×

Pentingnya Pengembangan Career Path Untuk Karyawan Setelah Rekrutmen

April 9, 2018 Human Resources (HR)

Pengembangan karir untuk karyawan di perusahaan Anda memegang peranan penting sebagai faktor utama pendorong motivasi kerja karyawan itu sendiri. Jenjang karir yang cukup jelas tentu dapat membuat karyawan tahu bagaimana perusahaan menghargai kinerja mereka dalam kurun waktu tertentu. Sayangnya, beberapa perusahaan yang ada di Indonesia cenderung mengabaikan pentingnya pengembangan career path untuk karyawan.

Dalam praktiknya, pengembangan karir belum memiliki mekanisme yang transparan sehingga banyak karyawan dimutasi tidak berdasarkan jalur karir yang sesuai kesepakatan. Sebaliknya, karyawan justru hanya mengikuti selembar kertas putih yang bertuliskan Surat Keputusan dari pihak direksi ataupun pimpinan yang berwenang. Padahal, pengembangan career path yang dilakukan secara internal dan berjenjang ini dapat mengoptimalkan talenta-talenta yang ada.

Misalnya, jika seorang karyawan sejak awal mendaftar dalam program management development program, biasanya jenjang karir yang dilalui akan mempersiapkan dia untuk masuk jajaran manajemen perusahaan. Tapi, apabila dulunya langsung melamar pekerjaan pada posisi tertentu, maka karirnya akan naik sesuai alur jabatan tersebut. Sebagai contoh, jika awalnya ia melamar sebagai junior writer di perusahaan media digital, ia memiliki kesempatan untuk naik jabatan menjadi senior writer, junior editor, senior editor, hingga head of editorial.
Career, career path, pengembangan karir, karir, hr, human resourcesPengembangan karir dapat menjadi motivasi tersendiri bagi karyawan di perusahaan. (Source:Unsplash)

  1. Memahami career path masing-masing karyawan dengan baik

    Career path atau jenjang karir didefinisikan sebagai rangkaian posisi yang harus dilalui oleh masing-masing karyawan untuk mencapai tingkatan posisi tertentu dalam perusahaan. Umumnya, career path ini disusun berdasarkan profil kompetensi posisi  yang perlu dimiliki seseorang untuk menjabat suatu posisi tertentu.

    Jenjang karir yang diharapkan karyawan biasanya berkembang secara vertikal dan bergerak dari bawah ke atas. Misalnya, memulai bekerja pada usia 21 tahun sebagai fresh graduate, kemudian mengikuti peraturan dan persyaratan kompetensi yang telah ditetapkan perusahaan. Barulah kemudian mereka dapat menerima promosi dan penyesuaian remunerasi dan pensiun pada posisi puncak di perusahaan.

  2. Mendiskusikan rencana karir dan jenjang karir secara terbuka

    Pengembangan karir untuk karyawan pada dasarnya bukan tanggung jawab perusahaan maupun atasan, tetapi justru tanggung jawab karyawan itu sendiri. Pasalnya, jenjang karir yang ada di perusahaan yang akan ia dapatkan bergantung pada kompetensi karyawan itu sendiri. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda dan karyawan yang bersangkutan untuk berdiskusi secara terbuka tentang rencana karir yang diinginkan serta jenjang karir yang tersedia.

    Anda dapat menginformasikan kepada karyawan mengenai kemungkinan-kemungkinan pengembangan karir yang ada di perusahaan. Mintalah karyawan tersebut mempertimbangkan tentang pilihannya untuk tumbuh dan berkembang dalam perusahaan. Pertimbangkan pula bagaimana karyawan tersebut ingin melihat kemajuan karirnya dalam perusahaan.

  3. Manfaat pengembangan karir

    Seperti yang dijelaskan di awal artikel ini, pengembangan karir dapat membuat karyawan lebih termotivasi untuk meningkatkan kinerja mereka. Dengan terus melakukan pengembangan sama saja dengan terus memperbaiki diri. Dari perbaikan diri tentu karyawan akan menjadi lebih mengenal passion karyawan dengan baik. Perusahaan pun lebih mudah melakukan mapping karyawan sesuai kompetensi mereka.

    Karyawan yang dapat mengembangkan karirnya dengan baik secara otomatis akan berhubungan langsung dengan orang-orang baru pada level yang sama di perusahaan lain.  Dengan demikian, mereka dapat bertukar pikiran atau saling berdiskusi dalam pengembangan kerja sama bisnis perusahaan. Program pengembangan karir karyawan memiliki dampak jangka panjang dalam memberikan efektivitas kerja perusahaan.

  4. Menekan biaya SDM

    Dengan melakukan pengembangan karir karyawan tentu kualitasnya pun akan meningkat. Tentu saja, peningkatan ini dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan pula. Pasalnya, setiap karyawan yang telah memperoleh pelatihan serta mengikuti seminar dan workshop akan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Pengetahuan ini pun bisa diimplementasikan untuk perusahaan.

    Implementasi tersebut dapat dilakukan oleh fasilitator dari dalam perusahaan atau secara internal sehingga lebih efektif dan lebih efisien. Bayangkan saja, jika perusahaan Anda mengirimkan dua orang karyawan terbaik dan mengajarkan kembali pada sepuluh orang karyawan lain, hal ini tentu dapat secara efektif menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengembangan SDM, bukan?

  5. Suasana kerja menjadi lebih sehat

    Karyawan yang diberi kesempatan untuk menaiki jenjang karir yang lebih baik akan melihat hal tersebut sebagai sebuah bentuk jaminan kesejahteraan yang diberikan oleh perusahaan. Jika setiap individu di perusahaan Anda merasa puas, maka suasana kerja akan menjadi lebih sehat dan kondusif. Tentu saja hal ini akan membuat perusahaan semakin mudah dalam mewujudkan visi dan misi yang ada.

    Pengelolaan career path yang baik dapat juga memengaruhi kelancaran bisnis, sebab posisi yang tersedia dapat diisi oleh karyawan dengan kompetensi terbaik dan paling sesuai. Oleh karena itu, pengembangan karir perlu terus dilakukan secara berkala. Dengan begitu, setiap program kerja perusahaan dapat berjalan dan tercapai dengan baik.

Dalam hal pengembangan career path untuk karyawan tentu saja perusahaan Anda membutuhkan pengelolaan database HR secara maksimal. Melalui software Sleekr HR, perusahaan dapat melakukan otomatisasi dalam banyak hal, mulai dari direktori karyawan hingga urusan promosi dan mutasi karyawan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Selain itu, layanan Sleekr HR juga memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi dan memperpanjang kontrak kerja dengan lebih mudah.

Menariknya lagi, Sleekr HR juga dilengkapi dengan sistem integrasi absensi, jadwal rotasi shift, halaman admin, multi hak akses, dan Helpdesk HR yang akan membantu seluruh proses manajemen karyawan di perusahaan Anda dengan baik. Semoga bermanfaat!

Artikel terkait

Update Kenaikan UMP 2017 di 34 Provinsi Indonesia

December 5, 2016 Human Resources (HR)

Upah Minimum Provinsi (UMP) telah ditetapkan mengalami kenaikan sebesar 8.25% pada tahun 2017 oleh Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Kenaikan ini didapatkan dari asumsi inflasi sebesar 3,07% dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,18% di tahun 2017. Kedua data ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik Indonesia. Kenaikan UMP 2017 ini ditetapkan dengan mengikuti aturan PP No.78 Tahun 2015…

Baca selengkapnya