×

Yakin Anda Sudah Memberi Gaji atau Upah Karyawan Sesuai Peraturan?

October 9, 2017 Human Resources (HR)

Sebagai reward atas pekerjaan yang telah dilakukan oleh para karyawan di perusahaan, Anda wajib memberikan upah kepada mereka setiap bulannya. Pemberian upah karyawan ini telah diatur dalam Undang-Undang resmi. Nah, agar tidak melanggar peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang gaji atau upah untuk karyawan.

Upah karyawan
Sudahkah Anda memberi upah karyawan sesuai kebijakan yang berlaku di Indonesia? (Source: The Blue Diamond Gallery)

  1. Upah Minimum Tidak Sama dengan Upah Pokok

    Menurut Pasal 1 Ayat 30 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan. Namun, dalam menetapkan besarnya upah, Anda tidak boleh membayar lebih rendah dari ketentuan upah minimum yang telah ditetapkan pemerintah.

    Upah minimum adalah standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada karyawan di lingkungan kerjanya. Nah, karena pemenuhan kebutuhan yang layak ini berbeda-beda di setiap provinsi, maka disbeut Upah Minimum Provinsi (UMP). UMP ditentukan oleh Gubernur dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi yang terdiri dari pengusaha, pemerintah, serikat pekerja/buruh, perguruan tinggi, dan pakar.

    Perlu diketahui bahwa UMP tidak sama dengan upah pokok. UMP adalah upah pokok yang ditambah dengan tunjangan tetap. Jadi, tunjangan tidak tetap tidak termasuk dalam komponen UMP. Jumlah upah pokok minimal harus sebesar 75% dari jumlah UMP.

  2. 3 Hal yang Termasuk dalam Komponen Upah

    Komponen upah diatur dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE/07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokkan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah. Berikut adalah komponen-komponen upah tersebut:

    Upah pokok – imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan menurut jenis pekerjaan yang jumlahnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan.

    Tunjangan tetap – pembayaran teratur yang berkaitan dengan pekerjaan, diberikan kepada karyawan dan keluarganya, serta dibayarkan bersamaan dengan upah pokok. Contohnya seperti tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan kematian, dan lain-lain.

    Tunjangan tidak tetap – pembayaran yang secara langsung atau tidak berkaitan dengan karyawan dan diberikan secara tidak tetap untuk karyawan dan keluarganya, dibayarkan pada waktu yang berbeda dari upah pokok. Contohnya seperti tunjangan transport yang didasarkan pada kehadiran.

  3. Jenis Pemotongan Gaji yang Bisa Dilakukan Perusahaan

    Dalam pemberian upah karyawan, ada pemotongan yang harus dilakukan oleh perusahaan. Jadi, nantinya karyawan akan mendapatkan upah kotor, yakni upah pokok dan tunjangan tetap yang telah mengalami pemotongan. Berikut adalah jenis-jenis pemotongan tersebut:

    – Pajak penghasilan

    – Pembayaran iuran jaminan sosial (asuransi kesehatan, jaminan pensiun, dan lain-lain)

    – Pemotongan lainnya (pemotongan upah karena karyawan absen tanpa alasan jelas, pemotongan upah karena karyawan melakukan pelanggaran, pemotongan upan karena karyawan harus membayar cicilan).

    Baca juga: 6 Jenis Potongan Slip Gaji yang Perlu Anda Ketahui

Upah karyawan
Tahukah Anda bahwa upah minimum tidak sama dengan upah pokok? (Source: Adam Cohn – Flickr)

  1. Situasi yang Mewajibkan Perusahaan Memberikan Gaji Walaupun Karyawan Tidak Melakukan Pekerjaan

    Apabila karyawan tidak melakukan pekerjaan atau tanggung jawabnya, perusahaan tidak perlu membayarkan gaji. Namun, ada beberapa situasi tertentu di mana perusahaan tetap harus membayarkan gaji karyawan, yaitu:

    – Kondisi karyawan sakit

    – Karyawan wanita yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haid

    – Tidak masuk kerja karena menikah, menikahkan, mengkhitankan, membaptiskan anaknya, istri melahirkan atau keguguran kandungan, anggota keluarga meninggal dunia

    – Menjalankan kewajiban terhadap negara

    – Menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya

    – Karyawab bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tapi perusahaan tidak mempekerjakannya

    – Melaksanakan hak istirahat/cuti

    – Karyawan melaksanakan tugas serikat pekerja atas persetujuan pengusaha

    – Melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan

    Baca juga: Bagaimana Penghitungan Upah Lembur Karyawan Secara Tepat?

  2. Sangsi Jika Anda Telat Memberikan Upah Karyawan

    Pihak perusahaan wajib memberikan upah karyawan secara tepat waktu sesuai dengan kesepatan. Apabila upah telat dibayarkan, maka mulai dari hari keempat sampai hari kedelapan terhitung dari pembayaran upah, perusahaan wajib membayar sangsi keterlambatan, yakni sebesar 5% dari gaji untuk tiap hari keterlambatan. Setelah hari kedelapan, sangsi keterlambatan menjadi 1% dari gaji untuk tiap hari keterlambatan. Jika upah tetap tidak dibayar setelah satu bulan, perusahaan wajib membayar tambahan upah dan bunga yang ditetapkan oleh bank untuk kredit perusahaan bersangkutan.

Selain harus tepat waktu, pastikan jumlah upah yang Anda berikan telah sesuai dengan jabatan masing-masing karyawan. Gunakan software Sleekr HR untuk mempermudah proses penggajian karyawan dan meminimalisir risiko salah penghitungan. Semoga ulasan di atas bisa membantu Anda untuk memenuhi hak setiap karyawan di perusahaan Anda.

Artikel terkait

4 Tips yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Wawancara Fresh Graduates

March 15, 2017 Human Resources (HR)

Fresh graduates mungkin memiliki potensi yang cukup tinggi, tetapi sayangnya banyak dari mereka yang tidak mengetahui cara mengomunikasikan potensi tersebut kepada Anda sebagai perekrut. Hal ini tentu bisa cukup menyulitkan karena Anda jadi susah membedakan mana fresh graduates yang benar-benar bagus untuk diangkat jadi karyawan. Untuk itu, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa tips berikut ini sebelum…

Baca selengkapnya