4 Peran Penting Arus Kas pada Bisnis Anda

December 13, 2017 Accounting

Cash flow (arus kas) merupakan sumber kehidupan dari sebuah bisnis. Apabila pemasukan bisnis lebih banyak daripada pengeluaran, maka bisnis Anda memiliki arus kas yang positif. Sebaliknya, jika pengeluaran bisnis lebih banyak daripada pemasukan, maka bisnis Anda memiliki arus kas yang negatif. Karenanya, penting bagi Anda untuk menjaga stabilitas arus kas bisnis. Hal ini sedikit banyak pasti akan berpengaruh terhadap perkembangan bisnis Anda.

Arus kas bisnisBagaimana sebenarnya peran arus kas dalam mengembangkan suatu bisnis? (Source: The Blue Diamond Gallery)

  1. Inilah 4 Peran Penting Kas pada Bisnis

    Memantau Kondisi Keuangan Bisnis Secara Rutin

    Arus kas, apabila dikelola dengan baik, dapat membantu bisnis Anda selalu terorganisasi. Mengingat fungsinya yang dapat menunjukkan aliran masuk dan keluar kas perusahaan pada suatu periode akuntansi, maka melalui arus kas Anda bisa memantau kondisi keuangan bisnis secara rutin. Anda bisa mengetahui dengan pasti sumber pemasukan dan untuk apa saja uang tersebut digunakan.

    Apabila Anda baru saja mulai mendirikan bisnis, buatlah daftar pengeluaran yang umumnya hanya dilakukan dalam sekali. Pengeluaran ini bisa mencakup item yang sudah Anda bayar atau hendak akan dibayar, seperti pembelian properti, konstruksi, furnitur, dan sebagainya. Lalu, susun pengeluaran bulanan bisnis. Anda dituntut untuk fokus agar tak ada pengeluaran yang terlewat. Pengeluaran bulanan ini bisa mencakup website hosting, cicilan bulanan, gaji karyawan, dan sebagainya.

    Dalam menyusun arus kas bisnis, Anda diminta untuk jujur dan bersikap seobyektif mungkin. Apabila hasil akhirnya ternyata ada lebih banyak pengeluaran dari pemasukan, Anda bisa segera melakukan pemotongan anggaran agar kondisi keuangan bisnis tetap aman.

  2. Mengelola Utang dengan Baik

    Berutang dalam bisnis sudah menjadi hal yang biasa. Nah, biasanya ketika pelaku bisnis meminjam uang untuk keperluan bisnis, mereka akan mempertimbangkan arus kas di waktu mendatang untuk melakukan pengeluaran dari dana pinjaman tersebut. Mau tak mau, Anda harus memiliki arus kas yang positif agar bisa membayar cicilan utang secara tepat waktu.

    Umumnya, perusahaan memiliki pinjaman jangka panjang dan rekening kredit jangka pendek. Setiap pinjaman membutuhkan pembayaran bulanan. Nah, kewajiban pembayaran utang secara bulanan ini dapat membatasi arus kas Anda, di mana jumlah uang yang seharusnya dapat digunakan untuk investasi bisnis akan berkurang. Maka dari itu, dengan adanya arus kas yang baik, Anda bisa melakukan penghitungan secara matang sehingga pengembangan bisnis tetap berjalan lancar meski Anda memiliki utang.

    Baca juga: 6 Cara Jitu Mengelola Utang dalam Berbisnis

Arus kas bisnis Arus kas memungkinkan Anda untuk mengambil keputusan bisnis yang strategis. (Source: Pexels)

  1. Memberikan Nilai KPI yang Cenderung Lebih Tinggi

    Key Performance Indicator (KPI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan untuk mengukur atau membandingkan kinerja agar tujuan strategis dan operasional bisnis dapat tercapai. Salah satu ciri arus kas bisnis yang positif adalah dana tunai yang berlebih, di mana hal ini dapat menjadi KPI yang bagus. Di sisi lain, KPI yang bagus merupakan pertanda bahwa bisnis Anda berkembang ke arah yang positif, bukan? Dengan fokus pada arus kas bisnis, Anda pun jadi tahu kapan harus melakukan pemotongan anggaran, menambah pemasukan, dan sebagainya.

  2. Arus Kas Bisnis Membantu Mengambil Keputusan Bisnis

    Mendirikan bisnis artinya Anda harus siap mengambil berbagai keputusan penting. Apabila tidak didasari oleh data yang akurat, keputusan tersebut bisa membahayakan masa depan bisnis Anda. Kabar baiknya, Anda bisa menghindari hal tersebut dengan mengelola arus kas sebaik mungkin. Arus kas memungkinkan Anda untuk mengetahui kondisi keuangan bisnis secara rutin. Berdasarkan kondisi keuangan tersebut, Anda pun bisa mengambil keputusan terbaik untuk perusahaan.

    Misalnya, dari arus kas bisnis Anda jadi tahu bahwa ternyata pemasukan berkurang karena banyak invoice yang belum dibayar. Nah, Anda pun bisa menganalisis lebih jauh, apakah keterlambatan pembayaran ini disebabkan oleh kurang seringnya Anda dalam melakukan follow up, lembar invoice yang kurang jelas, atau yang lainnya. Setelah itu, Anda dapat mengambil keputusan untuk memperbaiki hal tersebut dan meningkatkan arus kas.

    Baca juga: 5 Tips Penting Laporan Cashflow Perusahaan bagi Bisnis UKM

Arus kas yang terkontrol dengan baik tentu akan memberikan ketenangan pikiran bagi Anda. Untuk mempermudah prosesnya, Anda bisa menggunakan Sleekr Accounting, software khusus akuntansi berbasis cloud. Penghitungan bisa dilakukan secara otomatis dan Anda juga dapat mengakses datanya dari mana pun dan kapan pun. Hal ini tentu memberi ruang lebih bagi Anda untuk mengembangkan bisnis.