Proses Melakukan Manajemen Risiko Keuangan Perusahaan

May 22, 2018 Accounting, Bisnis

Dalam menjalankan sebuah usaha, tak selamanya kita akan dihadapkan pada keuntungan demi keuntungan semata. Proses yang dilalui tentunya mencakup persaingan dengan usaha sejenis hingga faktor kegagalan yang bisa menjadi momok oleh setiap pebisnis. Di sinilah pentingnya sebuah manajemen risiko. Manajemen risiko perusahaan penting dilakukan untuk meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan risiko keuangan yang mungkin terjadi.

Tujuan utama dari melakukan manajemen risiko keuangan adalah mengurangi potensi kerugian yang mungkin muncul akibat kejadian tak terduga. Risiko usaha ini bisa disebabkan antara lain oleh nilai mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Selain itu, ada pula risiko usaha lain yang mungkin terjadi, seperti adanya risiko regulasi, risiko pajak, risiko akuntansi, risiko likuiditas, hingga diskontinuitas pasar. Untuk itu, Anda harus memahami benar mengenai pengertian risiko dan pengelolaan risiko dengan melakukan manajemen risiko keuangan perusahaan.
Manajemen risiko, Proses manajemen risiko, Manajemen risiko perusahaan, Manajemen risiko keuangan, strategi manajemen, resiko usaha, pengertian resiko, pengelolaan risiko, risiko auditManajemen risiko keuangan bertujuan mengurangi potensi kerugian yang mungkin muncul akibat kejadian tak terduga. (Source: Unsplash)

  1. Fungsi pengawasan, pengendalian, dan pengelolaan

    Umumnya, sistem manajemen risiko yang banyak dilakukan perusahaan besar adalah dengan pendekatan tiga lini pertahanan, yang terdiri dari fungsi pengawasan, pengendalian, dan pengelolaan. Pada lini pertahanan pertama, unit Operasional Bisnis lah yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, menilai, mengawasi, dan menanggulangi risiko. Kegiatan unit pada intinya adalah mengelola eksposur risiko harian agar sesuai dengan target pasar dan kebijakan yang telah ditetapkan.

    Pada lini pertahanan kedua, ada Divisi Manajemen Risiko Perusahaan, Departemen Kontrol Keuangan, dan Departemen Hukum dan Litigasi. Merekalah yang bertanggung jawab untuk fungsi pengawasan independen. Lalu, pada lini pertahanan ketiga ada Departemen Audit Internal yang berhak menguji dan melakukan risiko audit terhadap proses-proses yang dijalankan oleh unit bisnis dan operasional.

    Inilah beberapa konsep dasar dari proses manajemen risiko. Untuk mengimplementasikan tiga lini pertahanan ini dalam tugas harian, Anda bisa melakukan beberapa strategi manajemen berikut:

  2. 1) Membuat perencanaan

    Perencanaan ini bermacam-macam, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Ada beberapa hal yang bisa Anda jabarkan dalam daftar perencanaan manajemen risiko ini, seperti daftar risiko, penilaian tiap risiko berdasarkan kecenderungan yang terjadi dan akibatnya, penilaian terhadap pengendalian, dan rencana tindakan.

    Misalnya, perusahaan Anda bergerak di bidang e-commerce. Maka, Anda harus membuat strategi manajemen risiko jika server mengalami gangguan dan menyebabkan situs Anda tak bisa diakses sementara waktu. Apakah kecenderungan hal ini terjadi sangat jarang atau sering? Apakah dampaknya sangat berpengaruh besar terhadap perusahaan Anda? Semakin besar angka yang diberikan, semakin tinggi risiko yang dihasilkan. Dari daftar risiko ini, Anda bisa membuat perencanaan dengan menimbang langkah yang akan dilakukan dan efektivitasnya.

  3. 2) Menentukan cara menangani risiko

    Ketika ilustrasi dari setiap kejadian tersebut sudah dibuatkan rencana tindakan, hal selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah menentukan cara menangani risiko tersebut. Dalam skema manajemen risiko, ada empat strategi utama, yaitu menghindarinya, menguranginya, memindahkannya, atau menerimanya. Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bisa saja Anda memilih satu cara atau bisa juga pada akhirnya menggunakan semuanya.

    Menghindari risiko bisa jadi salah satu cara paling efektif, terutama kalau berurusan dengan risiko. Dengan menghentikan aktivitas yang mungkin akan menyebabkan masalah besar di kemudian hari, Anda memutus peluang untuk mengalami kerugian. Jika mengurangi risiko adalah cara yang Anda hadapi, Anda membuat pengukuran yang menyebabkan bahayanya berkurang. Strategi ini cocok digunakan untuk rentang risiko yang luas. Untuk strategi memindahkan risiko, hal ini lebih berhubungan dengan adanya jaminan. Misalkan, aset rumah yang terlindungi dengan adanya polis asuransi rumah.

    Lalu, strategi terakhir adalah menerimanya. Manajemen risiko selalu memiliki harga. Menghindari risiko bisa mengurangi keuntungan perusahaan. Mengurangi risiko bisa membuat Anda membayar lebih banyak untuk proses baru. Memindahkan risiko juga akan membuat Anda membayar jaminan lebih. Pada kasus risiko yang cenderung kecil, langkah terbaik adalah menerimanya.

  4. 3) Monitor

    Melakukan perencanaan tentu tidak cukup karena Anda juga harus melakukan pengawasan untuk memastikan apakah strategi manajemen risiko keuangan Anda berhasil dan bekerja dengan baik. Memonitor bisnis Anda secara rutin untuk mengidentifikasi dan menangani risiko baru adalah langkah yang sama pentingnya juga. Memonitor keuangan perusahaan bisa dimulai dari memiliki sistem yang baik.

  5. 4) Memantau dan mengkomunikasikan risiko

    Diberlakukannya manajemen risiko keuangan di perusahaan kemungkinan besar akan membawa perubahan tersendiri. Anda wajib memantau adanya perubahan tersebut di perusahaan. Identifikasi bagaimana karyawan menerima perubahan tersebut, apakah reaksi mereka cenderung positif atau negatif. Pantau pula apakah dengan solusi yang diterapkan, risiko keuangan tersebut berhasil diatasi dengan baik.

    Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa setiap proses manajemen risiko keuangan selalu dikomunikasikan atau dilaporkan kepada pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas bisnis di perusahaan. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa tujuan atau target dari manajemen risiko berhasil tercapai dan tetap sesuai dengan kepentingan perusahaan.

     

Sebuah sistem yang baik haruslah menjadi sistem yang cukup sederhana, mudah diaplikasikan, dan bisa memonitor seluruh kegiatan finansial Anda dengan komprehensif. Di masa kini, sudah banyak perusahaan yang menggunakan software khusus untuk memantau situasi perusahaan sekaligus keuangannya. Anda bisa mendaftarkan perusahaan Anda di Sleekr Accounting untuk mendapatkan software keuangan ini.

Sleekr Accounting membantu Anda menyiapkan invoice, mengontrol proses invoice tersebut, mengetahui tanggal jatuh tempo, mengurus pembayaran gaji dan pajak, hingga melihat inventori gudang. Semua dilakukan dalam satu platform dengan user interface yang ramah dalam penggunaan. Daftar sekarang juga!