×

Strategi Efektif Rekrutmen Karyawan dengan Employer Branding

April 4, 2018 Human Resources (HR)

Employer branding merupakan strategi efektif dalam pelaksanaan rekrutmen karyawan baru di perusahaan Anda. Dapat dikatakan bahwa employer branding menjadi sebuah gambaran terbaik yang bisa diberikan kepada para pelamar agar mereka yakin untuk menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Tentu saja, sebagai pelamar mereka harus memiliki alasan yang cukup kuat sebelum memutuskan bergabung bersama perusahaan Anda.

Dalam hal ini, perusahaan startup yang baru saja berdiri cenderung kesulitan menemukan karyawan dengan skill dan pengalaman yang mumpuni. Tak heran jika sebagai penyedia lowongan pekerjaan, Anda dituntut untuk meyakinkan kandidat karyawan, bahwa apa yang ditawarkan perusahaan Anda lebih baik daripada apa yang mereka miliki sekarang, atau daripada apa yang ditawarkan oleh perusahaan kompetitor lainnya.

Strategi rekrutmen karyawan melalui employer branding mengacu pada usaha menarik kandidat-kandidat terbaik yang dibutuhkan. Perusahaan terlebih dulu wajib memahami motivasi dan aspirasi dari karyawan-karyawan potensial tersebut. Hal ini mencakup anggapan mereka terhadap nilai-nilai, cara kerja, dan sistem-sistem yang berlaku dalam perusahaan.

Lantas, bagaimana strategi efektif rekrutmen melalui employer branding ini dilaksanakan?
Karyawan, rekrutmen karyawan, employer branding, perusahaan, bisnis, HR, human resources, SDM, sumber daya manusiaEmployer branding dapat meyakinkan calon karyawan untuk bekerja di perusahaan Anda. (Source: Unsplash)

  1. Cari Kelebihan dari Perusahaan Anda

    Sebagai pendiri startup atau unit usaha kecil menengah (UKM), bukan hal yang mudah untuk mendapatkan perhatian para pencari kerja. Untuk itu, cobalah memahami apa yang membedakan nilai jual produk Anda dibandingkan dengan bisnis serupa. Dengan demikian, Anda dapat menciptakan produk inovatif lainnya. Hal ini secara tidak langsung akan menciptakan kebanggaan dan loyalitas bagi calon karyawan perusahaan.

  2. Tunjukkan Visi dan Misi Perusahaan

    Pelamar yang akan mengikuti rekrutmen di suatu perusahaan tidak semata-mata hanya tertarik dengan kelebihan perusahaan serta gaji yang ditawarkan kepada mereka. Banyak di antara para pelamar yang mempertimbangkan pula dari segi visi dan misi perusahaan, terlebih bagi mereka yang ingin turut andil dalam menciptakan perubahan sosial. Menunjukkan visi dan misi sebagai strategi efektif rekrutmen karyawan melalui employer branding akan memudahkan Anda dalam menemukan talent terbaik yang dibutuhkan perusahaan.

  3. Memelihara Budaya Positif

    Budaya kerja yang positif tentu menjadi modal terbesar yang mampu memperkuat jalannya perusahaan Anda. Tak heran jika dengan memelihara budaya positif karyawan di perusahaan, Anda akan bekerja dengan lebih maksimal. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan rekrutmen karyawan dengan employer branding ini Anda perlu memperhatikan jenis budaya kerja seperti apa yang ingin dibangun. Terlebih 83% calon karyawan akan menilai budaya positif di perusahaan Anda sebelum memutuskan untuk bergabung.

  4. Mengamati Media Sosial Kandidat

    Di era milenial seperti saat ini, karyawan pasti akan menggunakan platform seperti Facebook, LinkedIn, Twitter, Glassdoor, dan Indeed untuk berbagi pengalaman mereka. Bahkan, Glassdoor melaporkan bahwa 70% orang melihat ulasan sebelum mereka membuat keputusan karir. Beberapa platform media sosial tersebut dapat menjadi sumber umpan balik yang berharga untuk menciptakan nilai perusahaan Anda di mata calon pelamar selama proses rekrutmen karyawan.

  5. Perlakukan Pelamar Seperti Pelanggan

    Salah satu strategi efektif rekrutmen karyawan dengan employer branding yang sering luput dari perusahaan adalah Anda bersikap bahwa mereka lah yang membutuhkan keberadaan Anda. Tentu saja hal ini bukanlah tindakan yang tepat. Pelamar dan perusahaan saling membutuhkan satu sama lain. Dengan demikian, sebagai pencari kerja mereka tentu akan mencari tahu lebih lanjut tentang perusahaan Anda, proses seleksi, hingga ulasan tentang pengalaman pelamar lain yang pernah mengikuti rekrutmen di perusahaan Anda. Pastikan bahwa perusahaan telah memberikan perjalanan yang positif, konsisten, adil, dan menarik.

  6. Merancang Sistem Kompensasi yang Menarik

    Jangan lupa bahwa beberapa calon karyawan mungkin saja berminat dengan kesempatan mendapatkan penghasilan lebih banyak. Pastikan Anda telah merancang sistem kompensasi yang menarik bagi mereka. Lakukan dengan memasukkan perhitungan PPh 21 dan BPJS Ketenagakerjaan atau BPJS Kesehatan pada gaji mereka. Dengan begitu, karyawan dapat merasakan jerih payahnya diapresiasi dengan baik oleh perusahaan. Apabila terdapat cukup banyak fresh graduate, jangan ragu untuk memberikan pelatihan gratis bagi mereka sebagai bagian dari sistem kompensasi tersebut.

  7. Manfaatkan Kecanggihan Teknologi

    Teknologi memberikan dorongan besar pada perusahaan Anda untuk mendapatkan karyawan terbaik melalui saluran komunikasi yang lebih baik dan dapat meningkatkan pengalaman para pelamar. Tentu saja, teknologi dapat menyederhanakan keterlibatan kandidat, pencarian kerja, penilaian, dan proses seleksi, serta penjadwalan wawancara dan umpan balik. Berkat teknologi, semua tim perekrutan dapat memberikan pengalaman luar biasa yang secara otomatis mampu memperkuat merek perusahaan.

Sleekr HR menjadi salah satu terobosan teknologi mutakhir untuk sistem HR yang lebih baik di perusahaan Anda. Ini adalah software HR pertama di Indonesia yang dapat memudahkan Anda dalam mengatur administrasi dan database, payroll, BPJS, hingga PPh 21. Bahkan karyawan dapat mengajukan cuti dan mengklaim bonus secara lebih efektif dan efisien. Dengan menggunakan Sleekr HR, Anda tak perlu menggaji lebih banyak karyawan HR. Tertarik mencoba?

Artikel terkait

Perbedaan Hak Pesangon bagi Karyawan yang Resign dan di-PHK

March 9, 2017 Human Resources (HR)

Seringkali pesangon menjadi hal yang cukup dilihat oleh karyawan dari perusahaan tempatnya bekerja. Mengundurkan diri dari perusahaan adalah hal yang umum dilakukan. Alasannya bisa dilatarbelakangi oleh banyak hal, mulai dari mendapatkan tempat kerja baru yang lebih menjanjikan atau memang karena sudah bosan. Namun yang jelas, pengunduran diri selalu dilakukan atas dasar kemauan karyawan sendiri. Baca…

Baca selengkapnya