4 Perbedaan Utama dari Slip Gaji Pegawai Tetap dan Pegawai Tidak Tetap

4 Perbedaan Utama dari Slip Gaji Pegawai Tetap dan Pegawai Tidak Tetap

Maderendika January 11, 2019 Bisnis, Client Sleekr HR, Human Resources (HR)

Sebagai perusahaan yang berorientasi pada profit, tentu memiliki sejumlah karyawan yang menjalankan bidangnya masing-masing. Setiap karyawan yang bekerja diharapkan memberi kontribusi tertentu agar perusahaan bisa tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan tertentu. Sebagai apresiasinya, perusahaan memberikan sejumlah upah atau gaji sesuai dengan kontribusi setiap karyawan tersebut. Gaji tersebut bisa berupa uang atau barang dengan nilai tertentu, dan diberikan pula rincian komponen gaji yang diterima dalam bentuk slip gaji.

Slip gaji merupakan sebuah dokumen, baik fisik maupun file digital, yang berisi tentang rincian apa saja yang jadi hak karyawan dalam gaji. Slip gaji sendiri biasanya berisi tentang besaran gaji, tambahan dan potongan, serta keterangan perusahaan dan tanggal slip gaji tersebut dibuat. Hal ini penting untuk disampaikan karena karyawan berhak mengetahui rincian gaji yang diterimanya, beserta tambahan dan potongan yang ada dalam setiap gaji yang diberikan perusahaan.

Pada prakteknya, perusahaan juga memiliki dua jenis karyawan, yakni karyawan tetap dan tidak tetap. Ternyata slip gaji dari kedua jenis karyawan ini memiliki sedikit perbedaan jika dicermati. Perbedaan tersebut  adalah pada bagian potongan dan juga tambahan terhadap gaji yang diterima.

  1. Potongan Uang Pensiun

    Potongan ini hanya ada pada slip gaji karyawan tetap. Mengapa demikian? Sederhananya, karyawan tetap bekerja diperusahaan dalam waktu yang relatif lama dan pada akhir masa kerjanya akan menerima sejumlah uang pensiun. Uang ini, baik diterimakan secara berkala atau sekali, merupakan hak dari karyawan tetap sebagai apresiasinya telah berkontribusi pada perusahaan.

    Pada slip gaji karyawan tidak tetap, potongan terkait dana pensiun biasanya tidak ada karena karyawan tidak tetap hanya bekerja berdasarkan kontrak yang dibuat. Karyawan tidak tetap memiliki masa kerja yang singkat dan biasanya tidak menjadi anggota resmi dari perusahaan. Hal ini yang menyebabkan karyawan tidak tetap tidak memiliki potongan uang pensiun karena tidak bekerja hingga usia produktifnya habis di satu perusahaan tertentu.

  2. Tunjangan Jabatan

    Pekerja tidak tetap biasanya tidak memiliki posisi manajerial atau pengambil keputusan. Hal ini karena posisi strategis tersebut harus dipegang oleh pegawai tetap yang memiliki pemahaman dan pengetahuan mendalam mengenai perusahaan. Selain itu, posisi manajerial dan pengambil keputusan biasanya berkenaan dengan data sensitif yang merupakan rahasia perusahaan.

    Tunjangan jabatan lebih sering ditemukan pada slip gaji karyawan tetap yang memiliki jabatan tertentu di perusahaan. Karena karyawan tidak tetap memang tidak menempati posisi strategis tersebut, maka pada slip gajinya tidak terdapat tambahan dari tunjangan jabatan.

  3. Potongan Iuran BPJS

    Potongan BPJS juga biasanya jadi potongan yang hanya ada pada slip gaji pegawai tetap saja. Hal ini karena perusahaan memiliki tanggung jawab dan kewajiban pada BPJS untuk menjadikan karyawan tetap sebagai anggota dari BPJS. Potongan BPJS kemudian diambil dari besaran gaji yang diterima karyawan dan disetorkan pada negara.

    Pada karyawan tidak tetap, biasanya tidak memiliki potongan BPJS pada slip gajinya. Karyawan tidak tetap akan menanggung iuran BPJS secara langsung tanpa melalui perantara berupa perusahaan.

  4. Potongan Pajak Penghasilan

    Potongan pajak jadi satu variabel penting yang harus ada dalam slip gaji karyawan tetap. Potongan PPh ini biasanya langsung diambil dari gaji karyawan dan disetorkan secara kolektif oleh perusahaan. Karyawan tetap kemudian menerima rincian potongan PPh pada slip gajinya dan kemudian berkewajiban melaporkan potongan PPh tersebut sebagai konfirmasi pada Dirjen Pajak.

    Pada karyawan tidak tetap, potongan PPh ini biasanya tidak ada. Karyawan tidak tetap harus mengurus sendiri pembayaran PPh yang jadi tanggung jawabnya baik secara online atau manual ke Dirjen Pajak.

Jika dicermati, slip gaji karyawan tetap dan karyawan tidak tetap memang berbeda. Karyawan tetap biasanya memiliki rincian lebih banyak karena variabel pemotong dan penambah gajinya juga cukup banyak. Untuk karyawan tidak tetap, slip gaji lebih sederhana, biasanya hanya memuat gaji pokok, uang lembur, serta potongan dari denda keterlambatan atau sejenisnya.

Tentu menyampaikan slip gaji jadi kewajiban perusahaan Anda. Gunakan software payroll untuk mempermudah pengelolaan slip gaji ini. Sleekr, merupakan salah satu software payroll dan HR yang bisa Anda gunakan. Selain mudah dioperasikan, Sleekr juga bisa memberikan rincian pada slip gaji sesuai keperluan Anda. Jadi tunggu apalagi? Dapatkan kemudahan dalam mengelola slip gaji dan administrasi HR lainnya dengan Sleekr. Daftar sekarang dan nikmati pengelolaan bisnis yang lebih mudah dan nyaman.