×

Begini Cara Tepat Membantu Klien untuk Pindah Menggunakan Software Akuntansi

November 6, 2017 Accounting

Setiap kali teknologi baru muncul—baik itu smartphone, laptop, atau apapun bentuknya—orang-orang membutuhkan waktu untuk terbiasa menggunakannya. Mereka akan melalui proses adaptasi dalam berbagai cara dan durasi yang berbeda. Nah, hal ini juga berlaku pada software akuntansi berbasis cloud.

Ketika Anda merekomendasikan software akuntansi kepada klien, mereka akan melihat Anda sebagai sosok yang ahli. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang bisa beradaptasi dengan teknologi baru secara cepat. Agar proses adaptasi yang dialami klien bisa berjalan mulus, Anda bisa membantu mereka dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

Software akuntansiBantu klien Anda untuk pindah menggunakan software akuntansi. (Source: FirmBee – Pixabay)

  1. Mulailah dengan Early Adopters

    Pada penggunaan teknologi baru, orang-orang cenderung dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu:

    Early adopters – orang-orang yang sangat menyukai teknologi baru dan tidak ragu untuk mempelajarinya dengan semangat, tipe orang yang rela antre di depan toko untuk mendapatkan smartphone terbaru saat perilisan.

    The early majority & late majority – cenderung mengikuti “arahan” dari early adopters dan biasanya akan memberi kritik terhadap teknologi baru tersebut. Mereka lebih skeptis dan lambat dalam beradaptasi.

    Late adopters – orang-orang yang tidak terlalu excited dalam menghadapi perubahan. Mereka memang punya keinginan untuk belajar, tetapi mereka membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan teknologi baru.

    Jika Anda baru saja mulai membantu klien untuk pindah ke software akuntansi, sebaiknya mulailah dari early adopters dan perlahan pindah ke late adopters. Anda bisa mengetahui klien Anda termasuk kategori yang mana dari reaksi mereka ketika Anda pertama kali memberikan informasi tentang software akuntansi berbasis online. Dengan melakukan pendekatan pada early adopters terlebih dulu, Anda akan mulai dengan positif. Nantinya, mereka juga bisa membantu Anda untuk meyakinkan orang-orang dari kategori lainnya.

    Baca juga: 5 Cara Marketing Terbaik untuk Mendapatkan Klien Baru bagi Akuntan

  2. Kelola Ekspektasi Pelanggan Sejak Awal

    Anda memang memiliki tujuan untuk membuat klien menggunakan software akuntansi. Namun, jangan bilang bahwa software tersebut dapat selalu bekerja dengan sangat baik. Jika Anda melakukannya, klien akan memiliki ekspektasi yang sangat tinggi dan kecewa apabila software tersebut tidak bekerja sesuai ekspektasi mereka.

    Sebaiknya, jelaskan saja bahwa dalam menggunakan software akuntansi, akan ada proses di mana mereka harus belajar dan berusaha. Namun, tekankan bahwa hasilnya akan sesuai dengan usaha yang mereka lakukan. Anda bisa menjelaskan bagaimana software tersebut mampu meringankan berbagai pekerjaan manual karena semua telah terotomatisasi.

Software akuntansiKenali apakah klien Anda merupakan orang yang bisa dengan mudah menerima teknologi baru. (Source: Life of Pix)

  1. Adakan Sesi Training dengan Mengundang Klien Lain

    Sebelum klien Anda benar-benar pindah menggunakan software akuntansi berbasis cloud, bantu mereka menyiapkan diri. Berikan resource secukupnya seperti user guide, posting-an blog, atau video seminar untuk mereka pelajari. Hati-hati, jangan sampai memberikan terlalu banyak referensi agar mereka tidak merasa harus bekerja berat.

    Selain itu, pertimbangkan pula untuk mengundang klien lain—yang sudah terlebih dulu menggunakan software akuntansi—ke kantor Anda. Minta mereka mendemonstrasikan software tersebut di hadapan klien baru Anda. Hal ini dapat menciptakan rasa aman dan nyaman pada diri klien, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kategori late adopters. Mereka bisa merasa termotivasi dengan kesuksesan klien lama Anda.

    Baca juga: Tips Penting Memilih Software Akuntansi Indonesia

  2. Pastikan Anda dan Tim Sudah Siap

    Pahamilah bahwa dalam pelaksanaannya, klien Anda pasti akan berhadapan dengan isu-isu tertentu, misalnya seperti tidak bisa login atau kesulitan mencari data yang dimaksud. Siapkan diri Anda dan tim untuk menghadapi hal tersebut, terutama dalam menjawab telepon atau email dari klien yang merasa kesulitan saat menggunakan software akuntansi.

    Karenanya, pastikan Anda dan tim memiliki pengetahuan yang cukup tentang software akuntansi berbasis online. Tak hanya tentang fitur dan keunggulan yang ditawarkan, tetapi juga hal-hal bersifat teknis seperti tingkat keamanan software.

Sekali lagi, perlu diingat bahwa tidak semua klien memiliki sikap yang sama terhadap teknologi baru. Dalam meyakinkan mereka, diperlukan kesabaran dan ketekunan hingga mereka tertarik untuk mencoba software akuntansi berbasis cloud seperti Sleekr Accounting. Klien bahkan bisa langsung mencoba demonya secara gratis. Semoga tips di atas bisa membantu Anda meyakinkan klien!

Artikel terkait

Panduan Menghitung SPT PPh Badan Secara Lengkap

August 23, 2017 Accounting

Sesuai namanya, pajak penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan. Sedangkan, penghasilan mengacu pada setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh oleh wajib pajak, dari dalam maupun luar negeri, baik untuk menambah kekayaan, konsumsi, investasi, dan lain sebagainya. Ada dua jenis subjek PPh, yakni orang pribadi dan badan. Nah, bagi yang memiliki usaha…

Baca selengkapnya