Panduan tentang Kompensasi dan Performance Management

July 18, 2018 Human Resources (HR)

Dalam dunia kerja, transparansi dan komunikasi yang berjalan dengan baik adalah kunci dari lahirnya sinergi yang sempurna. Berbagai hal dalam pekerjaan harus bisa dikomunikasikan dengan jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman, termasuk mengenai kompensasi dan performance management (penilaian kerja). Pastikan Anda mengatur keduanya secara baik dengan menyimak panduan kompensasi dan performance management berikut ini!
kompensasi, performance management, kompensasi adalah, kompensasi finansial, performance management adalah, jenis kompensasi, jenis benefit, tunjangan
Kompensasi dan performance management memiliki hubungan yang sangat erat serta saling mempengaruhi. (Image source: Unsplash)

  1. Pengertian kompensasi dan performance management

    Secara sederhana, kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai bentuk imbalan atau balas jasa terhadap hasil kerja. Umumnya, kompensasi diberikan dalam bentuk uang. Namun, pemberian kompensasi dapat pula berupa benda, fasilitas, atau kesempatan berkarir yang lebih baik. Pemberian kompensasi bertujuan untuk memikat, mempertahankan, dan memotivasi karyawan.

    Sedangkan, performance management adalah proses di mana atasan atau supervisor sebuah perusahaan atau organisasi memastikan bahwa karyawannya bekerja dan menghasilkan hasil pekerjaan yang sesuai dengan strategi dan tujuan perusahaan. Performance management memiliki peranan penting dalam mencapai keunggulan kompetitif. Terdapat korelasi erat antara manajemen kinerja yang efektif terhadap tercapainya tujuan perusahaan atau organisasi.

    Dikutip dari ilmumanajemenindustri.com, performance management menurut Armstrong dan Baron (1998) adalah pendekatan strategis dan terintegrasi dalam memberikan hasil yang terbaik untuk perusahaan atau organisasi. Hasil terbaik tersebut diperoleh dengan cara meningkatkan kinerja serta mengembangkan kemampuan tim dan individu.

  2. Jenis kompensasi dalam dunia kerja

    Dilansir dari akuntansiterapan.com, kompensasi memiliki dua jenis, yakni direct compensation dan indirect compensation. Direct compensation atau kompensasi langsung merupakan kompensasi yang pemberiannya didasari oleh berbagai faktor pekerja dan kinerja. Sedangkan indirect compensation atau kompensasi tidak langsung adalah kompensasi yang diberikan karena suatu kondisi dari karyawan dan secara tidak langsung berhubungan dengan kinerja.

    Secara sederhana, kompensasi dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu kompensasi finansial dan kompensasi non finansial. Kompensasi finansial ada yang langsung dan tidak langsung, sedangkan kompensasi non finansial dapat berupa pekerjaan maupun lingkungan pekerjaan. Menurut Monday dan Noe (1996:374), kompensasi finansial langsung terdiri dari gaji, upah, dan insentif. Sedangkan, kompensasi finansial tidak langsung dapat berupa fasilitas serta tunjangan. Beberapa jenis kompensasi di antaranya:

    1.) Gaji yang merupakan imbalan finansial yang dibayarkan kepada karyawan secara teratur. Biasanya gaji diberikan secara bulanan, namun ada pula yang menggunakan sistem pembayaran gaji tahunan, caturwulan, hingga mingguan. Kompensasi berupa gaji ini merupakan jenis penghargaan yang paling penting dalam sebuah organisasi.

    2.) Upah atau imbalan finansial langsung yang dibayarkan kepada pekerja berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan, atau banyaknya pelayanan yang diberikan ini memiliki jumlah yang dapat berubah-ubah, berbeda dengan gaji yang jumlahnya tetap.

    3.) Insentif merupakan imbalan langsung yang diberikan kepada karyawan karena memberikan kinerja yang melebihi standar. Pemberian insentif diharapkan dapat mendorong karyawan untuk semakin meningkatkan kualitas kerja perusahaan.

    4.) Kompensasi tidak langsung atau fringe benefit adalah kompensasi tambahan yang diberikan berdasarkan kebijaksaan perusahaan. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Kompensasi tidak langsung ini dapat berupa asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hingga bantuan perumahan.

  3. Komponen performance management

    Performance management memiliki tiga komponen penting, yakni mendefinisikan performance, mangukur performance, dan performance feedback. Mendefinisikan performance dilakukan pada saat analisis tugas dan atau job analysis. Pengukuran performance dilakukan dengan menggunakan performance appraisal. Terakhir performance feedback merupakan pemberian berbagai saran dari atasan kepada karyawan guna meningkatkan performance karyawan agar sesuai dengan strategi dan tujuan perusahaan.

  4. Hubungan kompensasi dan performance management

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kompensasi adalah balas jasa yang diterima oleh karyawan dalam bentuk finansial maupun non finansial. Sedangkan, performance management dapat juga disebut sebagai penilaian kinerja di mana karyawan melaksanakan suatu aktivitas dengan fungsi tertentu. Kompensasi dan performance management memiliki hubungan yang sangat erat serta saling mempengaruhi.

    Kompensasi yang besar diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan. Begitu juga sebaliknya, kinerja yang baik akan berpengaruh pada besaran kompensasi yang diterima. Pemberian kompensasi dapat mengoptimalkan kinerja karyawan sehingga lebih mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan. Kondisi ini saling menguntungkan baik bagi karyawan maupun perusahaan.

Itulah informasi mengenai panduan tentang kompensasi dan performance management yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan serta mendorong tercapainya tujuan perusahaan. Anda juga bisa memanfaatkan Sleekr HR untuk membantu memantau performance management karyawan, terutama dari segi administratif seperti ketepatan waktu dan absensi. Semua bisa tercatat secara sistematis sehingga akan memudahkan Anda dalam merekap data. Coba gratis sekarang juga!