Dampak Melakukan Demosi Karyawan Bagi Perusahaan | Sleekr

Dampak Melakukan Demosi Karyawan Bagi Perusahaan

Rishna Maulina June 24, 2019 Human Resources (HR), Sumber Daya Manusia

Dampak Melakukan Demosi Karyawan Bagi PerusahaanDemosi merupakan perubahan jabatan menuju jenjang atau jabatan yang lebih rendah dan didasari oleh pertimbangan turunnya prestasi dan kemampuan kerja karyawan yang bersangkutan. Dari pengertian tersebut, sudah cukup jelas bahwa demosi adalah kebalikan dari promosi yang berarti kenaikan jabatan ke jenjang yang lebih tinggi. Proses demosi memang bukan sebuah proses yang mudah, tetapi dalam beberapa kasus, demosi karyawan harus dilakukan. Misalnya, apabila seorang karyawan tidak mampu bekerja dengan baik pada posisi kerjanya yang sekarang, maka tidak ada pilihan lain selain mengurangi tugas dan tanggung jawabnya. Aturan mengenai demosi secara implisit terdapat di dalam Pasal 161 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

  1. Alasan Dilakukannya Demosi

    Dampak Melakukan Demosi Karyawan Bagi Perusahaan

    Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi demosi karyawan. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

    1. Karyawan yang bersangkutan menunjukkan kinerja yang tidak baik atau buruk.
    2. Karyawan yang bersangkutan kekurangan keahlian atau skill untuk posisi kerjanya.
    3. Perusahaan memang sedang mengurangi posisi kerja karyawannya.
    4. Perusahaan sedang mendisiplinkan karyawan yang berbuat salah.

 

  1. Manfaat Demosi Bagi Perusahaan

    Dampak Melakukan Demosi Karyawan Bagi Perusahaan

    Seorang manajer yang baik harus mempertimbangkan manfaat demosi terhadap efek psikologis yang mungkin dialami karyawan, namun juga memperhatikan manfaat apa yang sekiranya bisa diperoleh untuk perusahaan. Berikut merupakan beberapa manfaat demosi bagi perusahaan:

    1. 1. Membuat karyawan keluar dari perusahaan

      Manfaat demosi salah satunya adalah membuat seorang karyawan keluar tanpa harus melakukan pemecatan. Beberapa perusahaan menggunakan taktik ini untuk menghindari konflik dalam pemecatan. Dari sudut pandang SDM, keuntungan lainnya adalah untuk menghindari membayar pesangon, atau menghindari PHK. Demosi tidak harus selalu bertujuan untuk membuat karyawan berhenti bekerja atas kemauannya. Tetapi hal ini memang diperuntukan bagi karyawan yang menunjukan performance kerja yang kurang.

    2. 2. Mengurangi pengeluaran perusahaan

      Biasanya, penurunan jabatan berarti karyawan bekerja di posisi dengan upah yang lebih rendah. Dalam beberapa kasus, perusahaan memberlakukan demosi bagi karyawan yang dirasa mendapatkan gaji yang tidak sesuai dengan kontribusi mereka untuk perusahan. Tetapi pada akhirnya perusahaan harus membayarkan gaji sesuai dengan kinerja yang diberikan dengan posisi barunya.

      3. Resiko menjadi lebih sedikit

      Demosi mungkin melibatkan resiko yang lebih sedikit dari tuntutan hukum atau keluhan lain selain PHK. Sebagai contoh, Kantor Manajemen Personalia Amerika Serikat menunjukkan bahwa beberapa kantor pemerintah mempertahankan kebijakan penurunan pangkat sebelum melakukan PHK, ketika berhadapan dengan kinerja karyawan yang buruk. Hal tersebut dapat melindungi lembaga atau organisasi terhadap diskriminasi atau penghentian salah klaim. Karena dapat menunjukkan kesediaan untuk mempertahankan karyawan terlepas dari masalah kinerja.

