Seperti yang telah disebutkan di atas, HRD biasanya akan terlihat pada masa perekrutan karyawan baru. Mereka bertugas melakukan interview pada kandidat karyawan. Namun, apakah tugas HRD dalam sebuah perusahaan terbatas hanya pada hal itu saja?

    Secara garis besar, tugas HRD dalam perusahaan mencakup segala proses yang berkaitan dengan pengembangan skill, konsep, dan etika kerja. HRD juga bertanggung jawab atas segala upaya untuk memperoleh pengetahuan tambahan yang dapat menyokong kinerja setiap elemen dalam perusahaan.

    Dalam setiap perusahaan, tugas HRD bisa berbeda-beda. Hal ini tergantung pada seberapa besar perusahaan, jumlah SDM yang ada dalam perusahaan, serta kebutuhan lain perusahaan. Tetapi, pada dasarnya, HRD di mana pun menawarkan dua macam servis, yakni servis adminitratif dan servis strategis.

    Setelah mengetahui definisi dan tugas-tugas HRD, kini saatnya mengetahui bagaimana caranya supaya Anda dapat memaksimalkan pengaruh dan peran HRD bagi perusahaan Anda. Untuk dapat memaksimalkan pengaruh dan peran HRD, Anda harus mengetahui dan memahami dengan baik bagaimana seharusnya HRD berperan dalam perusahaan.

  3. HRD merupakan sebuah jembatan

    Di dalam dunia kerja, konflik antar elemen dalam perusahaan akan sering ditemui. Konflik yang memiliki konsekuensi paling besar mungkin adalah konsep yang terjadi antara karyawan dengan atasan mereka. Anda tentu sering mendengar kasus di mana seseorang meninggalkan perusahaan karena mengalami konflik dengan atasannya.

    Untuk mengurangi potensi adanya konflik antara karyawan dan atasan dalam perusahaan Anda, HRD harus mampu menjembatani kedua pihak tersebut. HRD tidak boleh memihak apabila konflik seperti ini terjadi. Keberpihakan HRD menandakan bahwa dalam perusahaan terjadi sebuah kesenjangan yang mana tidak baik bagi produktivitas.

    Supaya HRD dapat menjadi jembatan yang baik antara atasan dan karyawan, tim HRD harus memahami dengan baik desk job masing-masing. Tujuannya adalah supaya ketika terjadi konflik di antara kedua pihak, HRD dapat memilah hak dan kewajiban mereka sehingga duduk permasalahannya dapat diketahui dengan jelas.

  4. HRD harus fleksibel

    Divisi HRD dalam perusahaan merupakan divisi yang unik. Tidak seperti divisi finansial, legal, hingga IT yang memiliki batasan jelas dalam area kerja mereka, HRD memiliki area kerja yang lebih luas dan tidak bersekat. Kerja tim HRD bisa melompat dari satu divisi ke divisi lainnya di dalam perusahaan.

    Hal ini dikarenakan HRD bertanggung jawab atas seluruh sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan tanpa membeda-bedakan asal divisi mereka. Tidak ada sejarahnya tim HRD hanya mengurus divisi finansial saja dan menelantarkan divisi IT perusahaan. Jika diibaratkan, HRD bagaikan guru bimbingan konseling di sekolah-sekolah.

    Oleh karena itu, tim HRD harus memiliki sifat yang fleksibel. Fleksibel di sini maksudnya adalah tim HRD harus dapat memahami dengan baik setiap divisi perusahaan. Setiap elemen dalam perusahaan memiliki ciri khas yang khusus. Menimbang hal tersebut, HRD juga harus mampu menempatkan diri pada tiap-tiap posisi yang ada dalam perusahaan.

  5. HRD tidak boleh takut berinovasi

    Untuk mengembangkan perusahaan, banyak perusahaan akan meniru perusahaan lain yang lebih dulu sukses. Namun, langkah ini dinilai kurang tepat untuk kelangsungan perusahaan. Hal tersebut dikarenakan tiap-tiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Lakukanlah inovasi guna meningkatkan solidaritas karyawan Anda.

    Misalnya, berdasarkan data absensi, Anda menyadari bahwa sebagian besar karyawan selalu datang telat. Walau mungkin hanya telat beberapa menit, hal tersebut tetap tak bisa dibiarkan karena menunjukkan kedisiplinan yang kurang. Oleh sebab itu, Anda bisa melakukan inovasi seperti mengadakan kontes dengan hadiah menarik untuk memotivasi karyawan datang tepat waktu.

Departemen HRD dalam kantor Anda berpotensi untuk mengeluarkan kekuatan luar biasa jika digunakan dengan tepat. Mereka akan membantu Anda meningkatkan produktivitas perusahaan jika Anda tahu bagaimana memanfaatkan mereka. Arahkanlah tim HRD perusahaan Anda supaya pengaruh dan perannya dapat dirasakan seluruh elemen dalam perusahaan Anda.

Untuk membantu Anda dalam menangani HRD, gunakanlah Sleekr HR yang dapat mempermudah pengelolaan hal-hal administratif sehingga Anda bisa fokus pada isu yang lebih penting dan krusial. Dengan begini, produktivitas pun bisa meningkat.