Mengurus Pajak pada Pembukuan yang Bermasalah, Bagaimana?

August 15, 2018 Accounting

Saat menjalankan bisnis, Anda tidak dapat dilepaskan dari kewajiban untuk melaporkan keuangan usaha Anda. Laporan keuangan ini akan dijadikan pertimbangan untuk menentukan tingkat kesuksesan sebuah perusahaan. Namun, dalam proses pencatatan transaksi keuangan perusahaan Anda, pasti akan ada saat di mana Anda mengalami kesalahan pembukuan.

Salah satu kesalahan pada pembukuan adalah laporan pajak yang tidak jelas. Pembukuan dengan laporan pajak yang tidak jelas akan mengakibatkan data aktiva dan pasiva menjadi tidak jelas juga. Guna menghindari kesalahan yang berlanjut, Anda perlu segera mengurus pajak yang bermasalah pada pembukuan. Untuk langkah-langkah yang harus dilakukan, Anda dapat mengetahuinya melalui poin-poin di bawah ini.
Mengurus Pajak, Pembukuan Bermasalah, Pajak, menghitung pajak, pajak bermasalah, bagaimana melapor pajak, lapor pajak, membayar pajak
Pembukuan dengan laporan pajak tidak jelas bisa mengakibatkan data aktiva dan pasiva jadi tidak jelas juga. (Image Source: Unsplash)

  1. Jangan panik

    Hal pertama yang harus dilakukan saat Anda dihadapkan pada masalah adalah tetap tenang. Begitu pula saat Anda menghadapi pembukuan yang salah. Anda tidak boleh panik karena hal ini hanya akan membuat masalah menjadi semakin runyam. Di samping itu, pikiran yang tidak jernih juga akan membuat Anda sulit berkonsentrasi pada masalah pembukuan yang Anda hadapi.

    Anda juga tidak perlu mengorek apa yang telah terjadi di masa lalu. Hal ini hanya akan menghabiskan waktu Anda karena masa lalu tidak akan pernah dapat kembali. Mengorek kejadian-kejadian yang telah terjadi pada perusahaan hanya membuat pikiran Anda bercabang. Padahal, fokus sangat diperlukan dalam pembukuan yang akurat.

  2. Kumpulkan dokumen aset dan utang perusahaan

    Setelah Anda merasa siap lahir dan batin untuk memperbaiki kesalahan pada pembukuan Anda, hal yang harus dilakukan setelahnya adalah mencari dan mengumpulkan seluruh dokumen yang terkait dengan aset serta utang perusahaan. Contoh dokumen yang terkait yakni akta jual-beli tanah, kontrak pembelian aktiva, faktur pembelian, STNK kendaraan, dan akad kredit bank.

    Dengan mengumpulkan dokumen yang terkait dengan aset dan utang perusahaan, Anda akan mengetahui dengan pasti aset dan utang perusahaan. Anda juga perlu melakukan cross-check supaya mendapatkan data yang lebih akurat. Keakuratan dalam pembukuan merupakan suatu hal yang wajib dilakukan, terutama jika pembukuan telah bermasalah sebelumnya.

  3. Carilah dokumen transaksi perusahaan

    Selain dokumen yang terkait dengan aset dan utang perusahaan, Anda juga perlu untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang terkait dengan transaksi perusahaan. Salah satu dokumen yang terkait dengan transaksi perusahaan adalah kontrak dagang, faktur penjualan dan pembelian, serta rekening koran bank yang berkaitan dengan perusahaan. Kumpulkanlah dokumen-dokumen ini selengkap mungkin.

  4. Lakukan pencatatan awal

    Setelah semua dokumen ditemukan dan dikumpulkan, langkah yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah melakukan pencatatan awal mengenai keberadaan dokumen-dokumen tersebut beserta masing-masing nilai dokumen. Dengan melakukan pencatatan pada dokumen ini, Anda akan mengetahui dengan pasti apa saja transaksi keuangan yang telah terjadi pada perusahaan.

    Selain untuk memudahkan Anda dalam melakukan perbaikan terhadap pajak bermasalah, pencatatan awal ini juga akan membantu Anda untuk melaporkan pajak. Laporan awal ini berfungsi sebagai data untuk cross-check dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terkait. Tanpa adanya catatan data ini, dikhawatirkan Anda akan kehilangan arah.

  5. Berkonsultasilah dengan pihak terkait

    Apabila memang terjadi masalah terkait dengan pajak perusahaan, Anda perlu mengurusnya dengan segera. Pajak terkait dengan kewajiban perusahaan pada negara, dengan demikian posisinya sangat krusial dalam laporan keuangan perusahaan. Tanpa ada laporan pajak yang benar dan jujur, kelangsungan perusahaan Anda akan terancam.

    Jika Anda mengalami kesulitan dalam mengurus pajak perusahaan, Anda dapat berkonsultasi dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat. Hal ini karena KPP merupakan pihak yang paling tahu nilai pajak wajib perusahaan serta detil-detil lainnya terkait dengan pajak perusahaan. Konsultasikanlah masalah-masalah yang Anda jumpai dalam pembukuan pada KPP dengan jujur.

  6. Persiapkan kemungkinan sanksi

    Sebagai Wajib Pajak, Anda perlu melaksanakan kewajiban dan apabila Anda melanggar ketentuan yang telah ditetapkan, Anda juga harus siap menerima sanksi. Saat Anda mendapati bahwa memang ditemukan masalah terkait dengan pajak perusahaan Anda, maka Anda juga harus mempersiapkan kemungkinan sanksi.

    Konsekuensi yang harus Anda terima saat tidak memenuhi kewajiban mengurus pajak Anda telah tercantum pada Pasal 28 ayat (2) UU KUP. Sanksi paling ringan yang mungkin Anda terima adalah sanksi administrasi. Anda dapat melihat rinciannya pada Pasal 28 ayat (2) UU KUP, terutama pada Bab VI terkait dengan Pembukuan Dan Pemeriksaan Pasal 28.

Bagi Anda sebagai pelaku bisnis, melaporkan transaksi keuangan perusahaan Anda merupakan suatu kewajiban. Proses pelaporan ini jelas bukan sebuah proses yang mudah, terlebih jika perusahaan Anda sempat bermasalah dengan mengurus pajak.

Semoga tips-tips di atas dapat membantu Anda untuk menyelesaikan masalah pembukuan perusahaan Anda yang terkait dengan pajak. Untuk memudahkan Anda dalam melakukan pembukuan, gunakan software akuntansi online berbasis cloud nomor satu di Indonesia, Sleekr Accounting.