×

6 Cara Mengelola Arus Kas Bisnis Online

March 19, 2018 Accounting

Arus kas atau cash flow adalah aliran dana yang masuk dan keluar pada sejumlah kas atau pun setara kas. Dalam hal mengelola keuangan bisnis online, laporan kas memegang peranan yang sama pentingnya dengan laporan laba rugi suatu perusahaan. Namun demikian, kas tentu saja berbeda dengan laba atau pendapatan di dalam bisnis online Anda.

Yang dimaksud dengan pendapatan yaitu jumlah uang tunai atau piutang yang dihasilkan dari hasil penjualan produk bisnis Anda. Mungkin saja sebagian pendapatan ini tidak akan menjadi uang tunai, sebab posisinya sebagai piutang tak tertagih. Sementara laba adalah surplus pendapatan usaha setelah dikurangi semua pengeluaran dalam satu periode akuntansi tertentu. Oleh karena itu, sebagian kas bisa jadi tidak berasal dari pendapatan. Namun, berasal dari dana utang atau pinjaman yang didapat dari bank atau justru tambahan modal dari pemilik.

Bagi perusahaan bertaraf kecil hingga menengah seperti bisnis online Anda, kelangsungan operasional justru bergantung pada dana kas. Bahkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Spark Business di tahun 2014, sebanyak 71% bisnis dengan kondisi arus kas yang baik tidak pernah mengalami krisis tunai sehingga perusahan lebih mudah membayar berbagai tagihan.

Pun tak terkecuali untuk bisnis online yang sedang Anda jalankan. Laporan arus kas tetap harus dan wajib disusun agar operasional perusahaan tetap berjalan dengan lancar sehingga mencapai target pendapatan yang direncanakan. Lantas, bagaimana cara mengelola arus kas bisnis online ini?

laporan arus kas, bisnis, perusahaan, piutang, utang, persediaan barang, mengelola arus kas, usaha, contoh cash flow, aset, kas kecil adalah, cash flow adalah, rupiah, analisa, bisnis online
Penyusunan laporan arus kas yang baik akan membantu memaksimalkan kegiatan operasional bisnis. (Source: Pexels)

  1. Tetapkan Saldo Awal

    Penetapan saldo awal usaha ini akan sangat berpengaruh pada laporan-laporan yang akan dihasilkan melalui sistem informasi akuntansi yang digunakan dalam bisnis Anda. Langkah ini menjadi pondasi dari penyusunan pencatatan keuangan suatu bidang usaha, baik dalam bentuk perorangan maupun yang berbentuk lembaga. Oleh karena itu, penyusunan saldo awal bisnis online Anda tidak boleh dilewatkan begitu saja.

    Baca juga: Bagaimana Arus Kas berperan pada Bisnis Anda?

  2. Analisis Cash Flow

    Setelah mengetahui besaran saldo awal yang dimiliki, lanjutkan dengan tahapan analisis cash flow untuk mengelola arus kas bisnis online itu sendiri. Anda dapat mempraktikkan hal ini dengan melacak arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan. Hasil yang Anda temukan nantinya akan memudahkan penulisan laporan arus kas perusahaan. Laporan arus kas ini juga bisa menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan keluar selama periode laporan.

    Arus kas masuk meliputi tiga hal, yaitu arus kas masuk dari kegiatan usaha yang tercermin dari laporan laba rugi perusahaan, arus kas masuk dari kegiatan investasi yang terkait dengan aktivitas pembelian dan penjualan aktiva perusahaan serta kegiatan yang terkait dengan piutang perusahaan dengan entitas lain, dan arus kas masuk dari kegiatan pendanaan seperti penjualan obligasi, emisi saham, pembayaran dividen, maupun pelunasan piutang di bank.

    Di samping itu, ada pula tiga hal yang menjadi elemen penting di dalam arus kas keluar. Pertama, arus kas keluar dari kegiatan usaha yang meliputi biaya produksi, tenaga kerja, biaya barang, pembelian perlengkapan kantor, dan juga pembayaran bunga. Kedua, arus kas keluar dari kegiatan investasi yang berupa pembelian aset seperti peralatan produksi, pembelian komputer, dan perbaikan alat kantor. Terakhir, arus keluar dari kegiataan pendanaan seperti pembayaran utang dan pajak yang harus dilunasi.

  3. Proyeksikan Penerimaan Kas

    Apabila bisnis online Anda bukanlah usaha retail atau layanan yang dibayar tunai, melainkan hasil penjualan yang berbentuk tagihan piutang, maka Anda wajib memantau piutang Anda. Disarankan agar Anda memproyeksikan penerimaan kas dengan cara membuat tabulasi piutang. Tabulasi ini mengelompokkan piutang tanggal jatuh tempo sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan berapa besaran uang tunai yang didapat. Pertimbangkan pula kemungkinan adanya pelanggan yang membayar utang dan perkirakan kapan mereka akan membayar tagihan berikutnya.

