×

Mengenal Lebih Jauh tentang Penyusutan Aset Tetap: Definisi, Faktor, dan Metodenya

September 27, 2017 Accounting

Di dalam sebuah perusahaan, aset menjadi salah satu elemen yang terpenting. Ia merupakan sebuah wujud yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan. Aset terbagi menjadi dua jenis, yaitu aset tetap dan aset lancar. Artikel kali ini akan membahas lebih dalam mengenai definisi, faktor, dan metode yang digunakan dalam menyusun aset tetap.

Sofyan Syafri Harahap, mantan Ketua Program Magister Akuntasi Trisakti sekaligus penulis buku Teori Akuntansi, menjelaskan bahwa aset tetap adalah suatu entitas yang menjadi hak milik perusahaan yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa entitas bisnis, dan digunakan secara terus menerus. Berbeda lagi definisi yang tercantum pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa. Tujuannya untuk direntalkan kepada pihak lain, atau tujuan administratif, dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Aset tetap
Apa yang dimaksud dengan penyusutan aset tetap perusahaan? (Source: The Blue Diamond Gallery)

Secara garis besar, aset tetap memiliki beberapa ciri khusus, yaitu memiliki masa manfaat yang lama dan jangka panjang (walaupun semakin lama usia aset tersebut, semakin menurun pula manfaat tersebut), bersifat non monetary (tidak bisa dijadikan investasi atau dijual), dan berupa barang-barang fisik yang mendukung kegiatan operasional perusahaan. Jika diklasifikasikan lagi sesuai jenis, manfaat, dan kelompoknya, aset tersebut terdiri dari dua bagian. Kedua jenis tersebut adalah aset berwujud dan aset tak berwujud.

Dikutip dari repository.widyatama.ac.id, aset tetap berwujud di dalam kategori ini meliputi tanah, perbaikan tanah, bangunan yang didirikan untuk menempatkan operasi perusahaan, mesin dan peralatan, serta kendaraan. Sementara aset tak berwujud meliputi paten, merek dagang, hak cipta, dan goodwill.

  1. Faktor Penyusutan Aset Tetap

    Walaupun memiliki masa manfaat yang relatif lama, aset tetap akan tetap mengalami penyusutan. Menurut PSAK, penyusutan dalam aset ini adalah alokasi sistematis yang dapat disusutkan dari suatu aset selama usia manfaatnya. Jumlah nilai setelah dialokasikan biasanya disalurkan untuk periode-periode yang menerima manfaat dari aset tetap tersebut. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam menentukan beban penyusutan, beberapa diantaranya adalah harga perolehan aset (cost), nilai residu atau nilai sisa (residual value), dan usia manfaat (useful life).

    PSAK mendefinisikan harga perolehan aset (cost), nilai residu atau nilai sisa (residual value), dan umur manfaat (useful life) secara detail. Berikut penjelasannya:

    – Umur manfaat adalah suatu periode dimana aset diharapkan akan digunakan oleh entitas; atau jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan akan diperoleh dari aset tersebut oleh entitas.

    – Nilai sisa adalah jumlah neto yang diperkirakan akan diperoleh entitas saat ini dari pelepasan aset, setelah dikurangi taksiran biaya pelepasan, jika aset tersebut telah mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.

    Sementara itu, Skousen menjelaskan harga perolehan aset tetap adalah segala hal yang meliputi semua pengeluaran. Hal ini mencakup hal yang berhubungan dengan perolehan dan perisapan untuk penggunaan aset tersebut.

Aset tetap
Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa. (Source: Tomasz_Mikolajczyk)

  1. Metode Penyusutan Aset Tetap

    Sementara untuk metode penyusutan, PSAK mengelompokkannya menjadi tiga, yaitu metode garis lurus (Straight Line Method) yang menghasilkan pembebanan tetap sepanjang aset tersebut masih bermanfaat (jika nilai residu tidak berubah), metode saldo menurun (Declining Balance Method) yang menghasilkan pembebanan menurun selama umur manfaat aset, dan metode jumlah unit (Sum of the unit Method) yang menghasilkan pembebanan berdasarkan pada penggunaan yang diharapkan dari suatu aset.

    Baca juga: 3 Perbedaan Biaya dan Beban dalam Akuntansi Bisnis

Itulah penjelasan singkat tentang penyusunan aset tetap, baik dari segi definisi, faktor, dan metodenya. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mempermudah proses penyusunan aset tersebut, salah satunya adalah dengan menggunakan software khusus seperti Sleekr Accounting. Hanya dengan membuat satu akun, Anda bisa mengontrol aset tetap dari mana pun dan kapan pun secara praktis serta aman.

Artikel terkait

5 Tips agar Pelanggan Membayar Invoice Tepat Waktu

May 22, 2017 Accounting

Menerima pesanan dari para pelanggan bagi para pelaku bisnis tentunya merupakan hal yang sangat menyenangkan. Sama seperti kepribadian seseorang yang beragam, perilaku konsumen dalam membeli dan membayar pun seperti itu. Semua pengusaha mungkin saja pernah menghadapi sifat konsumen yang gemar telat membayar tagihan atau invoice. Namun,¬†perlu diketahui bahwa perilaku seperti itu memiliki dampak yang luar…

Baca selengkapnya