Strategi Tepat Menghindari Kecurangan Keuangan (Fraud) pada Bisnis

April 24, 2018 Accounting, Bisnis

Dalam melangsungkan kegiatan akuntansi, melakukan kesalahan merupakan hal yang wajar. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua kesalahan tersebut dapat ditoleransi. Pasalnya, ada dua jenis kesalahan dalam akuntansi, yakni kekeliruan (error) dan kecurangan akuntansi atau keuangan (fraud). Fraud inilah yang perlu diwaspadai lebih mendalam karena pelakunya kemungkinan besar sengaja melakukannya, berbeda dari kesalahan error yang idealnya memang tidak disengaja dilakukan.

Fraud dapat dikatakan sebagai tindakan curang yang dilakukan dalam berbagai cara, dengan tujuan untuk mengelompokkan diri/kelompok atau merugikan pihak lain. Karena fraud cenderung dilakukan secara sengaja, biasanya karyawan atau pihak yang melakukannya akan berusaha menyembunyikan kecurangan akuntansi tersebut. Itulah kenapa fraud biasanya lebih susah terdeteksi daripada error.

Kabar baiknya, fraud dalam bisnis masih bisa dicegah. Beberapa caranya dapat Anda simak di bawah ini.
fraud, kecurangan akuntansi, akuntansi,  transaksi, pencatatan, software akuntansi, laporan keuangan, akuntan, bisnis
Meski dampaknya sangat berbahaya bagi bisnis, untungnya fraud atau kecurangan masih dapat dicegah. (Source: Unsplash)

  1. Jenis-jenis fraud pada bisnis

    Fraud pada bisnis memiliki berbagai jenis berbeda. Jenis-jenis ini terbagi berdasarkan dua hal, yakni pelaku dan tindakan. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

  2. Jenis fraud berdasarkan pelaku:

    Employee fraud – kecurangan akuntansi yang dilakukan oleh pegawai dalam perusahaan atau organisasi kerja.

    Management fraud – kecurangan akuntansi yang dilakukan oleh manajemen dengan menggunakan laporan keuangan sebagai sarananya. Biasanya mereka bertujuan mengelabui pemegang kepentingan (stakeholders) perusahaan.

  3. Jenis fraud berdasarkan tindakan:

    Misappropriation of assets – penyalahgunaan aset perusahaan yang dilakukan secara sengaja demi kepentingan pribadi, biasanya lebih sering dilakukan karyawan, contohnya seperti penggelapan dana kas perusahaan.

    Fraudulent financial reporting – sengaja mengabaikan jumlah dan pencatatan laporan keuangan untuk menipu para pengguna laporan, biasanya lebih sering dilakukan pihak manajemen, contohnya seperti overstating asset.

  4. Faktor terjadinya fraud pada bisnis

    Baik dilakukan oleh karyawan atau pihak manajemen, terjadinya fraud pada bisnis umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam hal ini, faktor pendorong terjadinya fraud dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:

  5. Faktor individu

    Kebutuhan – hal ini berkaitan dengan mindset dan pandangan karyawan atau manajemen terhadap aset yang dimiliki perusahaan, biasanya pelaku memiliki kebutuhan mendesak sehingga “memaksanya” untuk melakukan perbuatan curang.

    Tekanan – adanya tekanan atau pressure dari lingkungan sekitar bisa saja membuat orang yang jujur jadi memiliki motif untuk berbuat kecurangan akuntansi, misalnya karena peer pressure dari teman-teman sekantor atau tertekan kebutuhan.

    Ketamakan – hal ini masih berhubungan dengan moral seseorang, yang mana dipengaruhi oleh lingkungan dan pandangan hidupnya.

  6. Faktor umum

    Kesempatan – kesempatan berbuat curang selalu ada di setiap level karyawan, tetapi biasanya manajemen perusahaan punya potensi lebih besar untuk melakukan hal tersebut karena akses yang lebih banyak.