  4. Buat Rencana Pengeluaran Kas

    Dalam mengelola arus kas, Anda juga perlu membuat daftar rencana pengeluaran kas. Lakukan identifikasi terhadap semua kewajiban Anda dan ketahui waktu pembayarannya, termasuk biaya gaji karyawan, biaya tetap (tagihan wifi, pulsa, cicilan utang, dan lainnya), serta pengeluaran lain yang penting untuk diantisipasi. Dengan demikian, Anda dapat menentukan kapan Anda harus menyediakan kas dan berapa besar jumlahnya sehinga jumlah target yang harus dikumpulkan sudah dapat dipastikan.

  5. Menyusun Laporan Arus Kas

    Laporan arus kas sangat membantu Anda dalam mengelola arus kas bisnis online. Pasalnya, laporan ini dapat berfungsi sebagai indikator jumlah kas di masa mendatang dan membantu penilaian atas rencana arus kas yang telah dibuat sebelumnya. Laporan arus kas ini juga bisa menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan keluar selama periode laporan. Dalam penyusunan laporan arus kas itu sendiri terdapat dua metode, yaitu metode langsung dan tidak langsung.

    Pada penyusunan laporan arus kas dengan metode langsung, maka penyusunannya dilakukan berdasarkan pada buku kas/bank sehingga Anda harus melaporkan kelompok-kelompok penerimaan dan pengeluaran kas dari kegiatan operasional perusahaan. Barulah kemudian dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan.

    Sedangkan pada metode tidak langsung, penyusunan laporan arus kas dilakukan berdasarkan laporan laba-rugi dan neraca. Dengan metode ini, laba rugi perusahaan harus disesuaikan dengan cara mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan dari penerimaan atau pembayaran kas untuk kegiatan operasional di masa lalu dan masa akan datang, serta unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas penerimaan.

  6. Proyeksikan Saldo Kas

    Melalui laporan arus kas perusahaan yang telah disusun, Anda dapat dengan mudah mengetahui proyeksi arus kas masuk dan keluar. Dengan demikian, Anda dapat menghitung proyeksi saldo kas di masa depan. Apabila saldo kas negatif, artinya Anda perlu mengantisipasi upaya untuk menutupinya. Sebaliknya, jika saldo kas menunjukkan angka positif, maka Anda perlu memikirkan akan menyimpan saldo ini atau menginvestasikannya.

  7. Manfaat Mengelola Arus Kas

    Selain dimanfaatkan sebagai alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan keluar selama periode laporan, dengan mengelola laporan arus kas secara tepat, Anda mampu mengenali pola arus kas mingguan, bulanan, dan musiman, seperti saat momen jelang puasa/lebaran, akhir tahun, pendaftaran sekolah. Alhasil, Anda dapat membuat strategi yang tepat untuk menghadapi naik-turunnya penerimaan kas sehingga tidak mempengaruhi persediaan barang siap jual.

    Baca juga: 5 Tips Penting Laporan Cashflow Perusahaan bagi Bisnis UKM

  8. Contoh Cash Flow

    Inilah salah satu contoh laporan arus kas perusahaan bisnis online yang dapat Anda buat sesuai dengan kondisi keuangan usaha tersebut.

laporan arus kas, bisnis, perusahaan, piutang, utang, persediaan barang, mengelola arus kas, usaha, contoh cash flow, aset, kas kecil adalah, cash flow adalah, rupiah, analisa, bisnis online

Untuk membantu Anda dalam menyusun laporan arus kas secara tepat, Anda bisa menggunakan software Sleekr Accounting. Menerapkan metode langsung (direct method) pada fitur laporan arus kas, Sleekr Accounting memungkinkan Anda untuk mendapatkan data arus kas secara sistematis dan otomatis. Anda pun bisa menghemat waktu untuk melakukan berbagai hal lain.

Artikel terkait

Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual: Apakah Sama?

July 31, 2017 Accounting

Bagi yang sedang atau pernah mempelajari tentang akuntansi, Anda pasti pernah bertemu dengan istilah harga pokok penjualan dan harga jual. Karena sama-sama mengandung kata “jual”, banyak orang yang merasa bingung dan akhirnya menganggap keduanya sama. Padahal, harga pokok penjualan dan harga jual memiliki arti dan penghitungan yang berbeda. Berikut penjelasannya. Apa perbedaan antara harga pokok…

Baca selengkapnya