Jenis, Contoh, dan Cara Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

March 9, 2018 Accounting

Laporan keuangan perusahaan dagang menjadi sebuah tahap penyajian posisi keuangan dan kinerja keuangan perusahaan dagang secara terstruktur. Tujuan penyusunan laporan keuangan ini tentunya untuk memberikan informasi tentang posisi dan kinerja keuangan. Tidak ketinggalan arus kas perusahaan yang bermanfaat untuk pengguna laporan dalam membuat keputusan ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menyelesaikan laporan keuangan perusahaan secepat dan semaksimal mungkin.

Secara umum, laporan keuangan perusahaan dagang tidak jauh berbeda dari laporan keuangan perusahaan jasa ataupun jenis perusahaan lainnya. Satu hal yang menjadi pembeda dari industri tersebut hanyalah mengenai produk perusahaan. Idealnya, perusahaan dagang menjual suatu produk dari supplier kepada konsumen dengan atau tanpa mengubah bentuk, rasa, maupun kualitas dan memperoleh laba dari hasil selisih penjualan produk tersebut.

contoh laporan keuangan, perusahaan, perusahaan dagang, perusahaan jasa, laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan piutang, laporan utang, laporan persediaan, stok barang, software akuntansiLaporan keuangan perusahaan dagang merupakan tahap penyajian posisi dan kinerja keuangan perusahaan dagang secara terstruktur. (Source: Pixabay)

  1. Jenis-jenis Laporan Keuangan

    Laporan keuangan perusahaan dagang dibagi menjadi beberapa jenis, yang meliputi laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal. Masing-masing jenis laporan ini memiliki fungsi dan menyediakan data yang berbeda, tergantung dari kebutuhan perusahaan dagang Anda.

    Laporan laba rugi – laporan keuangan perusahaan dagang yang dibuat pada periode tertentu dengan menghitung semua pendapatan dan dikurangi dengan biaya, seperti biaya operasional, biaya penyusutan, biaya administrasi, dan biaya lain yang harus dikeluarkan dalam rangka mendapatkan pendapatan tersebut.

    Neraca – laporan yang dibuat untuk mengetahui nilai debit dan kredit dalam keuangan perusahaan.

    Laporan arus kas – menunjukkan berapa banyak jumlah kas masuk dan kas keluar ┬ásehingga laporan keuangan ini berpengaruh dalam hal yang berkaitan dengan investasi atau penambahan modal. Nah, apabila perusahaan dagang Anda mengalami perubahan modal, maka wajib menulis laporan perubahan modal untuk mengetahui besarnya modal yang dimiliki oleh perusahaan dagang pada suatu periode tertentu.

    Laporan perubahan modal – Apabila perusahaan dagang Anda mengalami perubahan modal, maka wajib menulis laporan perubahan modal untuk mengetahui besarnya modal yang dimiliki oleh perusahaan dagang pada suatu periode tertentu.

  2. Cara Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

    Setelah memahami elemen-elemen apa yang harus ada di dalam laporan keuangan perusahaan dagang, Anda dapat mengikuti cara menyusun laporan keuangan berikut ini:

  3. 1. Menyusun neraca saldo

    Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah menyusun neraca saldo, yang sekaligus menjadi daftar rekening buku besar dengan saldo debit ataupun kredit dari perusahaan. Neraca saldo ini baru bisa Anda buat setelah pembukuan untuk seluruh jurnal selesai. Neraca saldo di tahap pertama ini disebut sebagai neraca saldo sebelum penyesuaian.

  4. 2. Membuat jurnal penyesuaian

    Jurnal penyesuaian sengaja dibuat untuk mengalokasikan pendapatan atau pengeluaran di periode yang benar-benar terjadi. Tahapan ini berperan penting dalam menyesuaikan beberapa transaksi yang belum tercatat sehingga muncul ketidaksesuaian di akhir periode. Pastikan seluruh data asli telah Anda kumpulkan saat membuat jurnal penyesuaian ini.

  5. 3. Membuat laporan keuangan

    Pada tahapan ini, Anda bisa memulai proses pembuatan laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan neraca, dan laporan perubahan modal seperti yang sudah dijelaskan di bagian awal artikel ini. Sebagai catatan khusus, laporan keuangan ini dapat disusun pada neraca lajur,  sebab sebelumnya telah dipisahkan untuk besaran nominal yang akan dilaporkan di neraca atau laporan laba rugi. Pemisahan ini akan membuat laporan keuangan yang Anda buat lebih mudah terbaca.