    Exposure – adanya fraud dalam perusahaan bisa saja “menginspirasi” karyawan lain untuk melakukan hal serupa, karenanya setiap pelaku seharusnya dikenakan sanksi serius.

  7. Cara mencegah fraud pada bisnis

    Terjadinya fraud pada bisnis tentu dapat membawa kerugian tersendiri. Tak hanya dari segi finansial, tapi juga waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda melakukan langkah pencegahan fraud sejak awal.

  8. Background check terhadap semua karyawan

    Pencegahan fraud pada bisnis sebetulnya sudah dapat Anda lakukan sejak proses merekrut karyawan. Sebelum memanggil seorang kandidat untuk wawancara pekerjaan, sebaiknya lakukan background check terhadap calon karyawan, terutama apabila ia nantinya akan bekerja dalam bidang akuntansi. Cari tahu apakah ia pernah terlibat perbuatan kriminal, melanggar peraturan di tempat kerja sebelumnya. Lalu, pastikan juga semua informasi yang ada pada CV memang benar terbukti.

  9. Kontrol internal perusahaan

    Kontrol internal adalah rencana atau program yang diterapkan untuk menjaga aset perusahaan, memastikan integritas transaksi dan laporan keuangan, serta mencegah fraud. Cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah dengan membagi tugas dan tanggung jawab pada beberapa karyawan berbeda. Misalnya, Anda bisa menugaskan satu karyawan untuk menangani kasir, satu karyawan untuk  mencatat laporan keuangan, dan satu karyawan sebagai supervisor.

    Selain itu, lakukan pula kontrol internal melalui dokumentasi. Tujuannya untuk membantu Anda memninimalisir risiko terjadinya fraud. Contohnya, jika bukti penjualan terdata dalam dokumen, dalam hal ini laporan keuangan, maka pemilik bisnis bisa secara rutin memantau laporan tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada yang missed. Agar prosesnya berjalan mudah, Anda bisa menggunakan software akuntansi Sleekr Accounting yang berbasis cloud. Dengan begitu, Anda dapat memantau laporan keuangan dari mana pun dan kapan pun bahkan jika sedang tidak di kantor sekali pun.

  10. Terapkan sistem pelaporan fraud secara anonim

    Anda tentu tidak bisa terus menerus pasang mata untuk memantau terjadinya fraud. Oleh sebab itu, terapkan saja sebuah sistem di mana karyawan bisa melaporan tindakan fraud secara anonim jika mereka mengetahuinya. Inilah mengapa Sleekr Accounting dapat sangat membantu. Berbasis sistem cloud, Sleekr Accounting dapat diakses dari mana saja dan kapan saja selama ada akses internet. Dengan begitu, karyawan bisa dengan mudah memantau laporan keuangan. Sebelumnya, jelaskan tindakan-tindakan apa saja yang termasuk fraud dan tanda-tandanya. Beri tahu juga kepada karyawan bahwa laporan mereka akan ditangani secara rahasia.

  11. Meminta bantuan akuntan

    Pertimbangkan untuk merekrut jasa akuntan terpercaya. Selain untuk mengelola finansial, ia juga dapat membantu Anda menjadwalkan audit secara rutin. Biasanya, bila karyawan tahu bahwa perusahaan rutin melakukan audit atau pengecekan, mereka akan cenderung untuk bekerja secara jujur. Di samping itu, akuntan pun bisa membantu Anda menjaga efektivitas kontrol finansial dalam internal perusahaan, terlebih dengan bantuan software akuntansi seperti Sleekr Accounting.

Fraud pada bisnis dapat dicegah semaksimal mungkin selama Anda memiliki sistem akuntansi yang sistematis dan bisa dipantau secara real-time. Sleekr Accounting dapat menjadi pilihan tepat. Mulai dari menyusun laporan keuangan, mengelola invoice, hingga stok gudang, semua bisa dilakukan menggunakan satu software. Segera daftarkan perusahaan Anda untuk menggunakan Sleekr Accounting. Selama masa trial, Anda bisa langsung menghubungi tim kami jika mengalami kesulitan tanpa dipungut biaya tambahan!