×

10 Tips Mendapatkan Karyawan Berkualitas

January 21, 2016 Human Resources (HR)

Dalam sebuah perusahaan, kinerja karyawan tentunya menentukan kinerja perusahaan. Untuk itu perlu adanya penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat dalam perusahaan. Oleh karena itu, perekrutan karyawan jadi hal penting yang harus dilakukan agar perusahaan dapat mendapatkan karyawan yang berkualitas.

Apa saja tipsnya supaya mendapatkan karyawan berkualitas dan kompeten? Yuk simak tips mendapatkan karyawan berkualitas berikut ini :

  1. Menyeleksi CV

    Bila Anda telah memposting lowongan kerja, tentu banyak surat lamaran dan CV yang masuk. Agar tidak banyak membuang waktu, lebih baik Anda hanya memanggil orang-orang yang latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sesuai saja yang Anda panggil. Misalnya, untuk mengisi posisi humas, banyak orang melamar dari berbagai latar pendidikan. Lebih baik jika Anda memanggil yang sesuai pendidikan dan latar belakang pendidikannya, misalnya ilmu komunikasi.

  2. Psikotes

    Sekalipun bukan satu-satunya penentu, psikotes bisa menggambarkan paling tidak tingkat kecerdasan potensi yang dimiliki tiap individu. Perusahaan besar tentu mempunyai budget tersendiri untuk melaksanakan tes ini atau bahkan mampu menyewa pihak lain untuk tes seperti ini. Namun Anda pemilik perusahaan kecil atau UKM tidak ada salahnya juga membuat tes seperti ini.  Tinggal cari saja materi tes ini di internet.

  3. Tes Bidang Kerja

    Sesudah psikotes, laksanakan pula tes bidang kerja. Misalnya sebuah perusahaan media ingin merekrut editor bahasa. Dalam tes bidangnya, si pelamar diperintahkan mengedit. Tes dalam bentuk diskusi sesama pelamar juga bisa dilakukan misalnya untuk posisi manajer atau tim leader. Sedangkan microteaching dapat diterapkan untuk posisi tenaga pengajar. Tujuannya untuk memperoleh gambaran tentang penguasaan bidang kerja calon karyawan.

  4. Tes wawancara

    Banyak hal bisa digali dari calon karyawan dalam proses wawancara, mulai dari kemampuan komunikasi, karakter, sampai kejujuran. Tentunya wawancara yang Anda lakukan haruslah terstruktur dan sistematis.  Sebelum melakukan wawancara, pastikan kemampuan dan karakter karyawan seperti apa yang Anda inginkan untuk menempati sebuah posisi. Karena itu akan menentukan orang yang tepat akan menduduki posisi tepat. Misalnya seorang fresh graduated melamar posisi costumer service. Dilihat dari CV, ia unggul. Namun ketika wawancara tampak kepribadian yang kurang bersahabat dan karakter sombongnya. Yang mesti ditanyakan dalam wawancara adalah tentang pengalaman kerja dan apa yang akan dilakukan jika diterima di perusahaan Anda.

  5. Minta referensi

    Jika calon karyawan Anda berhenti atau mengundurkan diri secara baik-baik, pasti tidak akan ragu memberikan referensi paling tidak nomor kontak mantan atasannya. Namun jika dalam wawancara, sang calon karyawan menceritakan hal-hal buruk tentang bekas perusahaan tempatnya bekerja, lebih baik tidak diterima. Bisa-bisa orang tersebut akan melakukan hal serupa jika berhenti dari perusahaan Anda.

  6. Surat perjanjian kerja

    Surat perjanjian kerja haruslah jelas menerangkan kewajiban dan hak karyawan dan perusahaan.  Perusahaan besar tentunya sudah memiliki peraturan yang tegas mengenai gaji dan kenaikannya, penilaian kinerja karyawan, besaran uang lembur, target, hak cuti, dan sebagainya. Anda pemilik UKM juga baiknya membuat surat perjanjian kerja dengan setiap karyawan. Bisa mencontoh dari surat-surat perjanjian di buku, internet, atau perusahaan lainnya. Yang terpenting tidak melanggar UU Ketenagakerjaan di Indonesia dan jangan sampai ada pihak yang dirugikan dikemudikan hari.

