Flexi Time: Jenis, Aturan, dan Keuntungannya Bagi Karyawan


Flexi Time: Jenis, Aturan, dan Keuntungannya Bagi Karyawan

Setiap perusahaan memiliki sistem bekerja yang sangat beragam. Sistem kerja yang sangat sering ditemukan adalah semua karyawan datang dan pulang bekerja pada waktu atau jam yang telah ditentukan oleh perusahaan. Masuk pada jam 08.00 pagi dan pulang pada jam 16.00. Sehingga total waktu bekerja para karyawan setiap hari adalah 8 jam. Setiap minggunya juga berkisar antara 40 hingga 48 jam, tergantung pada jumlah hari kerja yang diberlakukan perusahaan 5 hari kerja atau 6 hari kerja.

Namun sekarang ini, ada sistem bekerja yang berbeda dan mulai banyak perusahaan yang menerapkannya. Sistem ini adalah Flexible Working Time atau biasa disingkat menjadi Flexi Time. Flexi Time memiliki keuntungan dan tantangan yang berbeda dengan sistem kerja pada umumnya. Berikut penjelasan mengenai Flexi Time.

  1. Pengertian dan Jenis Flexi Time

    Flexi Time: Jenis, Aturan, dan Keuntungannya Bagi KaryawanFlexible Working Time atau Flexi Time adalah sistem pengaturan kerja yang memberi lebih banyak kebebasan kepada karyawan dalam mengatur jam kerja mereka. Flexi Time banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan berskala global yang sulit jika harus menyamakan waktu bekerja karena adanya perbedaan zona waktu di beberapa negara. Flexi Time memegang prinsip bahwa jam berapapun karyawan masuk, asalkan pekerjaan selesai dan waktu yang digunakan memenuhi jumlah jam yang sudah disepakati dalam perjanjian kerja. Di bawah ini adalah beberapa jenis Flexi Time yang sering digunakan:

    a. Fixed Working Hours

    Model fixed working hours yaitu sistem kerja di mana jumlah jam kerja sudah ditentukan untuk semua karyawan. Namun distribusi pembagian jamnya dibebaskan kepada karyawan itu sendiri. Sebagai contoh, setiap karyawan harus memiliki jumlah jam kerja sebanyak 40 jam per minggu. Kemudian perusahaan memberi kebebasan kepada karyawan untuk memilih jam kerja dengan ketentuan 25% karyawan bekerja pada jam 07.00-15.00; 25% karyawan bekerja pada jam 08.00-16.00; 25% karyawan bekerja pada jam 09.00-17.00; dan 25% terakhir dari karyawan bekerja pada jam 10.00-18.00.

    b. Flexible Working Hours

    Model ini adalah sistem kerja di mana karyawan tidak dibatasi jam kerjanya setiap hari. Syarat terpenting yang harus dipenuhi karyawan adalah 40 jam per minggu. Jika karyawan ingin memiliki 4 hari jam kerja, maka ia harus bekerja 10 jam per hari. Atau 5 hari kerja dengan 8 jam per hari seperti karyawan pada umumnya, dan seterusnya. Namun jumlah jam ini tidak harus sama setiap harinya karena dibebaskan oleh para karyawan.

    c. Variable Working Hours

    Model Flexi Time satu ini adalah sistem kerja yang membebaskan karyawan memilih jam kerja yang diinginkan namun ada jam-jam tertentu yang harus dihadiri. Artinya ada jumlah jam tertentu yang harus dipenuhi dan dikerjakan di kantor. Sebagai contoh, karyawan harus masuk setiap jam 09.00-13.00 setiap harinya. Sehingga mereka harus menambah 4 jam lagi yang tidak harus dikerjakan di kantor.

  2. Cara Pengaturan Flexi Time

    Flexi Time: Jenis, Aturan, dan Keuntungannya Bagi KaryawanBagi HR sistem Flexi Time mungkin akan menjadi sistem kerja yang sedikit merepotkan Anda. Namun sistem kerja ini tidak akan menjadi sebuah kesulitan dalam mengelola jika dipersiapkan dengan baik. Ketika perusahaan Anda memutuskan untuk menggunakan salah satu model kerja di atas, pertama Anda harus mempersiapkan perjanjian kerja yang akan ditawarkan kepada karyawan. Pastikan kebijakan perusahaan sudah jelas dalam mengatur jam kerja karyawan. Selain jam kerja, perusahaan juga harus memastikan setiap karyawan memiliki koneksi yang bagus dan stabil sehingga dapat dihubungi kapan pun ketika mereka tidak sedang di kantor atau bekerja di tempat lain.

    Kedua, perusahaan harus menyiapkan teknologi pengelola karyawan yang tepat. Karena perbedaan jam kerja yang kompleks, perusahaan, terutama Anda sebagai HR harus menyiapkan hal tersebut.

  3. Keuntungan Menggunakan Flexi Time

    Flexi Time: Jenis, Aturan, dan Keuntungannya Bagi KaryawanKeuntungan yang didapat jika menggunakan sistem Flexi Time ini kadang belum banyak diketahui. Padahal beberapa keuntungannya bisa saja sesuai dengan kondisi perusahaan Anda saat ini. Flexi Time akan cocok dengan perusahaan yang belum memiliki kantor yang cukup luas karena karyawan yang datang dapat bergantian. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan karyawan meningkat 10% ketika mereka lebih bebas mengatur jam kerja mereka sendiri. Kemudian 74% responden menyatakan kehidupan pribadi mereka dan kehidupan pekerjaan menjadi lebih seimbang ketika jam kerja mereka lebih fleksibel.

Itu tadi beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai sistem kerja Flexi Time. Anda sebagai HR dapat mengusulkan hal ini kepada perusahaan jika memang diperlukan suatu sistem yang dirasa lebih efektif seperti sistem Flexi Time. Anda dapat memulainya dengan menggunakan aplikasi HR yang terintegrasi sehingga ketika sewaktu-waktu akan berubah ke sistem Flexi Time, perusahaan Anda sudah siap mengelola karyawan dan jam kerja mereka. Salah satu aplikasi HR yang sudah terbukti berkualitas adalah Sleekr. Dengan berbagai fitur canggihnya, Sleekr mampu membantu Anda mengelola karyawan. Mulai dari data karyawan, penghitungan gaji, hingga manajemen cuti. Yuk coba Sleekr di sini.