4 Gejala Stres Kerja Karyawan dan Cara Mengatasinya

June 5, 2018 Human Resources (HR)

Stres kerja dapat muncul dengan mudah, terlebih ketika banyak pekerjaan kantor menumpuk yang harus segera diselesaikan oleh karyawan di tempat kerja. Gejala stres juga bisa muncul ketika hubungan interpersonal karyawan dengan atasan dan rekan kerja tidak berjalan dengan baik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengungkapkan bahwa 40% karyawan mengalami kesulitan tidur akibat stress kerja sepanjang tahun 2018 ini.

Padahal, jika karyawan yang bersangkutan tidak dapat beristirahat dengan baik akan berpengaruh terhadap produktivitasnya di kantor. Untuk itu, sebagai seorang Human Resource, Anda perlu mencari tahu cara menghilangkan stres agar karyawan dapat memaksimalkan potensinya selama berada di tempat kerja. WHO juga menyebutkan bahwa cara mengatasi stres kerja dapat dibagi menjadi dua, yaitu secara individu dan organisasi.

Artikel ini akan membantu Anda mengenali gejala stres kerja yang dihadapi karyawan, lengkap dengan cara mengatasinya.
stres karyawan, mengelola sdm, mengelola karyawan, stress kerja, cara menghilangkan stress, pekerjaan kantor, tempat kerja, karyawan, HR, HRD, human resources, stres kerjaKenali gejala stres karyawan agar bisa dilakukan penanganan sedini mungkin. (Source: Unsplash)

  1. Sulit berkonsentrasi

    Gejala awal yang biasanya ditunjukkan oleh karyawan yang mengalami stres kerja adalah sulit berkonsentrasi, terlebih untuk jangka waktu yang cukup panjang.  Biasanya akan ada penurunan kinerja dari karyawan tersebut. Tak jarang karyawan yang stres akan membuat kesalahan pada pekerjaan kantor yang tergolong mudah diselesaikan. Beberapa bahkan tidak bisa memenuhi deadline yang telah diberikan oleh atasan.

    Cara mengatasi stres kerja yang demikian dapat dimulai dari pendekatan secara personal kepada karyawan bersangkutan. Biasanya, stres menyerang pribadi yang tertutup dan sulit mengutarakan isi hatinya. Untuk itu, cobalah untuk mendekati mereka di luar jam kerja. Ajak ia berbicara, tetapi jangan langsung membahas tentang kemungkinan stres yang menimpanya karena bisa-bisa ia akan merasa diintervensi. Anda bisa memulainya dengan mengajak ngopi bersama atau jalan-jalan, misalnya, lalu jadilah pendengar yang baik. Namun, jika ternyata masalah dipicu oleh sistem kerja atau pendelegasian tugas yang tidak seimbang dari atasan, maka perlu diadakan evaluasi agar mencegah stress kerja pada karyawan lainnya.

  2. Mudah frustrasi

    Saat dirundung beban kerja berkepanjangan, tak jarang karyawan justru mudah merasa putus asa. Ia juga mudah frustrasi atas pekerjaan kantor yang menjadi tanggung jawabnya. Apalagi jika upah yang diterima setiap bulan tidak sesuai dengan jerih payah karyawan yang bersangkutan. Tentu saja hal ini harus segera didiskusikan kembali dengan atasan agar upah diberikan sesuai dengan beban pekerjaan.

    Namun, jika ternyata penyebab stres berasal dari dalam diri karyawan itu sendiri, inilah saat yang tepat untuk Anda memberikan pujian yang dapat meningkatkan motivasi kerja mereka selama berada di kantor. Dengan begitu, karyawan akan merasa lebih dihargai dan bersemangat dalam menyelesaikan seluruh pekerjaan kantor. Cara lain juga bisa dilakukan dengan rutin mengadakan outing kantor, misalnya saat akhir tahun. Tak hanya dapat merekatkan hubungan antar karyawan supaya lebih kompak, outing juga bisa membantu mereka agar lebih fresh sehingga beban kerja dan stres akan terangkat.

  3. Kondisi emosi kurang stabil

    Terkadang gejala stres kerja yang dialami karyawan juga ditunjukan dengan kondisi emosi yang kurang stabil. Misalnya, karyawan menjadi mudah tersinggung, marah, atau bahkan sering bermuram diri selama jam kerja. Kelabilan kondisi emosi ini tidak bisa dianggap remeh karena akan berpengaruh pada produktivitas karyawan tersebut juga rekan-rekan kerja lainnya. Oleh karena itu, Anda wajib mengadakan stress management training.

    Pada kegiatan stress management training, karyawan diminta untuk menghadiri kelas-kelas relaksasi, pengaturan waktu, dan pelatihan mengenai kemampuan asertif. Melalui pelatihan ini karyawan biasanya akan diberikan pelajaran mengenai apa itu stres, sumber-sumber stres kerja, dampak stres terhadap kesehatan, dan kemampuan personal yang dapat digunakan untuk mengatasi stres di tempat kerja.

  4. Sering mengajukan cuti sakit

    Perlu diketahui jika stres kerja dapat menyebabkan karyawan mengalami insomnia alias sulit tidur di malam hari. Tak heran jika metabolisme dan daya tahan tubuhnya semakin menurun dari hari ke hari. Jika sudah semakin parah, karyawan tersebut akan sering mengajukan cuti sakit untuk bisa berobat dan beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan kantor sehari-hari. Keadaan ini umumnya dipicu ketika beban kerja yang diterima karyawan tersebut terlampau berat.

    Dengan demikian, sebagai HR di perusahaan, Anda perlu mengadakan organizational development untuk memperbaiki sistem kerja dan manajemen di dalam perusahaan. Kegiatan ini harus melibatkan karyawan dan atasan secara langsung, sebab membutuhkan pengembangan budaya kerja yang lebih suportif dan friendly. Hal ini penting dilakukan sehingga karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan kantor secara maksimal dengan suasana kerja yang lebih menyenangkan.

Untuk bisa benar-benar mengatasi stres kerja yang dialami karyawan, Anda harus terlebih dahulu melihat apa yang menjadi sumber stres yang dialami oleh seseorang. Hal ini dapat Anda lakukan dengan mengidentifikasi masalah apa yang dialami oleh karyawan dan apa yang menjadi akar permasalahan tersebut. Coba selenggarakan wawancara dengan karyawan untuk mengetahui apa yang menjadi inti permasalahnya.

Inilah alasan mengapa HR berperan sangat penting dalam perjalanan sebuah perusahaan. Gunakan software HR terbaik di Indonesia, Sleekr HR untuk memudahkan pekerjaan Anda di kantor. Mencari informasi data dari ribuan staf menjadi sangat mudah bagi HR Admin di Sleekr. Software ini memenuhi semua kebutuhan HR dalam menentukan jam kerja, toleransi keterlambatan, dan penentuan kebijakan sesuai standart peraturan yang ada pada perusahaan. Coba gratis sekarang juga!