×

Panduan Mudah Menjadikan Sistem, Faktor, dan Proses Produksi yang Efektif

April 2, 2018 Accounting

Produksi adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Berdasarkan jenis produknya, proses produksi dibedakan menjadi dua, yakni produksi barang dan jasa. Produksi barang adalah kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah bentuk dan sifatnya. Sedangkan, produksi jasa mengacu pada kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya.

Tujuan utama dari produksi adalah berusaha memenuhi kebutuhan manusia untuk meningkatkan kemakmuran hidup. Tentu saja di sisi lain produsen, pihak yang melakukan produksi, juga berharap agar kegiatan produksinya mampu menghasilkan keuntungan bagi bisnis. Nah, agar kedua tujuan tersebut dapat berjalan beriringan dan tercapai, penting bagi Anda untuk mengetahui seluk beluk tentang proses produksi yang efektif.
proses produksi, sistem produksi, anggaran produksi, tahapan produksi, faktor produksi, biaya produksi, produksiKeberhasilan menjalankan proses produksi sangat dipengaruhi oleh tahapan, sistem, dan faktornya. (Source: Unsplash)

  1. Harus Melalui Proses Tertentu untuk Menghasilkan Produk

    Agar bisa melakukan produksi barang secara efektif, Anda harus melalui tahap-tahap tertentu. Nah, hal ini disebut juga dengan proses produksi. Setiap produksi barang atau benda tentunya membutuhkan waktu yang berbeda, tergantung dari penanganannya.

    Ada proses produksi yang membutuhkan waktu tak terlalu lama, misalnya pembuatan kain atau pakaian. Sedangkan, contoh produksi yang memakan waktu cukup lama adalah pembuatan pesawat atau gedung pencakar langit.

  2. Macam-macam Sistem Produksi

    Nah, proses produksi digolongkan menjadi beberapa macam berdasarkan cara penerapannya, yaitu:

    Proses produksi terus menerus Mengolah bahan-bahan secara berurutan melalui beberapa tahap pengerjaan hingga menjadi sebuah barang. Biasanya, proses produksi ini dilakukan menggunakan mesin secara terus menerus, contohnya seperti produksi kertas, karet, dan sebagainya. Anda harus memastikan tidak ada yang terlewat dalam proses ini agar berjalan efektif.

    Proses produksi terputus-putus – Menggabungkan bahan-bahan hingga menghasilkan barang jadi. Mesin-mesin dikelompokkan berdasarkan fungsi agar proses berjalan lancar. Contohnya seperti produksi motor yang bagian-bagiannya dibuat secara terpisah, mulai dari ban, setir, spion, kerangka, hingga mesin. Bagian-bagian yang sudah selesai dibuat akan digabungkan menjadi satu unit motor.

    Proses produksi pendek – Proses produksi yang membutuhkan waktu cukup cepat sehingga bisa menghasilkan produk yang bisa langsung dinikmati konsumen, misalnya produksi makanan seperti bakso, mie goreng, dan lain-lain. Kuncinya adalah membagi faktor produksi menjadi dua jenis, yakni faktor produksi tetap dan faktor produksi variabel.

    Proses produksi panjang – Kebalikan dari proses produksi pendek, proses produksi satu ini memakan waktu cukup lama. Contohnya adalah proses membangun apartemen atau produksi menanam tumbuhan tertentu. Tidak ada input tetap dalam proses ini karena faktor produksi yang digunakan seluruhnya bersifat variabel.

  3. Faktor Proses Produksi

    Kesuksesan suatu produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini adalah faktor-faktor produksi tersebut:

    Sumber daya alam

    Proses produksi tak akan dapat berjalan tanpa adanya sumber daya alam, yakni segala sesuatu yang disediakan oleh alam dan dapat dimanfaatkan manusia dalam upaya menghasilkan kemakmuran. Beberapa sumber daya alam yang bisa digunakan untuk produksi adalah lahan, air, tambang, dan sebagainya. Namun, Anda tak boleh seenaknya dalam mengambil sumber daya alam agar kelestarian tetap terjaga.

