Turnover Karyawan Setelah Lebaran? Begini Cara Mencegahnya!

Maderendika May 22, 2019 Berita, Human Resources (HR)

Turnover Karyawan setelah Lebaran? Begini MencegahnyaMemasuki bulan Ramadan merupakan saat yang berbahagia bagi umat Muslim di seluruh dunia. Saat-saat seperti ini telah sangat kental dengan aroma liburan yang akan datang, dan memang dijadwalkan pemerintah. Cuti bersama yang diberikan menjadi waktu berkumpul bersama keluarga. Sebagai seorang HR, Anda tidak boleh terlena, sebab fenomena turnover karyawan juga membayangi masa ini.

Ya, fenomena ini terjadi pada masa setelah libur Lebaran tiba. Libur panjang yang diberikan pada karyawan ada kalanya harus menjadi saat yang mendebarkan untuk perusahaan. Hal ini karena momentum tersebut tidak sedikit yang berujung pada turnover yang dilakukan karyawan karena berbagai penyebab dan alasan. Di Eropa atau negara barat sendiri, fenomena ini sering terjadi ketika libur akhir tahun dan Natal tiba.

Penyebab Turnover Pasca Libur Panjang

Turnover Karyawan setelah Lebaran? Begini MencegahnyaLalu apa hubungannya libur panjang dengan turnover? Idealnya, bukankan libur panjang menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat dari pekerjaan? Mengisi kembali semangat untuk kembali bekerja? Mengapa malah kemudian menjadi momentum turnover masif yang dapat merugikan perusahaan secara umum?

Hal ini bisa terjadi karena beberapa penyebab umum. Satu diantaranya adalah momentum pemberian tunjangan hari raya atau bonus terkait hari raya. Tidak sedikit karyawan yang benar-benar menantikan bonus ini sebelum akhirnya memutuskan untuk berpaling dari perusahaan Anda. Mungkin terdengar sangat klasik dan oportunis, namun demikian kenyataanya.

Penyebab lain bisa jadi adalah karyawan menggunakan masa liburan yang didapatkannya untuk melakukan refleksi dan pertimbangan pada pekerjaan baru. Liburan panjang memberikan banyak waktu untuk karyawan berpikir, dan tak jarang hasil pemikiran atau renungannya adalah keinginan pekerjaan baru.

Jika sedikit dibahas, sebenarnya ada semacam ‘lingkaran setan’ disini. Tidak dapat dipungkiri, setelah masa libur Lebaran akan banyak sekali lowongan pekerjaan yang dibuka oleh berbagai perusahaan. Tidak jelas mana yang terjadi lebih dahulu, apakah fenomena turnover atau banyaknya lowongan pekerjaan ini. Yang jelas, hal ini harus disikapi dengan bijak.

Pencegahan Turnover pada Karyawan

Turnover Karyawan setelah Lebaran? Begini MencegahnyaSebagai seorang HR, sudah menjadi tugas Anda untuk menjaga loyalitas karyawan dengan berbagai kebijakan yang ada. Beberapa langkah berikut bisa menjadi acuan untuk penyusunan langkah strategis terkait turnover. Perhatikan dan simak dengan baik.

  1. Program Pengembangan

    Berikan program pengembangan pada karyawan terkait skill dan kerjasama tim. Program pengembangan ini bisa beragam, mulai dari pelatihan, seminar, atau mungkin kegiatan bersama-sama dengan karyawan lainnya dalam rangka meningkatkan bonding dan kerjasama antar karyawan. Kegiatan semacam ini dirasa tepat untuk meningkatkan loyalitas karyawan.

    Dengan program yang diberikan, perusahaan akan menunjukkan perhatiannya pada perkembangan karyawan yang ada. Dengan begini, akan ada rasa ingin membalas budi pada perusahaan karena telah memberikan keuntungan pada karyawannya. Berikan juga kesempatan untuk karyawan merasakan pekerjaan lain, agar tidak cepat jenuh dan memiliki motivasi yang tinggi untuk tetap berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan.

  2. Recognition

    Turnover karyawan yang memiliki keahlian atau posisi penting akan sangat merugikan untuk perusahaan. Disamping harus mencari karyawan baru, perusahaan juga perlu dana dan waktu yang tidak sedikit untuk mendapatkan karyawan dengan kinerja yang setara. Karyawan dengan performa baik akan sangat rentan untuk pergi jika tidak diberikan recognition atau pengenalan.

    Untuk mencegah karyawan yang pergi setelah libur lebaran, selalu pastikan untuk memberikan apresiasi pada karyawan yang berprestasi. Berikan bonus tertentu, dan pastikan karyawan lain mengetahui akan keberadaan bonus ini. Tidak selalu berupa uang, namun bonus bisa berupa hal lain yang dapat meningkatkan motivasi kerja dan loyalitas karyawan.

  3. Berikan Arti pada Pekerjaan

    Tidak sedikit karyawan yang bertahan pada pekerjaannya karena ia merasa pekerjaannya memiliki nilai lebih. Misalnya seperti seorang perawat yang tidak berpindah ke lain tempat karena merasa apa yang dilakukannya adalah perbuatan mulia dan membantu banyak orang. Memang terkesan sangat subjektif, namun jika perusahaan mampu memberikan arti seperti ini, tingkat turnover yang terjadi akan menurun.

    Berikan arti pada setiap pekerjaan karyawan. Pastikan semua karyawan memahami bahwa apa yang dikerjakannya penting untuk kemajuan perusahaan. Sense of belonging akan menjadi senjata ampuh untuk mencegah terjadinya turnover pasca liburan panjang seperti libur lebaran. Disamping itu, karyawan yang bangga akan pekerjaannya mampu bertahan lebih lama bekerja di perusahaan Anda dengan performa yang baik.

Beberapa langkah tersebut bisa Anda praktekkan dalam waktu dekat ini. Mengingat libur panjang akan tiba menjelang pergantian bulan nanti, segera terapkan dan analisa mana cara yang paling efektif. Untuk membantu menyediakan data terkait kinerja karyawan, Anda bisa menggunakan Sleekr. Layanan aplikasi HR terpadu ini siap menjadi partner pengelolaan SDM yang dimiliki perusahaan secara digital dan terintegrasi, sehingga memudahkan pekerjaan staff HR dalam hal turnover karyawan. Coba Sleekr sekarang dan rasakan manfaatnya!