Perbedaan Cuti Bersama dan Cuti Tahunan, Beserta Aturannya!


Manfaat Pengajuan dan Persetujuan Cuti Online dengan Aplikasi HR

Cuti merupakan hak karyawan yang harus diberikan perusahaan. Menurut Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perusahaan wajib memberikan cuti kepada karyawan dan karyawan akan tetap mendapat gaji meskipun sedang mengambil cuti. Cuti sendiri memiliki berbagai macam jenisnya, salah satunya adalah cuti bersama dan cuti tahunan.

Kedua jenis cuti ini adalah cuti yang biasanya masih menimbulkan berbagai pertanyaan. Tidak dipungkiri juga bagi Anda yang mungkin masih awal di bidang HR dan segala ketentuan administrasinya, termasuk pengelolaan cuti karyawan. Maka dari itu, mari simak beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai perbedaan cuti bersama dan cuti tahunan.

  1. Perbedaan Cuti Tahunan dan Cuti Bersama

    Perbedaan Cuti Bersama dan Cuti Tahunan, Beserta Aturannya! Cuti tahunan merupakan cuti yang diberikan perusahaan bagi karyawan yang sudah bekerja minimal 1 tahun dan jumlahnya 12 hari setiap tahunnya atau minimal 1 hari setiap bulan. Beberapa perusahaan justru sudah memberikannya kepada karyawan sejak mereka sudah lulus dari masa percobaan bagi karyawan baru. Cuti tahunan ini kadang ditambah harinya oleh perusahaan untuk beberapa jabatan atau posisi tertentu dalam perusahaan.

    Jika karyawan yang bekerja kurang dari 1 tahun dan sudah ingin mengambil cuti tahunan ini, perusahaan berhak untuk menolak permohonan cuti tersebut. Pilihan lainnya adalah diterima kemudian perusahaan berhak memotong gaji karyawan tersebut sesuai dengan jumlah hari yang diambil. Cuti tahunan yang seperti ini biasa disebut dengan cuti diluar tanggungan.

    Cuti bersama merupakan cuti yang diberikan ketika ada hari besar keagamaan. Mulai tahun 2008, cuti bersama hanya diberikan ketika sebelum dan sesudah hari raya Idulfitri bagi karyawan yang beragama Islam dan hari-hari sebelum dan sesudah hari natal bagi karyawan yang beragama Kristen dan Katolik. Cuti bersama biasanya diberikan kepada karyawan tanpa harus mengajukan permohonan cuti sebelumnya. Cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan yang dikaitkan dengan cuti tahunan. Artinya, cuti ini dibebaskan kepada karyawan untuk mengambilnya atau tidak. Maka bagi perusahaan swasta, cuti bersama biasanya akan memotong jatah cuti tahunan karyawan.

  2. Aturan Terkait Cuti Tahunan & Cuti Bersama

    Perbedaan Cuti Bersama dan Cuti Tahunan, Beserta Aturannya!a. Setiap karyawan yang mengambil cuti tahunan berhak mendapat gaji atau upah secara utuh sama dengan ketika karyawan tersebut tidak mengambil cuti. Namun tidak mendapatkan tunjangan yang perhitungannya berdasarkan kehadiran karyawan. Misal tunjangan makan atau tunjangan transportasi.

    b. Cuti bersama merupakan bagian dari pelaksanaan cuti tahunan, sehingga cuti bersama juga akan mengurangi jumlah hari pada cuti tahunan.

    c. Setiap karyawan yang tidak mengambil cuti bersama atau tetap bekerja tidak akan mengurangi hak cuti tahunannya.

    d. Baik cuti bersama maupun cuti tahunan diatur oleh perusahaan yang telah disepakati oleh karyawan pada saat melakukan perjanjian kerja. Sehingga perizinannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan. Maka semuanya tergantung pada kesepakatan personal antara karyawan dan pimpinan perusahaan.

    e. Apabila terdapat karyawan yang mengajukan cuti tambahan saat cuti tahunan yang diajukan sebelumnya sudah habis karena, misal sakit. Maka perusahaan dapat memasukkan cuti tambahan tersebut sebagai pengurang cuti tahunan.

    f. Karyawan yang mengalami kecelakan di saat bekerja sehingga harus dirawat di rumah sakit akan secara otomatis mendapatkan cuti sakit sampai yang bersangkutan sembuh dan dapat bekerja kembali. Hal ini tidak akan mengurangi cuti tahunan.

    g. Cuti tahunan tidak akan diberikan kepada karyawan yang pada tahun tersebut sudah mengambil cuti besar. Cuti besar diberikan kepada karyawan yang sudah bekerja paling sedikit 6 tahun. Karyawan akan mendapat cuti selama 30 hari di tahun ke 7 dia bekerja dan 30 hari lagi di tahun ke 8 dia bekerja. Cuti ini berlaku kelipatan, artinya di tahun ke 13 dia akan mendapatkan lagi. Prakteknya pun tidak harus diambil selama 30 hari berturut-turut.

Apabila Anda merasa kesulitan dalam menghitung perekapan cuti karyawan, Anda dapat menggunakan bantuan aplikasi HR. Bahkan karyawan yang akan cuti dapat melakukan pelaporan cuti secara online. Artinya karyawan tersebut tinggal mengunggah bukti perizinan cuti melalui gawai masing-masing dengan akun yang sama dengan akun untuk melakukan absensi online. Tim HR juga tidak perlu mengecek satu persatu karyawan yang mengajukan cuti karena data tersebut sudah akan diolah bersamaan dengan absensi karyawan dan slip gaji.

Tim HR mungkin akan pusing membayangkan penghitungan gaji, laporan cuti, dan sebagainya mengingat banyaknya karyawan dan beragamnya jumlah hari yang mereka ambil untuk cuti. Aplikasi HR Sleekr hadir untuk membantu pekerjaan Anda para HR perusahaan manapun. Dengan harga yang bersahabat, pekerjaan mengenai data absensi dan cuti akan dengan mudah terselesaikan. Gunakan Sleekr dan coba demo Sleekr di sini.