      4. Pengembangan kinerja karyawan

      Salah satu manfaat yang lebih positif dari demosi adalah kesempatan untuk mengembangkan kinerja karyawan melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan. Kadang-kadang, karyawan berada pada posisi yang tidak cukup siap untuk ditanganinya. Dengan adanya demosi, maka karyawan akan mendapatkan ruang untuk bernafas lebih lega dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Jika karyawan tersebut diturunkan ke posisi yang lebih nyaman dengannya, maka karyawan tersebut dapat bekerja ke arah pelatihan yang akan membawanya pada posisi yang lebih tinggi.

 

  1. Karyawan Yang Mengalami Demosi

    Mengidentifikasi Karyawan Loyal, Begini Caranya!

    Ada dua pilihan yang bisa karyawan pilih saat mengalami demosi. Yang pertama adalah bertahan di perusahaan sekarang dan berjuang untuk mendapatkan posisi yang sebelumnya. Yang kedua adalah langsung mengajukan pengunduran diri atau pindah kerja. Kedua keputusan tersebut harus dipikirkan secara matang dan tidak terburu-buru. Apapun yang menjadi pilihan karyawan, sebaiknya karyawan yang mengalami demosi tetap bekerja keras dan menjalankan peran dengan baik di kantor. Dedikasikan waktu dan pikiran untuk menguasai tugas baru, membangun hubungan lagi dengan atasan, dan mengembangkan hubungan positif dengan supervisor yang baru.

    Bagi karyawan yang memutuskan untuk bertahan di perusahaan, maka sebaiknya karyawan tersebut menunjukkan komitmen untuk bekerja keras. Hal ini akan membuat atasan melihat karyawan yang bersangkutan sebagai karyawan unggulan. Sementara itu, jika karyawan ingin mengundurkan diri dan pindah perusahaan, maka karyawan yang bersangkutan perlu mendapatkan rekomendasi positif dari atasan.

  1. Menjalankan Proses Demosi

    Mengidentifikasi Karyawan Loyal, Begini Caranya!

    Ketika Anda ditugaskan untuk melakukan demosi, pastikan Anda melakukannya sebaik mungkin agar semua pihak, baik karyawan yang akan didemosi, perusahaan, dan Anda dapat saling memahami situasi yang ada. Ada beberapa tips yang bisa Anda pelajari agar proses demosi dapat berjalan lancar:

    1. Menyampaikan kepada karyawan yang bersangkutan tentang demosi yang akan dilakukan. Usahakan untuk melakukan perbincangan secara personal.

    2. Menjelaskan posisi kerja baru yang akan ditempati oleh karyawan yang bersangkutan dan tanggung jawab apa saja yang melekat pada posisi kerja tersebu.

    3. Merencanakan langkah-langkah transisi, dimana karyawan yang bersangkutan perlu memindahtangankan tugas-tugas pekerjaannya dan kemudian memulai tugas pekerjaan yang baru.

    4. Menyampaikan kepada karyawan lain yang memang perlu diinformasikan tentang demosi tersebut serta alasan mengapa mereka perlu mengetahui hal tersebut.

 

Itulah beberapa informasi tentang demosi karyawan yang perlu Anda ketahui. Dengan berbekal tips di atas, akan lebih mudah untuk Anda jika diberi tugas untuk menjalankan proses demosi di perusahaan Anda. Sebagai tim HR perusahaan, Anda memang dituntut untuk mengetahui dan memahami berbagai informasi seputar ketenagakerjaan dan segala hal yang berhubungan dengan karyawan. Agar tugas-tugas pekerjaan Anda menjadi lebih mudah, gunakan bantuan software HR yang andal dan terpercaya. Salah satu software HR yang bisa Anda gunakan yaitu Sleekr, Berbagai fitur mulai dari absensi dan cuti online, klaim atau reimbursement, perhitungan gaji atau payroll, potongan PPh 21 karyawan, BPJS, dan lain sebagainya bisa Anda akses dengan mudah. Dengan Sleekr, manajemen HR perusahaan Anda lebih terintegrasi.