×

Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung yang Wajib Diketahui Pebisnis

November 16, 2017 Accounting

Demi meningkatkan pembangunan nasional dan ekonomi bangsa, pemerintah Indonesia pun memberlakukan sistem pajak kepada warganya. Dengan kata lain, adanya pajak di Indonesia merupakan bagian dari kepentingan nasional. Ada berbagai jenis pajak yang berlaku di Indonesia. Namun, apabila dilihat dari sistem pemungutannya, pajak terbagi menjadi dua jenis, yaitu pajak langsung dan tidak langsung. Apa perbedaan di antara keduanya?

Pajak langsung
Secara umum, ada dua jenis pajak yang berlaku di Indonesia, yakni pajak langsung dan tidak langsung. (Source: geralt – Pixabay)

  1. Pajak Langsung

    Pada dasarnya, pajak langsung adalah pajak yang dibayarkan sendiri oleh wajib pajak dan tidak boleh dibebankan kepada pihak lainnya. Jika dilihat dari pembayarannya, pajak langsung memiliki sifat pungutan yang teratur. Jadi, dari tahun ke tahun, pemberlakuan pajaknya dapat dilakukan secara berkala selama memenuhi unsur-unsur yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Di Indonesia, pajak langsung dibedakan menjadi empat jenis lagi, yaitu:

  2. Pajak Penghasilan (PPh)

    PPh adalah pajak yang dibebankan kepada individu dan badan tertentu, yang berkaitan dengan perolehan penghasilan masing-masing subjek pajak. Pada PPh, subjek pajak yang dimaksud adalah individu yang memiliki penghasilan kena pajak serta badan atau perusahaan seperti BUMN, BUMD, PT, CV, dan koperasi. Idealnya, gaji bulanan karyawan akan dipotong untuk keperluan PPh ini. Perusahaan bisa menggunakan software seperti Sleekr HR agar proses penghitungan gaji dan pajak karyawan bisa lebih mudah dan efisien.

    Baca juga: Panduan Perhitungan Pajak Penghasilan dan PPh 21

  3. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

    Berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 1985, PBB adalah pajak yang dibebankan kepada pihak individu dan badan, yang memang secara nyata memiliki dan memanfaatkan bangunan. Idealnya, pihak yang terkena wajib pajak akan menerima surat pemberitahuan (SPTT) berisi informasi jumlah pajak yang harus dibayarkan, metode pembayaran, serta jangka waktu pembayaran. Besarnya jumlah pajak biasanya disesuaikan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

  4. Pajak Penerangan Jalan

    Pajak satu ini adalah pajak yang dibebankan kepada individu maupun badan yang menjadi konsumen penggunaan listrik. Dengan kata lain, objek dari pajak penerangan jalan adalah pihak-pihak yang memanfaatkan tenaga listrik pada wilayah-wilayah yang tersedia penerangan jalan. Dasar dari pembebanan pajak penerangan jalan adalah nilai jual tenaga listrik, yakni tagihan biaya beban yang ditambahkan dengan biaya penggunaan kwh pada rekening listrik.

  5. Pajak Kendaraan Bermotor

    Sesuai namanya, pajak kendaraan bermotor adalah pajak yang dibebankan pada individu atau badan yang memiliki kendaraan bermotor. Dasar dari pembebanan pajak kendaraan bermotor adalah nilai jual kendaraan bermotor serta bobot yang mencerminkan keterkaitannya dengan kadar kerusakan jalan serta pencemaran terhadap lingkungan yang diakibatkan penggunaan kendaraan bermotor tersebut.

Pajak langsung
Pajak penghasilan yang wajib Anda bayar setiap bulannya termasuk kategori pajak langsung. (Source: Meditations – Pixabay)

  1. Pajak Tidak Langsung

    Sementara itu, berbanding terbalik dari pajak langsung, pajak tidak langsung adalah pajak yang pembayarannya bisa dibebankan kepada pihak lainnya. Pajak tidak langsung dibebankan ketika terjadi suatu peristiwa yang menyebabkan berlakunya kewajiban individu atau badan untuk membayar sejumlah pajak dengan nilai tertentu. Dalam hal ini, beberapa contoh jenis peristiwa yang dimaksud adalah pajak ekspor, pajak tontonan, bea cukai, pajak pertumbuhan nilai, pajak penjualan, dan pajak impor.

    Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa jenis pemungutan yang berlaku dalam pajak tidak langsung bersifat tidak menentu. Artinya, pemberlakukan pajak tidak dilakukan secara berkala seperti halnya pajak langsung, melainkan tergantung dari terjadinya sebuah peristiwa yang mengakibatkan munculnya kewajiban untuk membayar pajak.

    Salah satu contoh sederhananya adalah ketika Anda sedang makan di sebuah restoran yang menerapkan sistem pajak pertumbuhan nilai (PPN). Biasanya, jumlah PPN ini bisa berkisar pada angka 10%. Jadi, Anda hanya akan dikenakan PPN apabila makan di restoran tersebut.

Pajak langsung dan tidak langsung memang memiliki definisi yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama berperan penting dalam memajukan Indonesia. Mari jadi warga negara yang baik dengan taat membayar pajak. Anda juga yang akan merasakan manfaatnya, bukan?

Artikel terkait

Memulai Karir Sebagai Freelance Accountant? Mengapa Tidak

October 7, 2016 Accounting

Bagi yang memiliki keahlian dalam bidang akuntansi namun tidak ingin terikat dengan perusahaan tertentu, freelancer accountant dapat menjadi profesi yang tepat untuk Anda. Sama seperti profesi pekerjaan lainnya, freelance accountant memiliki perjalanan karirnya sendiri. Banyak yang mengkhawatirkan hal tersebut karena tidak adanya kepastian dalam jenjang karir. Padahal jika dilakukan dengan benar, freelance accountant pun bisa…

Baca selengkapnya