8 Tipe Insentif Karyawan yang Berlaku di Perusahaan

September 12, 2018 Human Resources (HR)

Insentif atau kompensasi yang dirancang khusus untuk mengapresiasi kinerja karyawan umumnya diberikan sebagai bonus di luar gaji. Biasanya diberikan sebagai imbalan atas hasil kerja yang telah dilakukan. Insentif dalam suatu perusahaan dapat dijadikan sebagai kontribusi yang baik untuk menambah semangat dan gairah kerja karyawan. Apa saja jenis-jenis insentif tersebut? Inilah delapan tipe insentif karyawan yang perlu Anda ketahui.

insentif, bonus karyawan, kompensasi, insentif karyawan, HR, HRD, komisi karyawan

Pemberian insentif karyawan bisa membuat mereka lebih semangat dalam bekerja. (Image Source: Unsplash)

  1. Bonus

    Bonus merupakan jenis insentif yang banyak diberlakukan di berbagai perusahaan. Banyak yang masih salah kaprah mengenai bonus. Sebenarnya, bonus tidak memiliki dasar penghitungan yang mengikat. Seorang karyawan tidak harus selalu mencapai target terlebih dulu untuk mendapatkan bonus. Dengan kata lain, bonus bisa diberikan berdasarkan kemauan atasan dan tidak ada perjanjian yang berlaku. Jadi, jumlahnya pun benar-benar terserah atasan karena bonus merupakan hak prerogatif pemilik bisnis.

    Namun, biasanya memang bonus baru akan diberikan atasan jika Anda berhasil mencapai target atau goal bisnis tertentu. Meski begitu, perlu diingat bahwa bonus bersifat tidak wajib sehingga atasan juga berhak tidak memberikannya kepada Anda meski Anda sudah melampaui target bisnis.

  2. Komisi

    Komisi sering kali disamakan dengan bonus. Padahal, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komisi artinya imbalan (uang) atau persentase tertentu yang dibayarkan karena jasa yang diberikan dalam jual beli dan sebagainya. Jika dibandingkan dengan bonus, komisi biasanya memiliki aturan yang lebih mengikat karena jumlahnya sudah ditentukan di awal. Komisi hanya bisa diberikan apabila target yang disepakati di awal tercapai. Bila target tidak tercapai, maka secara otomatis komisi tidak akan keluar.

  3. Profit sharing

    Tipe insentif karyawan lainnya yang juga diberlakukan di berbagai perusahaan yaitu profit sharing. Profit sharing merupakan insentif yang memungkinkan karyawan memperoleh bagian dari keuntungan perusahaan. Insentif jenis ini mencakup pembayaran berupa sebagian hasil laba yang disetorkan kepada setiap peserta. Sistem insentif ini bisa merupakan sekian persen dari laba yang melebihi jumlah tertentu. Seluruh karyawan akan menerimanya berupa share laba dalam satu periode waktu tertentu.

  4. Jaminan sosial

    Bentuk dukungan finansial kepada karyawan sebagai reward perusahaan kepada karyawan bisa juga berupa jaminan sosial. Insentif dalam bentuk jaminan sosial secara umum sifatnya diberikan secara kolektif. Pegawai dapat memperolehnya secara otomatis tanpa ada unsur kompetitif.

    Insentif jaminan sosial biasanya berkaitan dengan kesejahteraan karyawan. Misalnya dapat berbentuk pengobatan secara cuma-cuma, pemberian rumah dinas, hingga kemungkinan pembayaran secara angsuran atas barang-barang yang dibeli. Bisa juga hadir dalam bentuk pemeliharaan jaminan tunjangan hari tua, jaminan kesehatan, rekreasi, dan lainnya.

  5. Gain sharing

    Demi menjamin karyawan mengarahkan usahanya untuk mencapai tujuan perusahaan, bisa juga diberikan insentif berupa gain sharing. Gain sharing merupakan rencana pembagian perolehan yang dirancang untuk memberi imbalan kepada karyawan atas perbaikan dalam produktivitas perusahaan.

    Tipe insentif jenis ini melibatkan karyawan dalam suatu usaha bersama untuk mencapai sasaran produktivitas. Sasaran yang dapat diukur merupakan dasar untuk menentukan rencana insentif dalam bentuk gain sharing ini. Tentunya standar kerja ditentukan sesuai porsi karena bila standar terlalu tinggi, maka justru akan memberikan efek kurang baik.

  6. Insentif non finansial

    Insentif non finansial bisa diberikan dalam berbagai bentuk untuk meningkatkan motivasi karyawan. Meskipun diberikan bukan dalam bentuk uang, insentif non finansial cukup efektif untuk memicu karyawan bekerja lebih baik lagi demi perusahaan. Beberapa contohnya seperti kenaikan pangkat atau jabatan, pemberian piagam penghargaan, dan tanda jasa gelar. Bisa juga dengan jaminan pekerjaan dan promosi. Karyawan akan bekerja dengan lebih disiplin, bersemangat, dan cepat bila diberlakukan sistem insentif non finansial untuk tiap-tiap individu yang berhasil mencatatkan prestasi yang baik.

  7. Time off benefit

    Salah satu insentif karyawan lainnya yaitu time off benefit atau pembayaran upah untuk waktu tidak bekerja. Artinya, gaji karyawan tetap dihitung utuh meskipun dia tidak masuk bekerja. Misalnya seperti istirahat dalam periode waktu cuti liburan, tidak bekerja karena sakit, dan alasan lainnya seperti kecelakaan, kehamilan, dan upacara pemakaman. Ini juga merupakan salah satu insentif yang dapat membuat karyawan meningkatkan produktivitasnya untuk perusahaan. Dengan insentif ini, karyawan akan merasa dihargai dan diperhatikan.

  8. Program pelayanan karyawan

    Program pelayanan karyawan ini adalah salah satu insentif non finansial yang juga dapat memicu karyawan memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan. Misalnya memberikan beasiswa pendidikan bagi karyawan berprestasi, pelatihan atau upgrading, konseling finansial, konseling legal, serta kursus-kursus pengembangan diri. Contohnya seperti kursus tambahan Bahasa Inggris untuk meningkatkan skill dan kemampuan karyawan agar mereka bisa bekerja lebih baik lagi.

Itulah delapan tipe insentif karyawan yang dapat mendorong mereka untuk bekerja lebih baik lagi dan mencapai prestasi tertinggi. Insentif dapat meningkatkan produktivitas kerja dan memacu karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dalam perusahaan. Pemberian insentif  secara berkala dapat membuat karyawan mencapai target lebih tinggi dari standar yang telah ditetapkan. Semoga bermanfaat!