×

Macam-Macam Anggaran Keuangan yang Harus Dimiliki Bisnis Baru

March 29, 2018 Accounting

Kelancaran mendirikan bisnis baru tak hanya tentang strategi pemasaran atau kualitas produk, penyusunan anggaran keuangan juga memegang peranan yang tak kalah penting dalam kesuksesan bisnis baru Anda. Melalui anggaran keuangan, Anda dapat mengetahui estimasi biaya apa saja yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Anda pun bisa menyesuaikannya dengan kondisi finansial bisnis sehingga risiko biaya membengkak dapat diminimalisir.

Nah, anggaran keuangan dalam bisnis ternyata terdiri dari beberapa jenis. Apa saja jenis-jenis anggaran tersebut? Anda bisa mengetahuinya melalui ulasan berikut ini.

anggaran keuangan, anggaran, budgeting, anggaran bisnis

 

Jenis-Jenis Anggaran

  1. Anggaran Penjualan

    Sesuai namanya, anggaran penjualan adalah anggaran keuangan yang berisi tentang hal-hal terkait penjualan perusahaan selama periode tertentu, biasanya satu tahun. Umumnya, di dalam anggaran penjualan terdapat jenis barang yang dijual, harga pokok penjualan (HPP), jumlah, hingga tempat dan waktu penjualannya.

    Tujuan dari penyusunan anggaran penjualan adalah untuk melakukan prediksi hasil penjualan perusahaan di masa depan. Anggaran penjualan inilah yang menjadi dasar dari penyusunan anggaran keuangan yang lain. Misalnya, dengan mengetahui berapa banyak barang yang hendak dijual, Anda bisa dengan mudah memprediksi anggaran keuntungan yang sekiranya akan didapatkan.

  2. Anggaran Kas

    Perusahaan Anda pasti memiliki kas, bukan? Nah, tidak hanya laporan arus kas, Anda juga perlu menyusun anggaran kas. Idealnya, anggaran kas berisi tentang estimasi atau perkiraan sumber kas dan penggunaannya selama periode waktu tertentu. Terdiri dari anggaran operasi dan pengeluaran modal, anggaran kas nantinya dapat dijadikan sebagai dasar untuk menyusun anggaran neraca.

  3. Anggaran Laba-Rugi

    Sama seperti anggaran kas, anggaran laba-rugi juga bisa menjadi patokan penyusunan anggaran neraca. Anggaran laba-rugi biasanya berisi tentang proyeksi laba rugi yang kemungkinan dialami perusahaan selama jangka waktu tertentu. Penyusunan anggaran laba-rugi didasarkan pada anggaran operasi.

  4. Anggaran Neraca

    Penyusunan anggaran neraca baru bisa dilakukan apabila Anda sudah menyusun anggaran kas dan anggaran laba-rugi terlebih dulu. Pasalnya, anggaran neraca berisi tentang rencana posisi keuangan, utang, dan modal perusahaan pada awal dan akhir periode.

  5. Anggaran Persediaan

    Melalui jenis anggaran bisnis inilah Anda bisa menyusun rencana persediaan perusahaan dalam periode yang akan datang. Tidak hanya jenis persediaan yang harus Anda jelaskan, tetapi juga jumlah dan nilainya. Biasanya, jenis persediaan ini terbagi menjadi tiga macam, yakni persediaan material, persediaan barang setengah jadi, dan persediaan barang jadi.

  6. Anggaran Produksi

    Biasanya, sebuah bisnis memiliki beberapa unit dengan rencana kerja atau produksi masing-masing. Dalam melakukan produksi, tentunya dibutuhkan biaya. Anggaran produksi inilah yang mencatat seluruh rencana unit perusahaan yang akan diproduksi selama periode tertentu. Nantinya, anggaran produksi akan menjadi dasar pembuatan anggaran biaya produksi.  

  7. Anggaran Biaya Produksi

    Beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya, apa bedanya anggaran produksi dan anggaran biaya produksi? Nah, anggaran biaya produksi berisi tentang perencanaan biaya administrasi dan pemasaran bisnis. Nah, anggaran inilah yang nantinya akan digunakan sebagai dasar atau patokan dalam penyusunan anggaran kas dan anggaran laba rugi.

  8. Anggaran Biaya Bahan Baku

    Agar proses produksi dapat berjalan, Anda membutuhkan bahan baku. Untuk mengetahui berapa banyak bahan baku dan biaya yang harus dikeluarkan, maka dibuatlah anggaran biaya bahan baku. Umumnya, anggaran biaya bahan baku dinyatakan dalam satuan uang dan jumlah bahan baku. Jenis anggaran ini juga menjadi salah satu patokan atau dasar dalam penyusunan anggaran kas dan anggaran laba rugi.  

  9. Anggaran Program

    Anggaran program direncanakan dan disusun berdasarkan program-program utama perusahaan yang berkaitan dengan jenis produk, misalnya seperti program pengembangan. Tujuan penyusunan anggaran program adalah untuk menganalisis tingkat keselarasan dalam setiap program perusahaan.

  10. Anggaran Pengeluaran Modal

    Jenis anggaran bisnis satu ini berkaitan dengan rencana perubahan aktiva tetap perusahaan Anda dalam periode tertentu. Anggaran pengeluaran modal disusun berdasarkan estimasi penjualan, lalu setelahnya akan digunakan untuk menyusun anggaran keuangan yang lain seperti biaya non produksi, kas, dan biaya overhead pabrik.

  11. Anggaran Tenaga Kerja Langsung

    Dalam menjalankan seluruh rencana, strategi, dan produksi unit-unit perusahaan, dibutuhkan tenaga kerja. Melalui anggaran tenaga kerja langsung, Anda dapat membuat estimasi biaya tenaga kerja selama periode tertentu, yang biasanya disusun dengan dua dasar perhitungan, yakni upah per jam dan upah per unit. Jenis anggaran ini juga menjadi salah satu dasar penyusunan anggaran kas dan anggaran laba rugi.

  12. Anggaran Overhead Pabrik

    Anggaran overhead pabrik berisi tentang perencanaan biaya overhead pabrik selama periode tertentu. Biasanya, perencanaan biaya yang termasuk anggaran ini adalah pengawasan mesin produksi, pemakaian bahan tambahan, asuransi, biaya tenaga kerja tidak langsung, hingga fasilitas tambahan yang diperlukan dalam proses produksi.

Berbagai jenis anggaran keuangan di atas dapat membantu bisnis Anda untuk mengontrol finansial bisnis. Dengan begini, risiko kehabisan biaya atau hal-hal yang tidak diinginkan lain bisa diminimalisir sejak awal. Untuk memudahkan Anda dalam penyusunan anggaran keuangan, gunakan software Sleekr Accounting berbasis cloud yang bisa diakses dari mana saja sehingga mendukung kolaborasi kerja. Adanya fitur Dasbor memungkinkan Anda memiliki kendali penuh secara real-time atas seluruh anggaran keuangan dalam satu platform, mulai dari profit margin hingga jumlah piutang.

Artikel terkait

5 Tips Penting Laporan Cashflow Perusahaan Bagi Bisnis UMKM

November 15, 2016 Accounting

Caroon Beesley, seorang entrepreneur dan konsultan marketing communications, pernah berkata bahwa laporan cash flow perusahaan atau laporan arus kas perusahaan, memegang peranan penting dan kritis dalam perkembangan suatu bisnis. Anda tentu paham bahwa bisnis tidak akan berjalan lama apabila jumlah kas keluar lebih banyak daripada kas masuk. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk mengelola kas pada bisnis. Beberapa…

Baca selengkapnya