×

Bagi Anda seorang  pekerja Start Up, mungkin belum tahu  apakah peran HR dibutuhkan dan krusial bagi perusahaan yang memiliki tingkat skalabilitas kecil dan menengah. Kebanyakan Start Up memang memiliki jumlah karyawan yang sedikit. Bagi pemula, rata-rata perusahaan kecil memulai  bisnis perusahaannya dengan karyawan yang beranggotakan kurang dari 25 orang. Apakah peran HR dibutuhkan?

Tentu hal ini menjadi pertanyaan dan terpikir apakah peran HR tidak terlalu berpengaruh di dunia Start Up. Sebenarnya HR itu perlu, apalagi  di perusahaan Start Up agar tugas manajerial menjadi lebih mudah dan teratur.

Namun, apa yang dapat dilakukan seorang HR? Dan apa yang harus diketahui oleh seorang HR? Berikut Sleekr telah merangkum 3 hal pokok yang wajib diketahui bagi Anda pelaku HR:

  1. Personality Matters

    Bagi seorang HR Start Up memiliki karyawan baru dan beragam menjadi tantangan tersendiri. Karena kebanyakan HR pun tidak semuanya tahu bagaimana menghadapi karyawan baru, apa yang perlu dilakukannya dan apa yang perlu kita bicarakan dengan dia ketika CEO atau pimpinan kita menyerahkan tugas onboarding kepada kita.

    Pra interview pun juga demikian, terkadang seorang HR belum mengerti betul tentang kepribadian dari para karyawannya. Hal ini sebenarnya berpengaruh pada kelangsungan hidup perusahaan di awal dimana mengerti kepribadian karyawan adalah hal yang patut diutamakan.

    Untuk membangun perusahaan Start Up yang sukses, seorang HR harus mengerti kepribadian dan pesona dari masing-masing karyawan sehingga dia tahu bagaimana menempatkan karyawan dan memperlakukannya dengan baik. Jika diperlukan re-role, maka seorang HR akan tahu peran apa yang cocok bagi karyawannya. Memiliki karyawan yang beragam dengan masing-masing tipe kepribadian juga menguntungkan perusahaan karena adanya kolaborasi dari masing-masing pihak.

  1. Be Transparent

    Bagi Start Up, segala informasi yang berkaitan dengan keuangan, internal manajemen dan isu perusahaan menjadi tanggung jawab bersama. Khususnya bagi pimpinan, hal ini menjadi momok tersendiri akan berapa banyak informasi yang mereka dapat berikan kepada karyawannya. Mereka pun sebenarnya ingin karyawan tahu tentang perusahaan dan semua informasi yang dibutuhkan karyawan untuk kerja lebih efektif dan memiliki tujuan.

    Lalu, apa tujuannya dengan peran seorang HR? Karyawan tentu ingin klarifikasi akan pekerjaan mereka dan tujuan mereka di bidangnya. Apa yang ingin mereka capai dan apa yang perusahaan ingin capai. Tentu informasi yang diberikan juga harus hati-hati agar informasi yang diberikan tidak terlalu transparan yang ambigu dan tak menentu.

    Peran HR dibutuhkan sebagai “jembatan” antara pimpinan dengan karyawannya. Sehingga informasi yang hendak diberikan pimpinan tentu dapat disaring melalui HR. HR pun juga memiliki wewenang dalam mengatur performance appraisal, yaitu penilaian terhadap kinerja karyawan.

  1. Why Clarity

    Hanya visi yang jelas dengan alasan yang jelas dapat meningkatkan produktivitas karyawan semakin tinggi. Karyawan akan kerja dengan baik jika mereka bisa membuat keputusan sendiri dan mengetahui tujuan kerja bagi perusahaannya.

    Sebagai pimpinan perusahaan, Anda didorong untuk tahu alasan Anda membentuk perusahaan Anda dan apa tujuan nyata yang dapat diberikan (Why Clarity). Namun, seiring berkembangnya perusahaan, Anda harus mempercayai tim Anda untuk mewakili perusahaan dalam pekerjaan, partner dan masyarakat publik.

    Jika mereka tidak bisa menjelaskan “Why Clarity”, tujuan Anda sebagai founder tidak akan terpenuhi. Pimpinan Start Up harus memiliki waktu untuk memastikan karyawan memiliki visi yang sama dengan pimpinan.

    Apa hubungannya dengan peran sebagai HR? Sebagai HR, tentu balik lagi, Anda akan menjadi sosok penting dalam penyelesaian masalah Why Clarity dan bagaimana Anda menjelaskan esensi perusahaan kepada karyawan. Apalagi dengan perusahaan Start Up yang masih sangat baru, Anda juga dapat dituntut turut andil dalam pembuatan business process. Dikarenakan seorang HR-lah yang akan dituntut untuk mengerti operasional perusahaan di awal agar memudahkan perusahaan mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimilikinya.

Nah, dari topik di atas, tentu Anda menjadi tahu akan hal-hal apa saja yang Anda mesti ketahui sebagai HR. Sleekr dapat membantu Anda juga untuk mengatur karyawan Anda mulai dari urusan personalia, manajemen kinerja hingga business process. Untuk lebih detilnya, lihat disini.

Sleekr HR

Artikel terkait

Tunjangan Hari Raya: Panduan Lengkap dan Cara Menghitung THR

June 12, 2017 Human Resources (HR)

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Beberapa hari sebelum Idul Fitri, Anda diharuskan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para karyawan Anda agar mereka dapat memenuhi berbagai kebutuhan tambahan terkait Idul Fitri. Untuk memastikan bahwa setiap karyawan Anda mendapatkan THR yang sesuai hak mereka, sebaiknya Anda memerhatikan cara menghitung…

Baca selengkapnya