5 Tips Mengelola Stres Karyawan Milenial di Tempat Kerja

August 1, 2018 Human Resources (HR)

Stres kerja umumnya dihadapi oleh karyawan yang memiliki ekspektasi dan harapan terlampau tinggi atas pekerjaan yang dihadapi. Stres karyawan akan menjadi serius ketika harapan tersebut belum juga terwujud. Tentu saja hal ini akan memengaruhi motivasi kerja dan penurunan konsentrasi serta berdampak pada hubungan kerja yang kurang baik dengan rekan maupun atasan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah mencatat setidaknya ada 40% karyawan di seluruh dunia yang mengalami kesulitan tidur akibat stres kerja sepanjang tahun 2018 ini. Padahal, jika karyawan tersebut tidak dapat beristirahat dengan baik, maka produktivitasnya di kantor pun akan menurun. Untuk itu, sebagai seorang human resource, Anda perlu mencari tahu cara mengelola stres kerja karyawan milenial agar motivasi kerja yang dimiliki tetap stabil.
stres karyawan, stres kerja, motivasi kerja, stres, karyawan, karyawan milenial, tips kerja, HR, HRD, karyawan
Stres karyawan milenial di tempat kerja harus diatasi dengan baik agar performa kerja tetap optimal. (Image Source: Unsplash)

  1. Memahami gejala stres kerja karyawan

    Sebelum Anda mencari solusi untuk mengelola stres karyawan, ada baiknya jika Anda lebih dulu memahami gejala yang muncul sebagai pertanda bahwa karyawan sedang mengalami stres kerja. Gejala awal yang biasanya ditunjukkan oleh karyawan yang mengalami stres kerja adalah sulit berkonsentrasi, terlebih untuk jangka waktu yang cukup panjang. Karyawan yang stres lebih berpeluang membuat kesalahan pada pekerjaan kantor yang tergolong mudah diselesaikan.

    Terkadang gejala stres kerja juga ditunjukan dengan kondisi emosi yang kurang stabil. Misalnya, karyawan menjadi mudah tersinggung, marah, atau bahkan sering menyendiri selama jam kerja. Kelabilan kondisi emosi ini tidak bisa dianggap remeh karena akan berpengaruh pada produktivitas karyawan tersebut juga rekan-rekan kerja lainnya. Pada akhirnya, karyawan tersebut akan sering mengajukan cuti untuk beristirahat dari rutinitas pekerjaan kantor.

    Stres pada karyawan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa yang biasanya paling sering terjadi adalah karena beban kerja (workload) yang tinggi, kurangnya jumlah upah, lingkungan kerja yang kurang mendukung, tidak adanya kesempatan untuk berkembang, hingga tugas-tugas yang kurang menantang atau justru terlalu sulit untuk diselesaikan.

    Nah, setelah memahami gejala stres kerja yang dialami karyawan tersebut, Anda baru bisa menentukan langkah terbaik yang akan dilakukan untuk mengelola stres kerja, terutama jika karyawan Anda merupakan bagian dari generasi milenial.

  2. Rutin mengadakan sesi 1 on 1

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah satu penyebab stres kerja adalah beban kerja yang tinggi atau pekerjaan yang terlalu berat. Nah, untuk membantu karyawan milenial menghadapi hal tersebut, Anda bisa mengadakan sesi 1 on 1 dengan karyawan secara rutin. Misalnya, setiap hari Jumat, Anda mengobrol dengan anggota tim secara satu per satu untuk membahas progress pekerjaan atau proyek tertentu.

    Dalam sesi 1 on 1 ini, tanyakan pula kendala atau tantangan yang dihadapi oleh karyawan. Lalu, bantu ia menemukan solusinya. Melalui sesi ini pula, Anda bisa tahu jika misalnya ada proyek atau pekerjaan yang sekiranya tidak dapat selesai sesuai deadline sehingga Anda dapat segera mengambil tindakan.

