Akibat Salah Hitung Gaji Karyawan Dapat Merugikan Perusahaan

Rishna Maulina August 27, 2019 Keuangan

Akibat Salah Hitung Gaji Karyawan Dapat Merugikan Perusahaan

Bagi perusahaan, gaji karyawan merupakan kewajiban rutin yang harus ditunaikan setiap periode. Apakah sebulan sekali maupun seminggu sekali, tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan. Masalah gaji karyawan merupakan hal yang sangat privacy dan crucial. Jadi, harus dihitung dengan penuh kehati-hatian. Dampak akibat salah hitung gaji karyawan tidak hanya akan dirasakan oleh karyawan yang bersangkutan. Tetapi juga bagi perusahaan. Anda tentu saja tidak mau mengalami kerugian akibat salah hitung gaji karyawan, bukan?

Baca juga: Konsep 3P dalam Penggajian yang Harus Diketahui HR

  1. Dampak Akibat Salah Hitung Gaji Karyawan

    Di bawah ini merupakan dampak yang akan terjadi jika perusahaan melakukan salah hitung gaji karyawan.

    1. Proses pembagian gaji akan terlambat

    Kekacauan yang ditimbulkan akibat salah hitung gaji karyawan akan memberikan berbagai dampak buruk. Salah satunya adalah proses pembagian gaji karyawan akan terlambat. Apabila kesalahan ditemukan sebelum jumlah gaji ditransfer ke bank, maka koreksi harus dilakukan secara secepat. Namun mencari dimana letak kesalahan dan mencari apa saja yang mengakibatkan kesalahan perhitungan tersebut tentu saja tidak mudah.  Akan dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan trace back ke dalam perhitungan yang telah dilakukan. Apalagi jika perusahaan menggunakan formula spreadsheet yang melibatkan multiple sheet atau multiple files. Maka proses pencarian sumber masalah perhitungan gaji juga memerlukan waktu dan ketelitian.

    2. Perusahaan dapat menderita kerugian finansial

    Akibat salah hitung gaji karyawan dapat merugikan perusahaan. Apabila yang terjadi adalah kesalahan hitung gaji yang ditransferkan kepada karyawan lebih besar dari yang seharusnya, maka perusahaan akan merugi

    3. Mendapatkan sanksi berupa denda

    Berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan yang terlambat membayarkan gaji karyawan akan dikenakan denda. Pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban  perusahaan untuk tetap membayarkan gaji kepada karyawan. Pasal 93 Ayat 2 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa pihak perusahaan yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran gaji, maka akan dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari gaji karyawan.

  2. Pahami Cara Hitung Gaji Karyawan

    Agar dapat terhindar dari kesalahan hitung gaji karyawan, maka sebelum melakukan perhitungan gaji, Anda harus mengetahui komponen–komponen gaji. Diantaranya adalah gaji pokok, tunjangan, upah lembur, dan potongan. Selanjutnya, untuk melakukan hitung gaji karyawan Anda harus memahami metodenya. Biasanya yang umum digunakan adalah metode prorata. Dalam metode tersebut, ada dua cara yang dapat digunakan yaitu:

    1. Menghitung jumlah hari kerja dalam satu bulan, lalu menghitung gaji pokok dan tunjangan yang telah ditetapkan perusahaan. Kemudian menghitung upah per jam dibagi dengan 173 jam kerja. Lalu dimasukkan ke dalam rumus berikut ini “Jumlah hari kerja dalam sebulan x jumlah jam kerja dalam sehari x upah per jam”.

    2. Membagi gaji tahunan full time dengan 52 jam kerja. Lalu menghitung tarif per jam karyawan. Selanjutnya menghitung gaji mingguan karyawan dengan cara mengalikan tarif per jam karyawan dengan 28 jam kerja per minggu. Gaji bulanan karyawan dihitung dengan cara mengalikan gaji mingguan dengan 52 minggu. Dan gaji tahunan karyawan dihitung dengan dibagi 12 bulan gaji.

  3. Pilih Software Perhitungan Gaji Yang Tepat

    Menggunakan software khusus dalam proses penggajian karyawan merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan oleh perusahaan besar maupun perusahaan yang sedang berkembang. Karena akan sangat membantu tim HR perusahaan dalam melakukan penggajian terlebih jika perusahaan tersebut memiliki jumlah karyawan yang tidak sedikit. Selain itu, karena penggajian merupakan sebuah hal yang sensitif karena menyangkut upah karyawan maka kesalahan dalam perhitungan gaji dapat berpengaruh terhadap performa karyawan. Untuk menghindari kesalahan hitung gaji karyawan, maka setiap perusahaan dituntut untuk cerdas dalam memilih software yang tepat. Memang hingga saat ini ada berbagai penyedia software payroll yang dapat ditemui di internet. Tapi tidak semua software payroll yang ditawarkan tersebut dapat sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh perusahaan Anda. Bahkan tidak jarang, fitur-fitur tambahan yang diberikan justru dapat membuat fitur utama dari software payroll tersebut tidak berfungsi dengan baik.

Baca juga: Contoh Slip Gaji Karyawan PKWTT, PKWT, dan Harian

Dampak akibat salah hitung gaji karyawan memang sangat mengerikan dan merugikan baik bagi perusahaan maupun bagi karyawan. Namun Anda patut lega, karena ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghindari kesalahan perhitungan penggajian. Seperti meningkatkan ketelitian dan melakukan pengecekan ulang terhadap data-data yang digunakan untuk melakukan perhitungan gaji. Akibat hitung gaji karyawan akan semakin minim jika Anda menggunakan software HR yang dilengkapi dengan fitur payroll seperti Sleekr. Dengan Sleekr, proses hitung gaji karyawan dan distribusinya akan diselesaikan dengan praktis dan akurat. Untuk mendapatkan informasi selengkapnya mengenai fitur-fitur Sleekr, Anda dapat mengajukan demo Sleekr sekarang juga!