  6. 4. Menyusun neraca lajur

    Neraca lajur, atau yang juga disebut dengan worksheet seperti gambar di atas, menjadi alternatif cara yang dapat memudahkan penyusunan laporan keuangan. Penyusunan worksheet dimulai pada neraca saldo, lalu disesuaikan dengan jurnal penyesuaian di tahap 2. Saldo yang telah sesuai akan muncul pada kolom neraca saldo dan nantinya akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba rugi.

  7. 5. Penyesuaian dan penutupan rekening

    Setelah tahapan penyesuaian laporan keuangan di buku besar, maka Anda harus menutup rekening nominal sementara ini ke rekening laba rugi dan memindahkan saldo laba rugi ke rekening laba rugi tidak dibagi. Lanjutkan dengan memasukkan informasi tersebut ke buku besar sesuai dengan rekening yang bersangkutan.

  8. 6. Menyusun neraca saldo penutupan

    Di tahap akhir penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang, Anda akan diminta untuk melakukan pengecekan ulang pada keseimbangan debit dan kredit di rekening yang masih terbuka melalui neraca saldo penutupan, namun tidak termasuk nominal yang sudah ditutup. Tujuannya adalah agar Anda lebih mudah dalam menyusun jurnal di periode berikutnya.

  9. Laporan Persediaan (Inventory)

    Pada perusahaan dagang, selain laporan keuangan, Anda juga diwajibkan membuat laporan persediaan. Laporan ini menjadi satu-satunya pembeda dan memiliki peranan yang sangat penting, sebab di dalamnya mencakup aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dagang untuk dijual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan dalam membuat barang yang akan dijual.

    Anda mungkin paham bahwa perusahaan jasa tidak memiliki laporan persediaan, sedangkan perusahaan dagang dan manufaktur memilikinya. Namun, perbedaan tetaplah ada, di mana perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang, sedangkan perusahaan manufaktur memiliki tiga jenis persediaan, yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi atau siap untuk dijual.

  1. Dalam laporan keuangan, laporan persediaan merupakan hal penting. Pasalnya, baik penyusunan laporan laba rugi maupun neraca tidak akan berjalan lancar tanpa mengetahui nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian persediaan pun akan berakibat pada kesalahan dalam laporan laba rugi maupun neraca. Dalam perhitungan laba rugi, nilai persediaan, baik awal dan akhir, sangat memengaruhi besarnya Harga Pokok Penjualan (HPP) produk.

    Pada proses akuntansi persediaan di perusahaan dagang, laporan ini memerlukan penilaian, sebab persediaan merupakan bagian dari biaya yang akan dicocokkan dengan revenue dan akan menghasilkan income dalam penyajian laporan arus kas. Umumnya, perusahaan dagang lebih suka menjual barang jadi yang tercatat sebagai stok barang atau dicantumkan dalam laporan piutang dagang. Sebab, realisasi kas akan lebih mudah dicapai dan laba potensial dapat menutup risiko penagihan piutang.

    Misalnya, Anda menjual barang jadi berupa pakaian. Demi memenuhi permintaan pelanggan, Anda pun menyimpan persediaan pakaian tersebut. Maka, Anda mencatat persediaan pakaian ini sebagai stok barang. Namun, ketika Anda memutuskan untuk menjualnya secara kredit, Anda harus mencatatnya sebagai piutang dagang. Pasalnya, piutang dagang adalah tagihan perusahaan terhadap pelanggan atau klien karena adanya penjualan barang dagangan secara kredit. Nah, dengan adanya pencatatan, otomatis Anda bisa lebih mudah melacak arus kas untuk mengetahui sumber pemasukan dan laba potensial.

Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang tentu akan memakan cukup banyak waktu dan tenaga. Anda pun membutuhkan skill seorang akuntan yang terbaik agar laporan keuangan yang dibuat tidak memiliki banyak kekeliruan. Pasalnya, jika kekeliruan berakibat fatal akan menimbulkan kerugian, baik secara finansial atau tidak. Dengan memanfaatkan software akuntansi, Anda dapat menyusun laporan keuangan perusahaan secara cepat, akurat, dan hemat sebab tidak perlu merekrut terlalu banyak staf akuntan.

Di Sleekr Accounting, Anda dapat mengakses dasbor keuangan perusahaan agar Anda memiliki kendali penuh atas bisnis. Profit margin hingga jumlah piutang A/R tersedia secara real time dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Bahkan Anda juga bisa mengetahui situasi keuangan perusahaan dengan mudah melalui dasbor ini. Manajemen kas perusahaan di Sleekr Accounting juga menyediakan laporan laba rugi transaksi secara real time pada jurnal keuangan perusahaan.