Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan, 6 Jenis Ini Adalah Gambaran Umumnya


Sebagai nahkoda atas suatu kapal, tentunya setiap gerakan dan keputusannya sangat berpengaruh pada keberlangsungan kapal beserta seluruh awaknya. Demikian pula dengan pemimpin di perusahaan, setiap keputusan yang diambil serta langkah yang dilakukan akan menentukan arah dan kehidupan perusahaan tersebut. Setiap pemimpin memiliki karakter dan gaya memimpinnya masing-masing tergantung dengan latar belakang, kondisi perusahaan, dan lain sebagainya. Pada artikel ini akan dibahas bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan. Berikut beberapa gaya kepemimpinan beserta pengaruhnya.

  1. Gaya Kepemimpinan Visionaris

    Pemimpin yang visionaris bisa menggerakkan seluruh karyawannya pada tujuan dan arah yang sama. Tidak melulu soal bagaimana cara mencapai tujuan tersebut, namun menumbuhkan kesepahaman bersama tentang kemana tujuan dari perusahaan ini akan berjalan. Pemimpin yang seperti ini cocok untuk tipe perusahaan yang tengah membutuhkan arah baru atau terobosan dalam siklus hidup perusahaan tersebut. Pemimpin visionaris memberikan ruang gerak bagi setiap karyawannya untuk mencoba hal baru demi tercapainya tujuan perusahaan. Kegagalan yang terjadi dianggap tidak sebagai kesalahan namun pelajaran sehingga karyawan tidak akan takut untuk melakukan atau mengusulkan langkah baru.

  2. Gaya Kepemimpinan Coaching

    Pemimpin dengan gaya ini tidak berlaku mendikte karyawannya untuk melakukan langkah-langkah kaku agar dapat berkembang. Alih-alih melakukan hal itu, pemimpin dengan gaya coaching akan membimbing karyawannya untuk menjadi pribadi dan pekerja yang lebih baik. Tujuannya tentu adalah karyawan tadi bisa meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi lebih pada tim dan perusahaan. Gaya kepemimpinan ini juga bermaksud untuk membantu karyawan mencapai tujuan pribadinya selama dalam lingkungan kerja. Berfokus pada kekuatan masing-masing karyawan atau tim akan sangat membantu model gaya kepemimpinan ini. Terus tingkatkan dan asah kelebihan agar karyawan bisa bekerja secara optimal.

  3. Gaya Kepemimpinan Affiliative

    Manajer dan pemimpin dengan gaya ini akan berlaku sebagai penghubung dalam lingkungan perusahaan dan berupaya menjadi jembatan antara berbagai tim dan kepentingan. Tujuannya adalah untuk membangun iklim perusahaan yang kondusif dan optimal dan membuat karyawan bisa bekerja dengan nyaman dan optimal.  Tentu selisih paham dan ketidakcocokan akan terjadi pada suatu hari, inilah saat yang untuk pemimpin tipe ini beraksi. Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan akan sangat terlihat karena kemudian pemimpin akan berperan sebagai jembatan antara pihak yang berselisih, tidak selalu berarti pihak tersebut lalu mencapai kesepakatan, namun agar pihak yang berselisih tetap dapat bekerja dengan efektif dan tidak salah menempatkan fokusnya.

  4. Gaya Kepemimpinan Demokratis

    Seperti namanya, pemimpin dengan gaya ini akan berlaku demokratis dengan mempertimbangkan semua suara dari karyawannya. Gaya ini sangat cocok digunakan ketika Anda sebagai pemimpin yakin benar mengenai keputusan yang akan Anda ambil dan meminta masukan dari seluruh ‘pasukan’ Anda. Pendekatan ini sangat kuat ketika akan melakukan keputusan besar menyangkut perusahaan Anda. Tentu saja pengetahuan dan pertimbangan lebih banyak kepala akan membawa pada keputusan yang lebih adil bukan?

  5. Gaya Kepemimpinan Pacesetting

    Pemimpin dengan gaya ini bisa menetapkan tujuan yang jelas, serta mencapainya bagaimanapun caranya. Pemimpin tipe ini membutuhkan banyak dukungan dari karyawannya karena gaya ini menuntut partisipasi penuh. Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan akan terasa ketika setiap individu bisa bekerja dengan padu. Hasil yang maksimal dan kinerja terbaik bisa muncul pada gaya ini.  Risiko yang ditanggung juga cukup berat, yakni mundurnya karyawan akibat kurang motivasi dan antusiasme. Sebagai pemimpin, Anda perlu terus melakukan apresiasi secara menyeluruh pada setia kinerja karyawan Anda sagar motivasi dan antusiasme mereka tetap terjaga.

  6. Gaya Kepemimpinan Commanding atau Otoriter

    Gaya kepemimpinan ini sudah mulai jarang digunakan karena dirasa tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman. Pemimpin dengan gaya ini menuntut kepatuhan maksimal tanpa pertanyaan dari karyawannya. Meski cocok digunakan ketika keadaan kritis, gaya ini juga menuntut pemimpin yang benar-benar tangguh agar bisa bekerja dengan baik.

Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan tentu tidak bisa dilihat secara instan karena proses yang berjalan juga membutuhkan waktu. Pengaruhnya akan terlihat setelah berjalan beberapa waktu dan menghadapi beberapa masalah. Pemilihan gaya kepemimpinan juga sangat perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi, keadaan, iklim, dan dinamika perusahaan agar tidak terjadi kesalahan yang fatal. Kemampuan pemimpin menggerakkan HR sangat menentukan suksesnya perusahaan pada waktu mendatang.

Itulah beberapa gaya kepemimpinan yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Untuk mengelola proses bisnis yang efektif dan efisien, Anda dapat menggunakan Sleekr dalam pembuatan SOP elektronik yang dapat dipahami dengan mudah oleh seluruh karyawan. Anda juga dapat mengatur fleksibilitas dan kontrol penuh terhadap seluruh proses bisnis.