Produktivitas Karyawan Meningkat 12% Jika Bahagia, Ini Alasannya

October 12, 2018 Human Resources (HR)

Produktivitas karyawan merupakan kunci kelangsungan sebuah usaha. Tanpa adanya karyawan yang produktif, perusahaan akan susah untuk maju dan menjadi besar. Dengan kata lain, produktivitas perusahaan akan sangat bergantung pada produktivitas karyawan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak perusahaan yang menyediakan waktu khusus bagi HRD untuk menemukan formula tepat guna meningkatkan produktivitas karyawan.

Banyak faktor yang bisa memengaruhi produktivitas. Akhir-akhir ini, faktor yang disinyalir sangat berpengaruh pada produktivitas karyawan adalah suasana hatinya. Ternyata, di saat seorang karyawan merasa suasana hatinya baik atau sedang bahagia, produktivitasnya juga akan meningkat. Mereka yang bahagia cenderung akan lebih giat bekerja sehingga kontribusi mereka kepada perusahaan pun juga lebih besar.
HRD, Motivasi Kerja, HRD Tips, Produktivitas Perusahaan, Produktivitas karyawan,
Karyawan yang bahagia akan lebih produktif dalam bekerja. (Image Source: Pexels)

  1. Bahagia meningkatkan produktivitas karyawan hingga 12%

    Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ekonom dari University of Warwick menemukan bahwa rasa bahagia mampu meningkatkan produktivitas karyawan hingga 12%. Sedangkan karyawan yang tidak merasa bahagia terbukti 10% kurang produktif. Temuan ini lantas membawa kesimpulan bahwa bahagia adalah salah satu formula untuk meningkatkan produktivitas dalam lingkungan pekerjaan. Bagaimana bisa?

  2. Bahagia baik untuk kesehatan karyawan

    Pekerjaan bisa menimbulkan rasa stres yang tidak baik untuk kesehatan. Bahkan jika rasa stres tersebut sudah semakin parah, bisa menimbulkan penyakit lain yang lebih berbahaya seperti depresi. Saat karyawan berada di kondisi kesehatan yang tidak prima, maka mereka akan lebih sering mengambil hari cuti. Hal ini jelas akan menurunkan tingkat produktivitas perusahaan.

    Berbeda jika karyawan memiliki suasana hati yang baik dan berada dalam keadaan gembira. Mereka tidak akan rentan terkena stres dan penyakit lainnya. Saat suasana hati baik, tubuh akan memproduksi lebih banyak antibodi yang bisa mencegah terjadinya penyakit. Untuk itu, ada baiknya bagi perusahaan untuk selalu menjaga suasana hati para karyawannya.

    Sedikit HRD tips, Anda bisa menyediakan “ruang bermain” bagi karyawan. Gunanya adalah untuk melepas penat yang berpotensi untuk memicu stres. Tidak perlu menyediakan alat permainan berharga mahal, ruang kosong yang tenang mampu meredakan kepenatan kerja. Anda juga bisa mengadakan kegiatan di luar rutinitas kerja harian, seperti senam atau acara makan bersama.

  3. Bahagia membuat karyawan lebih loyal

    Salah satu momok bagi perusahaan adalah kehilangan banyak karyawan. Terutama mereka yang memiliki skill tinggi dan mampu mengerjakan desk job dengan baik. Supaya hal tersebut tidak terjadi, dibutuhkan loyalitas karyawan. Namun, loyalitas tidak dapat muncul dengan sendirinya. Perusahaan perlu melakukan beberapa hal khusus yang dapat memunculkan loyalitas karyawan.

    Ternyata, loyalitas karyawan ini berhubungan langsung dengan suasana hati karyawan. Di saat seorang karyawan merasa bahagia selama berada di kantor, mereka juga akan lebih mudah untuk merasa betah. Rasa bahagia ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya karena atmosfer kerja yang nyaman, rekan kerja yang suportif, atau bahkan desk job yang memang sesuai dengan kemampuan mereka.

    Di saat karyawan memiliki loyalitas yang tinggi kepada perusahaan, maka bobot keterlibatan (employee engagement) mereka juga akan cenderung meningkat. Di saat bobot keterlibatan karyawan meningkat, maka produktivitas juga akan meningkat. Agar hal ini bisa terwujud, Anda harus mampu menciptakan atmosfer kerja yang baik. Salah satu caranya adalah dengan membantu mereka untuk meniti career path mereka.

  4. Insentif tinggi tidak selalu berarti produktivitas tinggi

    Selama ini, produktivitas karyawan selalu dikaitkan dengan insentif atau kenaikan gaji. Padahal kenyataannya tidak demikian. Gaji pokok dan beberapa insentif lainnya memang bisa mempengaruhi produktivitas karyawan, tetapi tidak seratus persen. Meskipun karyawan mendapatkan gaji yang besar, tetapi jika tidak diiringi dengan bentuk apresiasi lainnya—seperti kejelasan jenjang karir—mereka justru akan memilih untuk mundur.

    Untuk itu, penting bagi Anda untuk memberikan apresiasi lain di luar gaji. Anda bisa memulai hal ini dengan membuka komunikasi yang baik dan efektif dengan karyawan. Komunikasi yang baik dan efektif akan mencegah terjadinya kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan atmosfer tidak nyaman di lingkungan kerja. Pastikan setiap masalah yang muncul, entah itu besar atau tidak, diselesaikan dengan tuntas.

    Selain meningkatkan motivasi kerja mereka, apresiasi semacam ini juga mampu menimbulkan perasaan bahagia. Hal ini bisa dianggap setara dengan gaji yang melimpah. Manfaatnya, karyawan merasa bahagia dan perusahaan juga bisa menghemat pengeluaran, sebuah win-win solution.

Untuk meningkatkan produktivitas karyawan, dibutuhkan sebuah formula yang tidak menentu. Namun, hasil penelitian belakangan menyimpulkan bahwa perasaan bahagia ternyata mampu meningkatkan produktivitas karyawan bahkan hingga 12%. Alasan yang dipaparkan pun masuk akal dan diterima. Untuk membantu Anda meningkatkan produktivitas perusahaan, gunakan Sleekr HR. Dengan Sleekr HR, berbagai pekerjaan administratif HR seperti absen dan payroll bisa diselesaikan lebih cepat sehingga hemat waktu dan energi.