Ketahui 4 Komponen Utama dan Cara Hitung Gaji Karyawan

Maderendika January 24, 2019 Human Resources (HR), Sumber Daya Manusia

Setelah bekerja selama satu periode kerja, karyawan berhak mendapatkan upah sesuai dengan kesepakatan dan regulasi yang berlaku. Upah ini adalah bentuk kompensasi dan apresiasi atas waktu dan tenaga yang dicurahkan karyawan untuk perusahaan dalam sistem produksi. Penghitungan besaran gaji memiliki pola tertentu yang telah ditetapkan, oleh sebabnya, proses hitung gaji karyawan tidak bisa dilakukan secara asal.

Sebagai perusahaan yang baik, pembayaran gaji atau upah yang tepat waktu dan dengan penghitungan yang cermat menjadi penting agar setiap karyawan merasa puas. Terdapat beberapa komponen yang ada di dalam proses hitung gaji karyawan yang sebaiknya diperhatikan dengan baik oleh perusahaan, agar tidak terjadi salah hitung. Sedikitnya terdapat empat komponen dasar yang menjadi dasar penghitungan gaji karyawan.

  1. Gaji Pokok

    Yang dimaksud dengan gaji pokok adalah gaji dasar yang ditentukan sesuai dengan jabatan atau tugas tertentu. Jabatan yang diemban karyawan menunjukkan tingkat kesulitan kerja dan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul. Semakin tingginya jabatan karyawan, asumsinya beban kerja dan tanggung jawab juga semakin besar.

    Gaji pokok dijadikan satu komponen dalam proses hitung gaji karyawan karena hal ini akan menjadi dasar penghitungan yang digunakan sebagai pembayaran gaji. Biasanya dihitung dengan skala gaji per jam, per minggu, atau per bulan, tergantung kebijakan perusahaan.

  2. Tunjangan

    Komponen ini merupakan komponen penambah besaran gaji yang diterima karyawan pada setiap periode waktu. Tunjangan biasanya diberikan sebagai kompensasi tambahan atas beban kerja yang dimiliki. Umum tunjangan bersifat sosial dan insentif. Beberapa jenis tunjangan yang awam diberikan adalah tunjangan jabatan, tunjangan transport, tunjangan makan dan tunjangan lainnya.

    Tidak semua tunjangan diberikan secara rutin setiap periode waktu, ada pula tunjangan yang diberikan setelah karyawan memenuhi kondisi tertentu. Tunjangan juga bisa diberikan sebagai bentuk kompensasi pada keadaan lingkungan kerja, seperti misalnya tunjangan daerah tertinggal yang diberikan pada karyawan yang bekerja pada daerah terpencil atau remote area.

  3. Potongan

    Seperti namanya, komponen ini bersifat mengurangi total gaji yang diberikan kepada pekerja. Potongan bisa beragam bentuknya, seperti potongan wajib dan potongan kondisional. Potongan wajib kemudian dilakukan karena karyawan harus memenuhi kewajiban untuk membayar sejumlah iuran, seperti pajak penghasilan atau iuran jaminan sosial (BPJS) dan potongan hari tua yang akan menjadi tabungan ketika karyawan selesai masa tugasnya. Untuk potongan kondisional, biasanya dilakukan akibat kesalahan karyawan atau keadaan perusahaan yang sedang mengalami penurunan performa dan pemasukan.

  4. Uang Lembur

    Uang lembur bersifat menambah total gaji yang diterima karyawan. Dalam proses hitung gaji karyawan, uang lembur menjadi faktor yang penting dimasukkan, ketika karyawan tercatat melakukan lembur pada periode waktu tersebut. Lembur merupakan tambahan jam kerja yang dilakukan karyawan, baik karena tekanan pekerjaan maupun kemauan karyawan sendiri, yang perhitungannya diatur dengan ketat oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan. Terdapat batasan yang jelas pada jumlah maksimal lembur yang bisa dilakukan karyawan dalam satu periode waktu tertentu.

  5. Cara Hitung Gaji Karyawan Berdasarkan Aturan yang Berlaku

    Secara sederhana, rumus yang biasa digunakan untuk melakukan hitung gaji karyawan adalah dengan pertimbangan jam kerja. Rumusnya adalah dengan mengalikan besaran upah per jam dengan jumlah jam kerja setiap hari dengan jumlah hari kerja. Setelah mendapatkan besaran gaji pokok, baru ditambah dengan tunjangan dan uang lembur, dan dikurangi potongan yang berlaku pada perusahaan tersebut.

Dalam melakukan penghitungan gaji atau payroll karyawan, hendaknya dilakukan dengan cermat dan teliti agar setiap penambahan dan pemotongan bisa pas nilainya. Untuk membantu Anda dalam proses hitung gaji karyawan, Anda bisa menggunakan Sleekr, sebagai software HR tepercaya yang memiliki fitur penghitungan payroll. Tidak hanya payroll, Sleekr juga dapat merinci setiap komponen dan menyampaikannya langsung dengan slip gaji pada karyawan yang bersangkutan. Tentu saja, setiap perhitungan dilakukan dengan cermat, berdasarkan pada data yang masuk pada sistem administrasi perusahaan, yang juga bisa dikelola dengan baik oleh Sleekr. Software HR yang satu ini merupakan one stop solution atas berbagai urusan HR di perusahaan Anda. Jadi tunggu apalagi? Ajukan demo Sleekr untuk kemajuan bisnis Anda sekarang!