  7. Buat kompetisi

    Kompetisi akan memacu semangat bekerja karyawan. Misalnya begini, untuk sebuah posisi rekrutlah dua orang. Buatlah kontrak untuk masa percobaan selama tiga bulan. Jelaskan juga indikator kinerja yang akan dinilai Katakan sedari awal bahwa hanya ada satu orang yang akan lulus masa percobaan dan diangkat sebagai karyawan tetap. Kedua orang karyawan itu bisa dipastikan bekerja sebaik mungkin supaya lolos masa percobaan.

  8. Jangan merekrut karena kasihan atau pertemanan

    Peraturan paling dasar para HRD di dunia: jangan merekrut atas dasar kasihan atau pertemanan. Misalnya, Anda membuat bisnis toko kue, dan seorang tetangga yang kebetulan sedang menganggur menawarkan diri membantu tak peduli besaran gaji yang diterima. Tawaran itu menggiurkan bagi Anda pemilik bisnis, kan? Namun ke depannya dapat menimbulkan ketidakjelasan dan ketidakpuasan baik untuk karyawan maupun perusahaan.

  9. Merekrut dengan Cara yang Unik

    Merekrut karyawan tidak melulu harus lewat memposting lowongan kerja loh. Anda bisa hunting orang yang tepat pada situs-situs jejaring profesional seperti Linked-In. Atau jika Anda sedang mencari copywriter, ada baiknya nongkrong di tempat para copywriter bergaul. Siapa tahu ketemu orang yang tepat untuk perusahaan. Google malah punya cara yang unik dalam merekrut. Seorang programmer direkrut lewat cara yang unik, yakni dia memberikan informasi kata kunci rahasia pada laman google. Ia lalu diberikan serangkaian kuis pemrograman hingga akhirnya diterima di Google.

  10. Tepati janji

    Setelah merekrut orang yang tepat, permasalahan yang muncul adalah bagaimana mempertahankan karyawan berkualitas itu. Pada dasarnya, karyawan akan cukup puas jika janji di awal wawancara sesuai dalam pelaksanaannya.  Jadi, yang paling utama adalah Anda selaku wakil pihak perusahaan menepati janji-janji saat wawancara. Jika Anda menjanjikan setelah tiga bulan akan ada kenaikan gaji, maka tepatilah. Jika Anda menjanjikan karyawan memperoleh hak cuti sebulan tanpa dibayar, maka berikanlah hak tersebut.

[call_to_action color=”green” button_text=”Coba gratis” button_url=”http://id.sleekr.co/sign-up”]
Ingin mengatur cuti karyawan, administrasi reimbursement, atau data karyawan lewat solusi komputasi awan terbaik di Indonesia?
[/call_to_action]

Itulah tadi 10 tips untuk mendapatkan karyawan berkualitas di perusahaan. Semua tips tadi bisa diterapkan di semua perusahaan baik besar, menengah, ataupun UKM. Jika dipraktikkan, niscaya perusahaan Anda akan mendapatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat. Jika ingin membaca artikel-artikel menarik seputar HR, silahkan kunjungi kami di http://sleekr.co/

Artikel terkait

5 Keuntungan Utama Menggunakan Cloud HRIS

August 29, 2016 Human Resources (HR)

Bagi sebagian perusahaan, penggunaan HRIS sebagai sistem kerja di perusahaan masih menjadi pertanyaan, apakah sebenarnya diperlukan atau tidak? Dulu, semua pekerjaan kantor khususnya pada bagian personalia, diurus dan dilakukan dengan cara konvensional (paperworks), alasannya antara lain karena personalia dianggap hanya sebagai pekerjaan sekretariat dan sepenuhnya tidak perlu membutuhkan sistem kerja yang kompleks. Seiring berjalannya waktu,…

Baca selengkapnya