  3. Sebaiknya jangan multitasking

    Saat load pekerjaan sedang tinggi, seorang karyawan biasanya akan “terpaksa” melakukan multitasking demi bisa menyelesaikan seluruh pekerjaan tersebut. Meski banyak terjadi di berbagai perusahaan, sebetulnya hal ini sangat tidak disarankan. Pasalnya, saat multitasking, karyawan akan dituntut untuk mengalihkan fokus dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Nah, proses peralihan fokus ini bisa memakan waktu lama sehingga performa karyawan tidak akan maksimal. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap hasil kerja.

    Oleh sebab itu, dorong karyawan Anda untuk fokus pada satu pekerjaan sebelum berlanjut melakukan pekerjaan yang lain. Masalahnya, terus menerus fokus pada satu hal yang tak kunjung selesai terkadang bisa mengakibatkan stres karyawan. Di sinilah Anda bisa meminta karyawan untuk break sejenak jika ia mulai merasa lelah. Jangan paksakan diri agar kondisi tersebut tidak berujung pada burnout.

  4. Menciptakan suasana kerja yang menyenangkan

    Tidak semua karyawan milenial bekerja untuk uang, beberapa di antara mereka justru lebih mengutamakan kenyamanan dan suasana kerja yang menyenangkan untuk bertahan di suatu perusahaan. Dengan demikian, sudah seharusnya selaku pihak human resource Anda berperan aktif dalam menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Hal ini juga akan menghasilkan lingkungan kerja yang sehat dan meminimalisir terjadinya konflik antar karyawan.

    Konflik internal dalam perusahaan merupakan hambatan yang dapat memicu munculnya stres karyawan. Apabila memang tengah terjadi konflik antar karyawan atau bahkan dengan pimpinan, tidak ada salahnya Anda memfasilitasi kedua belah pihak yang bersangkutan untuk bertemu dan membicarakan perihal penyelesaian masalah tersbeut.

    Dengan hilangnya konflik internal, maka kebersamaan dan kekompakan karyawan mendukung perusahaan untuk siap menghadapi tantangan yang lebih besar pada lingkungan eksternal, termasuk persaingan, tantangan perubahan dan lain sebagainya.

  5. Beri penghargaan atas kerja keras yang dilakukan

    Pada beberapa kasus, stres kerja karyawan terjadi ketika segala sesuatu yang dikerjakan tidak mendapat apresiasi yang layak dari atasan maupun perusahaan. Pemberian penghargaan atas kerja keras yang telah dilakukan adalah hal yang mutlak. Dengan balas jasa yang layak pada setiap karyawan, hal ini akan memungkinkan mereka bekerja dengan lebih baik dan semakin bersemangat.

    Penghargaan atau rewards tentu tidak melulu perihal materi berupa uang ataupun hadiah dalam bentuk fisik lainnya. Pujian dan ucapan terimakasih dapat menjadi penanda bahwa perusahaan sangat senang atas apa yang telah ia kerjakan. Jika memungkinkan, Anda juga bisa mengajukan promosi kenaikan gaji atau posisi berdasarkan prestasi yang telah diraih oleh karyawan tersebut.

Memiliki karyawan milenial sebenarnya sangat menguntungkan perusahaan. Pasalnya, mereka masih menyimpan tenaga yang cukup baik serta ide-ide baru untuk kemajuan bisnis di masa mendatang. Namun, faktanya karyawan milenial lebih mudah merasakan stres kerja karena tingginya harapan dan ekspektasi yang ada. Oleh karena itu, sudah seharusnya human resource di setiap perusahaan bekerja sama dengan pimpinan dalam upaya mencegah stres karyawan.

Mencari informasi data seluruh karyawan menjadi sangat mudah bagi HR Admin dengan Sleekr HR. Software ini memenuhi semua kebutuhan HR dalam menentukan jam kerja, toleransi keterlambatan, jatah cuti, dan penentuan kebijakan sesuai standar peraturan yang ada pada perusahaan.