Tips Lengkap dan Contoh Membuat Surat Perjanjian Hutang Usaha

May 9, 2018 Accounting, Bisnis

Mengembangkan bisnis membutuhkan modal yang tidak sedikit. Beruntung jika laporan keuangan perusahaan menunjukkan bahwa Anda memiliki biaya yang cukup untuk melanjutkan pengembangan bisnis tersebut. Namun, pada banyak kasus, biasanya para pebisnis memutuskan untuk mengajukan pinjaman dana ke pihak-pihak tertentu, misalnya seperti bank atau investor. Sebagai salah satu syaratnya, Anda akan diminta untuk membuat surat perjanjian hutang usaha.

Secara sederhana, surat perjanjian hutang usaha dapat dikatakan sebagai acuan tertulis resmi yang melibatkan pemberi dan penerima pinjaman sehingga tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak. Agar Anda memiliki peluang lebih baik dalam mendapatkan pinjaman dana, pastikan Anda mengetahui beberapa hal penting terkait surat perjanjian hutang piutang di bawah ini.
surat perjanjian hutang, laporan keuangan, laporan keuangan perusahaan, hutang piutang, surat perjanjian hutang usaha, hutang bisnis, bisnis, accounting, akuntansi
Surat perjanjian hutang usaha adalah acuan tertulis resmi yang melibatkan pemberi dan penerima pinjaman sehingga tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan. (Source: Unsplash)

  1. Tujuan pembuatan surat perjanjian hutang usaha

    Beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa Anda harus tetap membuat surat perjanjian hutang usaha jika Anda sudah menyiapkan berbagai dokumen lain untuk pengajuan pinjaman dana bisnis. Surat perjanjian hutang tetap penting untuk dibuat karena dapat memberi jaminan ketenangan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses perjanjian hutang usaha. Jadi, jika terjadi hal tertentu di luar ekspektasi, adanya surat perjanjian hutang usaha akan memudahkan Anda untuk menyelesaikannya secara legal pada jalur hukum.

  2. Faktor yang memengaruhi persetujuan pengajuan surat perjanjian hutang usaha

    Selain surat pengajuan hutang usaha, umumnya Anda juga akan diminta menyerahkan berbagai dokumen lain seperti KTP, akta pendirian usaha, perizinan usaha (SIUP, TDP), rencana bisnis (business plan), dan laporan keuangan perusahaan. Setelahnya, pihak perbankan atau investor akan melakukan evaluasi terhadap pengajuan pinjaman dana usaha Anda. Ada beberapa faktor yang mereka pertimbangkan dalam persetujuan pengajuan Anda, yaitu:

    Character – Pihak pemberi pinjaman akan mengecek riwayat kredit Anda di perbankan, bisa melalui wawancara langsung dengan Anda atau supplier-supplier Anda. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan dan kemauan Anda dalam membayar hutang usaha nanti.

    Condition – Kondisi ekonomi yang sedang terjadi di negara serta industri bisnis Anda.

    Capital – Dengan mengetahui kekayaan bisnis Anda (capital), calon pemberi pinjaman akan melakukan penilaian apakah Anda layak mendapat pinjaman usaha dan seberapa besar dana yang layak untuk diberikan.

    Capacity – Calon pemberi pinjaman menilai riwayat bisnis, rencana bisnis, hingga laporan keuangan. Karenanya, pastikan laporan keuangan Anda tersusun rapi. Sleekr Accounting dapat membantu Anda menyusun dan menyimpan data, transaksi, dan jurnal keuangan perusahaan secara sistematis dan aman.

    Collateral – Calon pemberi pinjaman akan meminta Anda menyerahkan jaminan aset (collateral). Jadi, jika misalnya Anda tak sanggup membayar hutang usaha, mereka akan menyita jaminan aset Anda.

  3. Tips membuat surat perjanjian hutang usaha

    Dalam menulis surat perjanjian hutang usaha, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar hasilnya sesuai, yakni:

    Komponen yang harus dicantumkan

    Pada dasarnya, membuat surat surat perjanjian hutang usaha tidak jauh berbeda dari surat formal lainnya. Setelah menuliskan jenis surat sebagai judul di bagian tengah atas, ikuti dengan tanggal, nomor, dan lampiran. Pada bagian isi surat, tulis tentang pihak pembuat pernyataan, isi pernyataan, dan isi perjanjian yang berhubungan dengan peminjaman. Baru setelah itu ditandatangani oleh pihak pemberi pinjaman, penerima pinjaman, dan saksi. Jangan lupa materai dan nama lengkap masing-masing pihak.

  4. Hitung dana yang dibutuhkan

    Pada bagian isi surat perjanjian, Anda diminta untuk mencantumkan jumlah pinjaman dana yang diajukan. Anda tak bisa asal menentukan jumlahnya karena Anda harus mempertimbangkan apakah Anda mampu mengembalikan dana tersebut. Hal ini sangat dipengaruhi oleh estimasi keuntungan bisnis. Katakanlah Anda membutuhkan modal sekitar Rp25 juta. Sedangkan, bunga pinjamannya adalah 12% per tahun atau 1% per bulan. Dari sini, Anda bisa memperkirakan kemampuan bayar bisnis Anda nanti.

  5. Hitung keuntungan dari penjualan

    Contoh penghitungan keuntungan penjualan tersebut bisa Anda lihat di bawah ini:

    surat perjanjian hutang, laporan keuangan, laporan keuangan perusahaan, hutang piutang, surat perjanjian hutang usaha, hutang bisnis, bisnis, accounting, akuntansi

    Dengan dana pinjaman Rp25 juta dan bunga bank 12%, keuntungan penjualan sebelum bunga dan pajak adalah Rp20 juta/Rp25 juta = 80%. Jika prediksi rasio keuntungan penjualan lebih besar dari bunga bank, Anda punya peluang bagus dalam mendapatkan pinjaman dana usaha.

  6. Contoh surat perjanjian hutang usaha

    surat perjanjian hutang, laporan keuangan, laporan keuangan perusahaan, hutang piutang, surat perjanjian hutang usaha, hutang bisnis, bisnis, accounting, akuntansi

Itulah panduan singkat dalam membuat surat perjanjian utang usaha. Untuk membantu bisnis dalam membayar pinjaman dana bisnis tersebut, pastikan finansial bisnis Anda tertata dengan rapi. Sleekr Accounting dapat membantu Anda melalui berbagai fitur finansialnya, mulai dari laporan keuangan, jurnal, hingga invoice. Jangan buang-buang waktu dan segera daftarkan bisnis Anda untuk menggunakan Sleekr Accounting sekarang juga!