4 Alasan Pentingnya Membuat Estimasi Pajak bagi Bisnis Anda

Setiap negara di dunia ini memungut pajak dari rakyatnya. Pajak tersebut difungsikan untuk menjaga keberlangsungan pembangunan infrastruktur di dalamnya. Tak heran jika pajak menjadi sumber penghasilan negara yang cukup besar. Besarnya pajak untuk setiap warga negara juga berbeda-beda. Semakin besar kekayaan yang dimilikinya, maka akan semakin besar pajak yang harus ia bayarkan ke pemerintah. Begitu pula jika Anda seorang pebisnis UMKM. Pada umumnya, semakin besar bisnis yang Anda kelola, maka pajak UMKM yang harus Anda bayar juga semakin besar dan Anda perlu membuat estimasi pajak untuk bisnis Anda.

Bagi Anda yang merupakan pebisnis, wajib membayar pajak demi kelancaran bisnis Anda. Namun, terkadang karena jumlah pajak yang harus Anda bayar terlalu besar, hal tersebut berimbas pada keuntungan perusahaan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk membuat estimasi pajak. Berikut beberapa pentingnya membuat estimasi pajak bagi perusahaan Anda.

estimasi pajakApa pentingnya melakukan estimasi pajak? (Source: Ken Teegardin – Flickr)

  1. Menghindari Pemborosan

    Bisa dikatakan, menghitung estimasi pajak UMKM termasuk salah satu upaya manajemen pajak. Kalau Anda mampu menghitung pajak secara tepat dan akurat dan mampu merekayasanya seminimal mungkin, maka Anda sudah berusaha untuk ikut menghemat keuangan perusahaan. Namun, tentunya Anda juga harus tetap mengindahkan aturan yang ada. Dengan menekan pajak, jumlah keuntungan yang bisa Anda dapatkan pun juga akan semakin tinggi dan tentunya berdampak positif terhadap perusahaan.

  2. Penghitungan yang Tepat akan Mampu Menghemat Kas Keluar

    Pajak merupakan kas keluar perusahaan sehingga mampu mempengaruhi jumlah kekayaan perusahaan. Apa lagi kalau perusahaan Anda cukup besar, maka penghematan kas keluar harus dilakukan semaksimal mungkin. Contohnya dengan merekayasa pajak UMKM. Dalam membuat estimasi pajak, ada dua macam metode. Masing-masing metode tersebut tentunya akan menghasilkan penghitungan yang berbeda-beda.

    Metode yang pertama adalah Average. Seperti namanya, metode ini dilakukan dengan cara menghitung hasil biaya rata-rata. Jumlah ini dapat diperoleh dengan menjumlahkan seluruh biaya barang yang tersedia, kemudian dibagi dengan banyaknya unit yang tersedia untuk dijual. Lalu, dari sini Anda bisa menemukan beban pokok penjualan dan persediaan akhir yang dimiliki perusahaan.

    Sedangkan metode kedua adalah metode FIFO. Metode ini memiliki prinsip bahwa barang yang masuk akan dijual lebih dulu dan barang yang terakhir akan dikeluarkan selanjutnya. Prinsip inilah yang menjadi dasar metode FIFO, First In First Out.

    Untuk menghasilkan estimasi pajak yang efektif dan maksimal, pada umumnya metode yang digunakan adalah metode Average karena dianggap lebih mampu menghasilkan harga pokok penjualan yang lebih tinggi. Ini akan menyebabkan besarnya pajak yang harus Anda keluarkan untuk laba perusahaan akan semakin rendah.

estimasi pajakEstimasi pajak dapat membantu Anda menghemar kas keluar perusahaan. (Source: stevepb – Pixabay)

  1. Mengatur Arus Kas

    Setelah memahami besarnya kas yang bisa dihemat, selanjutnya Anda bisa mengalokasikan berapa besarnya kas yang harus dibayarkan untuk pajak sehingga anggaran selanjutnya dapat dihitung secara akurat. Oleh sebab itu, penting untuk membayar pajak UMKM secara tepat waktu karena kalau Anda tidak membayarnya sebelum jatuh tempo, justru yang akan terjadi adalah pajak akan menunggak dan tentunya hal ini akan mengganggu keseimbangan kas perusahaan, bukan?

    Baca juga: 3 Tips Merancang Cash Flow Ideal bagi UKM

  2. Apa Akibatnya Jika Tidak Membuat Estimasi Pajak?

    Dari penjabaran dia atas, dapat Anda lihat kalau estimasi pajak ini sangat penting. Tanpa pembuatan estimasi pajak, bisa-bisa Anda akan kebingungan berapa besar pajak pajak yang harus dibayar apalagi jika melebihi tempo yang sudah dijadwalkan. Anda pun harus mengeluarkan uang lebih banyak beserta dendanya. Tentu saja hal ini akan berdampak pada pengurangan kas perusahaan, bukan?

    Misalnya, tahun ini Anda harus membayar pajak PPh sebesar sekian persen dari jumlah omzet yang Anda miliki. Namun, karena Anda tidak membuat estimasi pajak, maka Anda pun salah perhitungan dan tidak mampu menekan pengeluaran untuk pajak dan bahkan Anda tidak tahu kalau sebenarnya jangka waktu pembayaran pajak sudah lewat. Akibatnya, Anda pun harus mengeluarkan uang lebih banyak disertai denda.

Mungkin Anda berpikir bahwa estimasi pajak ini sama dengan penggelapan pajak. Anda salah besar kalau berpikir seperti itu. Estimasi pajak tidak sama dengan penggelapan pajak, karena pada dasarnya hal ini adalah upaya untuk merekayasa usaha sehingga pajak UMKM yang harus dibayar bisa ditekan seminimal mungkin tanpa harus melanggar aturan-aturan yang ada. Selain itu, tak heran jika biasanya para pebisnis akan membayar pajak selambat mungkin asalkan tidak melebihi batas jatuh tempo.

Proses pajak jika tidak diurus dengan benar dapat menjadi bom waktu bagi berjalannya usaha Anda bukan? Ada baiknya jika Anda menggunakan sistem yang baik untuk menghitung hingga melaporkan pajak bisnis Anda dengan baik. Sistem tidak selalu mahal, terdapat sistem yang memberikan harga terjangkau dengan fitur yang sangat membantu bisnis Anda. Salah satunya adalah aplikasi pajak Mekari Klikpajak. Coba gratis di sini sekarang juga!

WhatsApp WhatsApp Sales