×

Bagaimana Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang yang Ideal?

April 6, 2017 Accounting

Apakah Anda pernah berbelanja di swalayan atau toko kelontong lainnya? Kedua jenis usaha tersebut merupakan contoh perusahaan dagang. Perusahaan dagang merupakan kegiatan bisnis berupa membeli barang untuk kemudian dijual kembali ke konsumen. Barang-barang ini didapatkan dari pemasok sehingga harga yang didapatkan juga lebih murah. Dari sinilah pelaku bisnis memperoleh keuntungannya. Untuk mengetahui apakah perusahaan dagang tersebut mengalami laba atau rugi, maka harus ada yang namanya siklus akuntansi perusahaan dagang.

Siklus akuntansi perusahaan merupakan proses bagaimana laporan keuangan perusahaan dibuat dalam periode tertentu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Siklus akuntansi perusahaan dagang hampir sama dengan siklus akuntansi perusahaan jasa. Biasanya, proses ini dimulai dari pencatatan transaksi dan diakhiri dengan pembuatan jurnal penutup dan jurnal pembalik. Nah, untuk mengetahui bagaimana cara membuat siklus akuntansi perusahaan, berikut langkah-langkahnya.

Baca juga: 6 Cara Cepat dan Mudah Selesaikan Laporan Keuangan Perusahaan

Siklus akuntansi perusahaan dagangBagaimana membuat siklus akuntansi perusahaan dagang yang ideal? (Source: thejobcrowd.com)

Cara membuat Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang yang Ideal Bagi Perusahaan

  1. Menghitung Transaksi

    Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu transaksi apa saja yang telah berlangsung selama periode tersebut. Tentu saja, hal ini melibatkan semua akun yang terkait. Setelah semua transaksi sudah teridentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah membuat jurnal dari transaksi-transaksi tersebut. Pada perusahaan dagang, kegiatan bisnis yang kita lakukan digolongkan sebagai transaksi penjualan tunai, karena kita menjual barang dan menerima uang secara langsung dari konsumen yang membelinya. Akun penjualan ini dimasukkan ke dalam kolom kredit dan jumlahnya harus sama dengan kas pada kolom debit.

    Baca juga: 4 Tips untuk Maksimalkan Laporan Keuangan Perusahaan Anda

  2. Neraca Saldo

    Setelah penjurnalan akun, langkah selanjutnya dari siklus akuntansi dagang adalah Anda harus membuat laporan di buku besar. Buku besar berisi kumpulan akun-akun yang telah dijurnal di tahap sebelumnya. Jadi, Anda hanya perlu menyalinnya saja. Langkah selanjutnya adalah mencari tahu apakah kolom debet dan kredit sudah balance. Untuk hal ini, Anda perlu membuat neraca saldo dari akun-akun tersebut. Anda bisa menggunakan software Sleekr Accounting seperti untuk membantu Anda membuat neraca saldo yang diperlukan.

    Baca juga: Cara Membuat Neraca Keuangan (Balance Sheet) Bagi Perusahan Anda

  3. Jurnal Penyesuaian dan Neraca Setelah Penyesuaian

    jika ternyata jumlah yang dihasilkan tidak balance antara kredit dan debet, maka Anda harus mencari tahu sebabnya. Bisa jadi Anda melakukan kesalahan dalam memasukkan nilai pendapatan dan biaya. Untuk itu, perlu dibuat jurnal penyesuaian. Karena neracanya pasti berubah, maka Anda perlu membuat lagi neraca dengan saldo yang sudah disesuaikan tadi. Neraca ini biasa disebut “neraca saldo setelah penyesuaian”.

Siklus akuntansi perusahaan dagangApakah perusahaan dagang Anda sudah memiliki siklus akuntansi yang sesuai? (Source: bostonfagroup.com)

  1. Laporan Keuangan

    Inti dari seluruh rangkaian alur akuntansi adalah laporan keuangan. Bisa dibilang, tahap ini merupakan hasil akhir dari proses akuntansi perusahaan yang berisi laporan laba rugi, neraca, dan perubahan modal. Dari sini, kita bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan kita dengan melihat seberapa besar harta, utang, dan modal yang dimiliki perusahaan. Dalam menyusun laporan keuangan, akun-akun yang ada dikelompokkan dan ditulis berdasarkan jenisnya dalam akuntansi. Misalnya, untuk harta, utang, dan modal yang termasuk ke dalam neraca, maka ketiganya ditulis di laporan keuangan neraca. Sedangkan, akun pendapatan dan biaya bisa Anda masukkan ke dalam kelompok laporan keuangan laba/rugi.

    Baca juga: 6 Cara Cepat dan Mudah Selesaikan Laporan Keuangan Perusahaan

  2. Jurnal Penutup dan Neraca Saldo Setelah Penutupan

    Akun pendapatan dan biaya selanjutnya dipindahkan ke dalam jurnal khusus yang disebut jurnal penutup. Setelah itu, Anda bisa membuat neraca saldo yang disesuaikan dengan berpedoman pada jurnal penutup. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan saldo laba/rugi yang menunjukkan angka 0. Langkah ini merupakan langkah terakhir dari alur akuntansi perusahaan.

Siklus akuntansi perusahaan dagang perlu dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Hal tersebut dapat dilihat dari laporan keuangan yang dihasilkan dari seluruh rangkaian siklus tersebut. Oleh sebab itu, setiap perusahaan perlu melakukannya.

Sleekr Accounting, merupakan solusi bagi siklus akuntasi perusahaan dagang yang ideal bagi usaha Anda. Anda dapat mencoba gratis sekarang disini.

Artikel terkait

5 Alasan Laporan Stok Barang Penting Bagi UMKM

November 16, 2016 Accounting

Bagi sebagian besar perusahaan, menghitung stok bahan baku atau kebutuhan operasional produksi adalah hal mudah yang dapat dilakukan oleh semua orang. Sayangnya, karena terlalu mudah, tak jarang perusahaan menyepelekan hal tersebut. Akibatnya, tanpa manajemen yang baik, stok bahan baku serta kebutuhan operasional sehari-hari tidak terkontrol dan membuat perusahaan merugi. Belum lagi bila hal tersebut berdampak…

Baca selengkapnya