We are hiring!
Undang demo
×

5 Strategi HR yang Bisa Dipelajari dari Unilever

Unilever merupakan salah satu perusahaan besar di Indonesia yang menyediakan kebutuhan rumah tangga, mulai dari bahan makanan hingga keperluan lainnya. Sebagai perusahaan besar yang cukup sukses, tentunya Unilever memiliki banyak sumber daya yang bisa dikerahkan demi tujuan tersebut. Bahkan pada tahun 1990-an, di mana terjadi krisis ekonomi di Indonesia, Unilever masih bisa bertahan hingga sekarang. Lalu, apa sajakah strategi HR yang dimiliki perusahaan raksasa ini hingga mampu menguasai pasar di Indonesia? Josef Batanoa, Human Resources & Corporate Relations Director Unilever, memiliki cara tersendiri dalam mengatur SDM-nya. Berikut strategi HR yang ia kembangkan.

Strategi HRUnilever merupakan salah satu perusahaan besar di Indonesia yang menyediakan kebutuhan rumah tangga. (Source: commons.wikimedia.org)

  1. Membagi Divisi HR Berdasarkan Fungsinya Masing-Masing

    Sebagai perusahaan raksasa, tentunya Unilever memiliki jumlah SDM yang sangat banyak. Oleh sebab itu, diperlukan divisi HR yang mampu me-manage semuanya secara efektif. Satu macam divisi HR saja tak cukup untuk mengatur hal tersebut. Oleh sebab itu, di Unilever, divisi HR sendiri dibagi menjadi tiga sub-divisi, yakni: HR Business Partner yang berperan di bagian Supply Chain, pengembangan konsumen, dan juga bidang keuangan; Expertise Role yang berkutat menangani segala hal yang berhubungan dengan e-learning, talenta, dan rekrutmen; serta Service Delivery Centre untuk bagian yang menangani administrasi dan transaksi.

    Baca juga: Meningkatkan Kualitas Departemen HR Melalui Strategi Marketing

  2. Retensi SDM Sesuai dengan Keahlian

    Selain berdasarkan keperluan perusahaan, Unilever juga menempatkan SDM-nya berdasarkan aspirasi individu. Jadi, individu bisa menciptakan inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan juga permintaan konsumen. Dari sini, barang hasil pengembangan yang dihasilkan akan lebih beragam. Guna melancarkan proses tersebut, sudah menjadi tugas HR untuk menyediakan seluruh sarana yang diperlukan. Dengan begitu, SDM yang ada bisa memberikan manfaat secara maksimal.

  3. Manajemen Trainee Fresh Graduate

    Walaupun di luar sana banyak SDM tersedia dengan berbagai skill yang ada, namun menurut Josef, perekrutan fresh graduate dinilai lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap SDM yang tepat sasaran. Hal ini dilakukannya melalui program Management Trainee. Dengan program ini, perusahaan bisa “membentuk” tenaga kerja sesuai dengan yang diinginkan. Keuntungan yang diperoleh dari strategi HR semacam ini adalah ketika terjadi resign karyawan atau pensiun, perusahaan tidak perlu bingung dan khawatir untuk mencari SDM baru yang sesuai dengan karakteristik posisi terkait, karena SDM akan selalu tersedia dan ada untuk mengisi kekosongan tersebut.

    Baca juga: 4 Tips yang perlu Anda Perhatikan Sebelum Wawancara Fresh Graduates

Strategi HRUnilever berhasil memaksimalkan divisi HR untuk mengembangkan perusahaannya. (Source: commons.wikimedia.org)

  1. Mengambil SDM di “Pasar” Seperlunya

    Meskipun demikian, bukan berarti Unilever tidak pernah merekrut SDM dari “pasar”. Ada kalanya ketika perusahaan memerlukan tenaga dengan skill khusus, yang mana keahlian tersebut tidak ada dalam program Management Trainee-nya, maka itulah saatnya mencari SDM dari pasar. Pada dasarnya, Unilever tidak terlalu fokus pada bidang pendidikan calon SDM-nya. Menurutnya, karakteristik SDM itu sendirilah yang penting karena pengalaman bisa didapat ketika si SDM tersebut mulai terjun ke lapangan. Sementara itu, perusahaan bertugas memberi fasilitas akan hal itu dengan mengembangkan skill dan kemampuan leadership.

  2. Menghargai Kebutuhan Karyawan

    Karyawan yang senang dalam bekerja dapat meningkatkan produktivitas perusahaan sehingga penting untuk memberikan mereka fasilitas yang diperlukan. Misalnya, menyediakan waktu yang lebih fleksibel untuk jam kerja kantor sehingga para karyawan yang merupakan ibu rumah tangga bisa lebih maksimal dalam menjalankan perannya sebagai seorang ibu untuk mengantar anak sekolah, dan sebagainya. Tentu saja, jumlah jam kerja juga harus sesuai ketentuan.

    Baca juga: 3 Hal yang Dapat Dilakukan HR untuk Perencanaan Karir Karyawan di Perusahaan

Menurut Josef, mengembangkan SDM sangatlah penting karena itu diperlukan untuk perusahaan. Strategi HR kuat yang dimiliki oleh Unilever telah mampu membawa perusahaan tersebut berkembang hingga seperti sekarang. Tentu saja, pengembangan tersebut juga harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.