Pengalaman vs Pendidikan, Mana yang Perlu Direkrut?

August 8, 2018 Human Resources (HR)

Saat Anda akan merekrut karyawan baru, tentu banyak pertimbangan yang ada di pikiran Anda. Pertimbangan Anda mungkin akan berpusat pada dua hal: memutuskan untuk merekrut orang yang memiliki pengalaman banyak tapi jenjang pendidikan tak terlalu tinggi atau mereka dengan jenjang pendidikan yang tinggi tapi pengalamannya masih sangat minim.

Pengalaman dan pendidikan memang dua faktor yang dapat membentuk karakter seseorang. Sedikit banyak, dua faktor ini dapat mempengaruhi kinerja seseorang saat mereka bekerja. Seberapa penting pengalaman kerja bagi seseorang? Apakah mereka yang berpendidikan tinggi dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan kerja yang mungkin awam bagi mereka?

Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas mungkin akan timbul saat Anda membandingkan curriculum vitae (CV) calon karyawan Anda. Dalam CV, akan terlihat keunggulan-keunggulan tiap kandidat, entah itu pendidikannya atau pengalamannya. Lalu, manakah yang lebih baik di antara keduanya untuk direkrut? Anda dapat menyimak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.
Pengalaman, Pendidikan, Rekrut, rekrutmen karyawan, cara merekrut karyawan, karyawan baru, merekrut karyawan, karyawan, rekrutmen, karyawan baruSaat merekrut karyawan, mana yang harus lebih Anda utamakan: pendidikan atau pengalaman? (Image Source: Unsplash)

  1. Pendidikan tinggi = lebih banyak pengetahuan

    Di saat seseorang telah dinyatakan lulus dari suatu bidang ilmu, mereka akan memiliki pemahaman yang lebih dalam terhadap bidang keilmuan tersebut jika dibandingkan dengan mereka yang tidak. Pemahaman ini juga tidak akan bisa diperoleh dengan mudah melalui pengalaman.

    Dalam dunia kerja, akan banyak situasi yang tidak terduga. Meskipun seseorang telah memiliki pengalaman, akan ada masa di mana ia menghadapi situasi tertentu. Dengan kata lain, mereka akan tetap berada dalam fase belajar. Beda halnya jika seseorang memiliki pendidikan yang tinggi, mereka akan memiliki pengetahuan lebih mengenai situasi tersebut.

    Bahkan dalam beberapa kasus, empat hingga tujuh tahun pendidikan setara dengan informasi yang dapat diperoleh dari dunia kerja selama sepuluh tahun. Seseorang dengan pendidikan tinggi memiliki kecenderungan untuk dapat memahami desk job mereka dengan lebih cepat. Dengan catatan, pendidikan dan pekerjaan tersebut ada pada koridor yang sama. Misalnya, lulusan Ilmu Komunikasi yang menjadi seorang Public Relations atau lulusan Ilmu Hukum yang menjadi pengacara.

  2. Pengalaman kerja lebih berpengaruh?

    Selain tingkat pendidikan, pengalaman kerja juga berpengaruh. Banyak perusahaan yang lebih memilih untuk mempekerjakan orang dengan banyak pengalaman. Alasannya, mereka tidak akan memerlukan pelatihan lagi. Di samping itu, orang yang memiliki pengalaman kerja juga telah mengetahui etika dalam dunia kerja.

    Saat Anda memilih untuk merekrut karyawan yang telah berpengalaman, Anda akan memiliki sudut pandang lain di luar perusahaan Anda. Hal itu dikarenakan mereka yang memiliki pengalaman telah terjun langsung pada situasi kerja yang sama tetapi ada di luar perusahaan Anda.

    Namun, perlu Anda ingat, tidak semua pengalaman adalah pengalaman yang baik. Seorang kandidat mungkin akan memiliki pengalaman yang banyak, tapi belum tentu memiliki track record yang bersih. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan track record calon karyawan perusahaan Anda. Jangan mudah tergiur dengan deretan pengalaman kerja kandidat karyawan baru Anda.

  3. Perhatikan track record

    Seperti yang telah dibahas pada poin sebelumnya, track record memegang peranan penting dalam menentukan kandidat terbaik untuk direkrut. Track record dapat membantu Anda untuk meyakinkan pilihan Anda.

    Jika Anda merasa ragu dengan track record para kandidat Anda, cobalah untuk mempertimbangkan mereka yang kurang berpengalaman namun berpendidikan. Mereka mungkin tidak terlalu mengerti seluk beluk dunia kerja, tetapi perlu Anda ingat, seseorang yang berpendidikan memiliki kecenderungan untuk lebih mudah mengolah informasi. Jadi, anggaplah proses training sebagai sebuah bentuk investasi pada karyawan baru Anda.

  4. Ingat, posisi juga mempengaruhi

    Pada akhirnya, posisi yang dilamar akan menjadi penentunya. Tidak akan ada artinya pendidikan yang tinggi jika digunakan pada bidang yang tidak berhubungan. Begitu pula dengan pengalaman yang lama, tidak akan berpengaruh jika memang pengalaman tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan posisi yang dilamar.

    Oleh karena itu, pilihlah seseorang yang memenuhi kualifikasi. Pahamilah posisi yang dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Ketahui dengan pasti orang seperti apa yang Anda butuhkan untuk dapat mengerjakan desk job dari posisi tersebut, apakah posisi tersebut membutuhkan orang yang berpengalaman atau justru mereka yang berpendidikan tinggi.

    Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu Anda untuk lebih mudah menentukan pilihan. Bersabarlah, karena untuk mendapatkan karyawan yang tepat bagi perusahaan Anda memang bukan sebuah pekerjaan instan. Anda harus berhati-hati karena cara merekrut karyawan merupakan salah satu elemen penting untuk menjaga keberlangsungan perusahaan Anda.

Pada kesimpulannya, keputusan untuk merekrut seseorang dalam perusahaan ada di tangan Anda. Sebuah hal yang jelas jika Anda menginginkan seseorang yang berpendidikan tinggi sekaligus berpengalaman. Namun, pada kebanyakan kasus, hal tersebut akan susah dijumpai. Tidak semua kandidat akan memiliki kecakapan tersebut.

Oleh karena itu, tugas Anda adalah mengetahui dengan pasti, orang seperti apakah yang dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Perusahaan orang lain mungkin akan lebih memilih kandidat yang berpengalaman, namun mungkin perusahaan Anda tidak. Jadi, semua memang kembali lagi pada kebutuhan masing-masing perusahaan.