Rekonsiliasi Bank: Panduan Menyeimbangkan Perbedaan Saldo Kas dan Bank

Rekonsilasi bank merupakan aktivitas rekonsiliasi atau merinci perbedaan dan menyesuaikan perbedaan terhadap catatan transaksi bank. Umumnya, prosedur ini dilakukan oleh perusahaan dengan catatan dari pihak bank berupa rekening koran atau bank statement. Dalam rekonsiliasi bank, terdapat rincian pemasukan, pengeluaran, dan transaksi lainnya yang mempengaruhi saldo bank. Jika terdapat perbedaan antara catatan perusahaan dengan catatan di bank, maka akuntan akan melakukan jurnal penyesuaian berdasarkan bukti valid yang tersedia. Lalu, kira-kira bagaimana cara menyeimbangkan saldo kas dan juga bank? Berikut penjelasannya.

Rekonsiliasi bankRekonsiliasi bank adalah aktivitas menyeimbangkan saldo yang ada pada kas dan bank. (Source: Pixabay)

  1. Faktor Penyebab Rekonsiliasi Bank

    Agar dapat mudah memahami rekonsiliasi bank, Anda perlu menguasai terlebih dahulu konsep faktor penyebabnya. Faktor tersebut bisa berupa hal-hal yang sudah dicatat perusahaan namun belum tercatat oleh bank atau sebaliknya, serta kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan atau bank. Hal tersebut meliputi deposit in transit, outstanding checks, bank collection, electronic fund transfer, service charge, interest new of checking account, non sufficient fund (NSF) check, maupun cek-cek yang ditagih atau dikembalikan kepada si penerima.

    Baca juga: Hal-hal yang Harus Dipahami Terkait Rekonsiliasi Bank

  2. Tujuan Dilakukan Rekonsiliasi Bank

    Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk menyesuaikan atau mencocokkan antara catatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dengan catatan yang dilakukan oleh bank di dalam rekening koran. Selain untuk mencocokkan saldo bank pada akhir bulan, rekonsiliasi bank sangat berguna untuk mendeteksi kecurangan akuntansi sejak dini. Bentuk kecurangan tersebut bisa saja berupa transaksi fiktif, pencatatan yang tidak sesuai, dan kecurangan lainnya yang dilakukan bukan untuk keperluan perusahaan.

Rekonsiliasi bankRekonsiliasi bank juga berfungsi untuk mendeteksi kecurangan akuntansi sejak dini. (Source: Pixabay)

  1. Langkah-Langkah Melakukan Rekonsiliasi Bank

    1. Rekonsiliasi bank bisa dimulai dari dua nilai, yakni nilai sisa yang ada dalam rekening koran atau nilai sisa menurut bank dan nilai sisa yang ada di dalam daftar hitung perusahaan atau menurut buku.

    2. Cara menyeimbangkannya adalah dengan menambah atau mengurangi jumlah dari nilai sisa bank serta hal-hal yang muncul dalam buku, tetapi tidak tercatat pada laporan bank. Begini cara yang bisa Anda lakukan:

    – Tambahkan setoran dalam perjalanan pada nilai sisa bank

    – Kurangkan cek-cek dalam perjalanan dari nilai sisa bank

    3. Tambahkan pada atau kurangkan dari nilai sisa buku hal-hal yang tampak pada laporan bank, namun belum muncul pada buku perusahaan. Begini cara yang bisa Anda lakukan:

    – Tambahkan pada nilai sisa buku, seperti penagihan oleh bank dan setiap pendapatan bunga yang diterima dari uang yang ada di bank.

    – Kurangkan dari nilai sisa buku, seperti beban pelayanan, beban pencetakan cek, dan beban bank lainnya.

    4. Menghitung nilai sisa bank yang telah disesuaikan. Kedua nilai sisa yang telah disesuaikan harus memiliki jumlah yang sama besar.

    5. Membuat jurnal dari setiap hal yang bersangkutan dengan poin nomor 3, yakni setiap hal yang tampak sebagai bagian dari pencatatan pada buku dari rekonsiliasi bank tersebut. Hal semacam ini harus dicatat dalam buku perusahaan karena akan mempengaruhi kas.

    6. Memperbaiki semua kesalahan buku dan memberitahukan kepada bank mengenai setiap kesalahan yang telah dibuatnya.

Rekonsiliasi bank merupakan cara paling tepat yang bisa Anda lakukan untuk menyesuaikan atau menyeimbangkan perbedaan saldo kas dan bank. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui dengan pasti kondisi keuangan bisnis Anda. Anda bisa menggunakan software Jurnal untuk memudahkan Anda dalam proses rekonsiliasi bank. Cari tahu bagaimana Mekari Jurnal dapat membantu Anda di sini.

WhatsApp WhatsApp Sales