    Sumber daya manusia dan keahlian

    Kekayaan sumber daya alam yang melimpah bisa menjadi percuma apabila tidak ada orang yang dapat mengolah dan memanfaatkannya. Itulah mengapa proses produksi juga sangat bergantung pada sumber daya manusia atau tenaga kerja. Sebelum memilih SDM terbaik, pastikan Anda tahu di area mana calon karyawan akan membantu Anda. Dengan begitu, Anda bisa menemukan SDM secara tepat sasaran dan nantinya mampu memaksimalkan potensi.

    Apabila didasarkan pada kualitas, tenaga kerja terbagi menjadi tiga, yakni tenaga kerja terdidik, di mana tenaga kerja membutuhkan pendidikan khusus seperti dokter atau dosen; tenaga kerja terampil, yang mempunyai skill terlatih seperti makeup artist atau tukang las; dan tenaga kerja tidak terdidik maupun terampil, yang tidak membutuhkan keterampilan khusus, contohnya seperti loper koran.

    Modal

    Modal yang cukup akan membantu kelancaran proses produksi Anda. Perlu diingat bahwa modal tak hanya melulu tentang uang atau biaya produksi. Modal juga bisa berupa barang-barang dan bahan-bahan yang digunakan untuk menghasilkan produk, misalnya mesin pabrik, komputer, mesin jahit, dan sebagainya. Tentunya dibutuhkan pengelolaan modal yang baik agar hasilnya nanti bisa optimal dan sesuai target.

  4. Tahapan Proses Produksi

    Dalam produksi, setidaknya ada empat tahapan utama yang harus dijalankan oleh pemilik bisnis, yakni:

    Planning

    Pada tahap inilah Anda menyusun perencanaan produksi secara matang, mulai dari produk apa yang akan dibuat, bahan baku yang diperlukan, berapa banyak jumlah tenaga kerja yang harus mengerjakannya, dan lain-lain. Agar perencanaan bisa lancar, Anda wajib melakukan riset mendalam. Anda bisa mencari informasi di internet atau bertanya pada sesama pelaku bisnis.

    Routing

    Setelah perencanaan, saatnya Anda menentukan alur produksi, mulai dari pengolahan awal bahan baku, pembentukan, penyelesaian, pengawasan mutu, hingga distribusi produknya nanti. Itulah mengapa Anda membutuhkan riset. Riset membantu Anda menyesuaikan alur yang tepat.

    Scheduling

    Tahap ini mengharuskan Anda untuk menyusun jadwal kapan proses produksi harus dilakukan dan estimasi jangka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Scheduling bisa dilakukan dengan mempertimbangkan waktu dari setiap alur produksi, kemampuan masing-masing tenaga kerja, hingga jam kerja mereka. Jangan sampai mereka merasa overworked sehingga memberikan hasil kurang optimal.

    Dispatching

    Apabila semuanya sudah beres, kini saatnya Anda mengeluarkan perintah untuk mulai produksi (dispatching). Melalui perintah ini, cantumkan hasil perencanaan, penyusunan alur, dan penjadwalan yang telah ditentukan sebelumnya. Pastikan setiap karyawan mengetahui perintah ini agar tidak terjadi miskomunikasi saat pelaksanaan produksi nanti. Sediakan waktu bagi mereka untuk bertanya kepada Anda.

     

Dalam melakukan proses produksi, Anda juga perlu menyusun anggaran produksi untuk mengestimasi biaya yang diperlukan. Nah, untuk mempermudah hal ini, Anda bisa memanfaatkan Sleekr Accounting. Anda hanya perlu memasukkan data-data anggaran dan software akan melakukan penghitungan secara otomatis untuk Anda. Benar-benar praktis, bukan?

Artikel terkait

Bagaimana Akuntan dan Bisnis Kecil Bisa Bekerja Sama Mengatasi Gap pada Cash Flow?

May 3, 2017 Accounting

Dalam menjalankan bisnis, kadang kala tagihan datang sebelum Anda menerima pembayaran ataupun pemasukkan dari pelanggan. Jika tidak diperhitungkan secara matang, tagihan yang tidak dibayar tepat waktu dapat menyebabkan kegiatan operasional terhambat. Kondisi kekurangan kas seperti ini biasa disebut dengan cash flow gap. Lalu, apa yang bisa dilakukan seorang akuntan dan bisnis kecil untuk bekerja sama…

Baca selengkapnya